Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Seseorang yang mencengkeram nya


__ADS_3

Yash masih membiarkan Alessia berbaring di bahu nya dimana pikiran laki-laki tersebut terus berkelana entah kemana,dia sengaja tidak membuat gerakan signifikan yang mungkin bisa mengganggu tidur Alessia.


Laki-laki tersebut memilih diam dan menahan posisi nya, meskipun dia merasa agak pegal karena posisi rumit nya saat ini.


Cukup lama posisi mereka bertahan seperti itu hingga akhirnya Alessia terlihat tersentak dari tidurnya secara perlahan, mencoba mengerjapkan bola matanya untuk beberapa waktu, dia bersandar di bahu seseorang, membuat dirinya secara refleks menoleh.


"Yash?"


Dia sedikit gugup dan tercekat, mencoba memperbaiki posisi nya dengan cepat.


"Kak kanina belum tiba?"


Yash bertanya, menatap kearah Alessia untuk beberapa waktu.


"Sebenar nya sudah, tapi dia punya sedikit pekerjaan jadi memutar arah sejenak, kakak bilang hanya sebentar tapi..."


Belum juga Alessia selesai bicara tiba-tiba saja satu suara mengejutkan mereka.

__ADS_1


"Yash kau sudah datang?"


Itu Kanina, dia menatap Yash dan Alessia secara bergantian.


melihat perempuan tersebut telah berdiri dihadapan mereka, Yash buru-buru berdiri.


"He em"


Dia hanya ber he em ria, menatap kakak nya untuk beberapa waktu.


"Kita butuh bicara sejenak, Yash"


"Bisa tinggalkan kami sebentar, Alessia?"


Dia meminta.


Alessia langsung mengangguk kan kepalanya, dia pikir dia butuh ke kamar mandi juga saat ini, karena itu tidak mempermasalahkan permintaan kakak ipar nya tersebut.

__ADS_1


"Aku perlu ke kamar mandi sejenak"


Alessia menjawab dengan cepat kemudian di berusaha untuk pamit pergi dari hadapan kedua orang tersebut, Kanina mengangguk kan kepalanya sedangkan Yash menatap kepergian punggung gadis itu untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya Karina berkata.


"Ini cukup penting, Yash"


ucap wanita tersebut dengan cepat.


seketika Hal itu membuat Yash langsung menggerutkan keningnya, Kanina tidak pernah mengeluarkan ekspresi se serius tersebut, karenanya dengan cepat laki-laki itu mengangguk kan kepala nya dan mengikuti langkah kaki saudaranya itu dalam penuh tanda tanya.


Alessia sendiri bergerak dengan cepat menuju ke arah toilet, dia pikir dia butuh mencuci mukanya dan juga buang air kecil, dengan langkah agak cepat dia melangkah ke sisi kanan di mana posisi nya saat ini.


suasana rumah sakit di malam hari cukup terasa tidak nyaman, tidak terlihat banyak kehidupan atau orang-orang yang berlalu lalang di sana, semua keluarga pasien jelas memilih beristirahat, para tim dokter tidak terlihat dan perawat jelas memilih meng'isristirahatkan diri mereka ditengah rasa lelah setelah menjalankan tugas berat yang harus mereka lakukan setiap waktu tanpa lelah.


Rasanya memang agak mencekam, dan jika Alessia pikir-pikir, dia sebenarnya cukup tidak nyaman berada dan tinggal di rumah sakit, bagi nya rumah sakit seperti mimpi buruk untuk dirinya.


Membuat dia memutar memori tentang perjuangan hidup nya hingga sejauh ini. ingatan sial Agnesia saudara kembar nya, kesulitan mereka, sakit nya dan berbagai rasa sedih, marah, terbebani dan entahlah dia sulit menjabarkan nya yang bercampur aduk menjadi satu.

__ADS_1


gadis tersebut seketika menghela kasar nafas nya, memilih masuk ke dalam toilet dan menyelesaikan apa yang diinginkan dirinya. hingga pada akhirnya setelah Cukup lama dia berada didalam, Alessia langsung melesat keluar menuju kembali ke arah kamar tuan Khadafi. Namun siapa sangka tiba-tiba saja seseorang menarik nya dengan kasar dan mencoba membekap mulut nya.


Hal tersebut membuat Alessia terkejut setengah mati dan dia seketika panik luar biasa, berusaha melepaskan diri namun cengkraman sosok tersebut benar-benar kuat luar biasa.


__ADS_2