
Begitu Yash membawa mereka dengan Mobil laki-laki tersebut, sejenak membuat Alessia tidak berani untuk bicara apapun sama sekali, lagi... gadis tersebut hanya bisa diam dan sesekali mencuri pandang ke arah suami nya tersebut seolah-olah memang hanya hal tersebut yang bisa dia lakukan setiap kali bersama Yash.
Sebenarnya Alessia bingung menghadapi Yash beberapa waktu ini, tapi sangat naif dan bodoh sekali diri nya jika berpikir mungkin Yash menyukai nya atau cemburu dan lain sebagainya.
Dia pikir mungkin Mood Yash sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, terkadang mood seseorang sering naik turun dengan sendirinya tanpa sebab.
Sama seperti seorang gadis dan perempuan yang terkadang memiliki mood buruk saat datang bulan atau mood nya baik saat mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Alessia menghela pelan nafasnya untuk beberapa waktu, memilih menyandarkan dirinya ke kursi jok mobil saat ini.
"katakan pada ku..."
Tiba-tiba suara Yash memecah keheningan, Alessia jelas langsung mengerutkan keningnya, dia menoleh kearah Yash dengan cepat.
"Ya?"
Alessia jelas bertanya bingung.
"Apa kau benar-benar tidak memiliki satu keluarga pun?"
Tanya Yash kemudian.
Pertanyaan tersebut jelas membuat Alessia langsung terdiam, bola mata mereka terlihat saling beradu untuk beberapa waktu.
Yash tahu menyetir tanpa fokus yang baik sangat buruk untuk keselamatan, tapi dia berusaha untuk mengimbangi keadaan, bertanya sembari sesekali menatap kearah Alessia karena jalanan lengang di depan.
Alessia terlihat diam sembari menggigit bibir bawahnya, dia mencoba menekan tangan nya untuk beberapa waktu, membenamkan kuku-kuku nya sembari menahan sakit.
Pertanyaan soal keluarga sejenak membuat nya sesak, dia ingat hari ini kepergian Agnessia dan bibi muda, dia tidak punya pilihan waktu mengantar mereka.
Ahh sebenarnya ada, tadi berencana memutar sejenak untuk mengantar mereka, tapi laki-laki disamping nya ini memaksa menarik nya pulang tanpa alasan.
Dia mana bisa membongkar identitas keluarga nya kepada siapapun saat ini, sebab akan ada banyak resiko besar yang harus dia hadapi jika dia melakukan hal tersebut.
Cukup lama mereka diam dalam kebisuan, hingga Yash kembali fokus menatap ke arah depan, laki-laki itu terlihat dia, tidak melanjutkan tanya namun menunggu jawaban.
Hatinya yakin Alessia sedang menyembunyikan sesuatu soal identitasnya pada semua orang, dan itu membuatnya ingin tahu siapa sebenarnya Alessia.
Siapa?!.
Sebaris pertanyaan tersebut menghantam kepalanya dalam beberapa waktu ini, sangat sulit sekali menelusuri identitas Alessia yang sesungguhnya, Yash cukup terkejut orang yang berperan paling penting dalam menyembunyikan identitas Alessia seperti ini adalah almarhum istrinya.
Apartemen yang menjadi tempat penyelidikannya, sejak awal telah dipersiapkan istrinya untuk menjadi tempat keluarga Alessia.
Kedua orang yang dia nikahi itu, memiliki satu rahasia besar yang saling terhubung antara satu dengan yang lainnya tanpa pernah Yash ketahui.
__ADS_1
Karena itu harus segera menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya diinginkan oleh Alessia serta Hana sebenarnya.
Apakah ini semua ada sangkut paut nya dengan keluarga Khadafi? Melihat bagaimana gadis yang berada di sampingnya terus hilir mudik kesana, bahkan Alessia begitu care serta perhatian pada ayah mertua nya tersebut.
Sejenak dia kembali menoleh ke arah Alessia.
"Ketika seorang suami bertanya, istri diwajibkan menjawab nya"
Ucap Yash kemudian.
Alessia tahu satu-satunya kelemahan gadis tersebut adalah Yash, dia selalu kehilangan kata-kata nya tiap kali berhadapan dengan laki-laki disampingnya tersebut.
"Aku tidak memiliki nya"
Dia menjawab perlahan tanpa berani menatap bola mata Yash dan memandangi wajahnya, setiap kali berbohong pada Yash dia terlihat gugup dan bingung.
Mendengar jawaban Alessia yang jelas sangat tidak memuaskan membuat Yash meraup kesal wajah nya.
"Apa kau akan Terus membohongi suami mu sendiri?"
Tanya Yash kemudian.
Sebenarnya kata suami dan istri membuat Alessia berdebar-debar, laki-laki tersebut tidak pernah menyebutkan kata-kata tersebut selama pernikahan mereka, sangat naif sekali jika dia harus merasa melayang-layang saat Yash mengatakan nya sekarang.
"Aku tidak berbohong"
Lidah Alessia terasa kelu.
"Kau tahu Rasulullah Saw paling tidak suka pada seseorang yang suka berbohong"
Dari Ibnu Mas’ud ra. Dari Nabi saw beliau bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan pada kebaikan, sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan pada syurga, dan sesungguhnya orang yang berlaku jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Sesungguhnya berdusta itu menunjukkan pada kemaksiatan, sesungguhnya kemaksiatan itu menunjukkan pada neraka dan sesungguhnya orang yang berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (Hadis riwayat muttafaq alaih. Kitab Shahih Bukhari hadis no 6094, kitab shahih Muslim hadis no 2607).
"Aku hanya ingin tahu, siapa keluarga mu?"
"Aku tidak memiliki nya"
Alessia kembali bersikeras menjawab tidak ada.
Lagi Yash mengehela kasar nafasnya.
Dia pikir dia tidak mungkin mendapatkan informasi dari gadis tersebut sendiri, dia harus merencanakan sesuatu untuk bisa mencari tahu sebenarnya siapa Alessia.
Mereka pada akhirnya diam tidak bersuara, memiliki diam dan tidak melanjutkan obrolan sama sekali.
__ADS_1
Dan seperti sebelum-sebelumnya mereka akan menjadi sepasang suami istri beku yang saling mengabaikan.
*******
Disisi lain.
Rumah sakit xxxxxxx.
Disebuah ruangan khusus gelap dan minim pencahayaan, terlihat seseorang berjalan tergesa-gesa masuk di dalam ruangan itu, sosok tersebut sengaja masuk ke dalam dalam situasi dan kondisi rumah Sakit yang benar-benar sepi dan sudah nyaris tidak ada lagi yang berlalu lalang.
Dia bergerak mengarah kearah ujung ruangan, memperhatikan bagian sekitar nya dan mencari seseorang disana.
Sejenak sosok tersebut mengembang kan senyuman nya, ketika dia melihat sosok lain yang rupanya telah menunggu nya sejak tadi.
"Kau sudah datang?"
Tanya sosok di depannya tersebut.
"Ya, aku sudah datang"
Dia menjawab dengan cepat, mengeluarkan sesuatu dari dalam tas tangannya.
"Aku tidak ingin melakukan transaksi melalui rekening ke rekening, kau tahu itu akan terlacak dan terbaca dalam laporan keuangan rumah dan perusahaan"
Suara wanita tersebut terdengar sedikit samar-samar, sengaja merendahkan suaranya agar tidak terdengar hingga keluar.
"Kau tahu apa tugas selanjutnya bukan?"
Tanya wanita tersebut kemudian.
"Tentu saja, tapi kau tahu? Aku tidak bisa bergerak sendiri melakukan nya, ini akan cukup beresiko besar atas karir ku disini"
"Kau cukup datang dan memeriksa keadaan nya, aku ikut datang untuk memastikan"
"Kau yakin akan melakukannya sekarang?"
"Yah, aku sudah tidak bisa menunda-nunda lagi waktu nya"
Jawab wanita tersebut dengan cepat.
"Semakin lama membiarkan keadaan ini, rencana ini akan semakin mundur dan hancur ditangan musuh"
Lanjut nya lagi sambil menatap lawan bicaranya untuk beberapa waktu.
"Aku tahu itu"
__ADS_1