Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 34 Y & A


__ADS_3

Mansion utama Yash Khalid


Kamar utama


Setelah kembali ke kediaman mereka, kedua orang tersebut kembali lagi seperti semula saling tidak menyapa atau bahkan bicara antara satu dengan yang lainnya, soal kehidupan pada jam yang tadi dan jam yang sekarang kembali jauh berbeda dan kembali lagi seperti semula.


Laki-laki tersebut terlihat bergerak menuju ke arah kamar mandi di kamar mereka, dan seperti biasa Alicia akan bergerak menyiapkan seluruh pakaiannya untuk gantinya.


Sejenak gadis itu menatap punggung laki-laki matang tersebut, dia mengehela nafasnya secara perlahan kemudian Alessia terlihat mengulang senyumannya sembari menggelengkan kepalanya untuk beberapa waktu.


Fuuhhh.


Alessia mengehela berat nafasnya.


Kini gadis itu bergerak menjauhi lemari Walk in closet, bergerak menuju ke tas kasur dan meletakkan pakaian milik Yash di sana, setelah itu gadis tersebut memilih untuk keluar dari kamar udah bergerak menuju ke arah lantai bawah sejenak, dia menyiapkan air minum dan juga vitamin untuk laki-laki tersebut yang telah menjadi kegiatan rutin nya selama lebih dari 1 tahun ini.


Ketika dulu selama setengah tahun Yash tenggelam dalam kesedihannya, tubuh laki-laki tersebut benar-benar drop parah, dia harus menjalani perawatan medis karena kesehatan nya yang menurun dan drop berat, Alessia menjaga nya dengan segenap hati setelah Alessia menyelesaikan operasi nya sendiri dan memulihkan kondisi kesehatan nya, dia memperhatikan pola makannya dan menunggu Yash menghabiskan obat serta vitamin untuk pemulihan kesehatan laki-laki tersebut selama lebih dari 6 bulan lamanya, karena itu Yash harus rutin mengkonsumsi obat dan vitamin selama ½ tahun dan hanya mengkonsumsi vitamin di 1 tahun berikutnya kembali hingga hari ini.


"Hari ini pulang terlambat nyonya?"


Bibi Tory bertanya dengan nada khawatir ketika Alessia sudah berada di dapur, dia menunggu Alessia sejak sore tadi dengan kegelisahan nya.


Meskipun di rumah dia mendengar berita kekacauan yang di ciptakan Diana, sungguh keterlaluan memang dan membuat panik semua orang.


"He em, ada sedikit masalah di perusahaan hingga membuat aku dan Yash harus menyelesaikan semua nya dengan cepat"


Alessia menjawab dengan cepat pertanyaan dari bibi Tory.


"Iya, Ehran mengatakan nya, tapi bibi cukup khawatir mendengar nya, takut tuan Yash berlaku kasar seperti di awal pernikahan"

__ADS_1


Ucap wanita itu dengan cemas.


Saat pernikahan mereka pertama kali, bibi Tory tahu Yash tidak pernah memperlakukan Alessia dengan baik, laki-laki tersebut cenderung bersikap kasar bahkan bermulut pedas pada Alessia, dia berkali-kali menarik berat nafas nya jika ingat bagaimana buruk nya tuan nya memperlakukan Alessia.


Bahkan dulu dia berulang kali mencoba untuk membuat laki-laki itu agar tidak membenci Alessia, memberikan sedikit clue agar Yash tidak salah paham juga memandang buruk Alessia. Karena itu dia selalu berusaha untuk tidak membuat sedikit pun kekacauan, takut Yash akan mencari celah untuk membenci Alessia, jadi tidak heran jika setiap kali Alessia diluar dan pulang terlambat dia akan khawatir begitu jika ingat bagaimana cara tuan nya berlaku tidak baik terhadap gadis tersebut meskipun dia tahu setahun belakangan Yash lebih memilih diam Dan tidak mengeluarkan suara apapun dalam pernikahan mereka m


Mungkin karena segala urusan Yash dituntaskan oleh Alessia dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, maka wanita itu pikir sangat tidak wajar sekali jika Yash harus berlaku kasar secara terus-menerus pada Alessia.


Dia pikir jika Yash masih tidak bisa menerima Alessia dan tidak bersyukur, bibi Tory yakin Yash akan menyesalinya dalam seumur hidup nya, Alessia benar-benar istri idaman untuk ukuran laki-laki normal.


"Aku akan pergi ke atas"


Alessia bicara cepat, dia membawa nampan berisi gelas air minum, teko, sedikit buah dan obat vitamin Yash.


Bibi Tory mengangguk kan Kepala nya secara perlahan.


Alessia menghentikan langkah nya dengan cepat, dia kembali menoleh kearah bibi tory.


"Aku pikir di akhir minggu ini aku akan pergi ke pemakaman ibu seorang diri"


Ucap gadis itu kemudian dengan nada perlahan.


Mendengar ucapan Alessia, lagi-lagi Wanita tersebut mengangguk kan kepala nya.


"Hati-hati dengan Diana, sebelum kasus nya pecah, aku takut dia mengetahui identitas nyonya lebih dulu dan membuat masalah"


"Ya, aku tahu itu bi"


Jawab Alessia sambil mengembang kan Perlahan senyuman nya, kemudian gadis tersebut kembali membalikkan tubuhnya lantas bergerak pergi menjauhi wanita itu secara perlahan.

__ADS_1


*****


Yash baru selesai membersihkan dirinya, memilih jauh lebih lama di kamar mandi, menikmati beberapa batang rokok dan menetralisir perasaan juga isi kepalanya, rasanya berdenyut-denyut luar biasa saat ingat apa yang terjadi saat ini.


tidak menyangka jika kekacauan yang dibuat Diana akan membuat diri nya dan Alessia terpaksa memperpanjang kontrak pernikahan mereka.


dia memijat-mijat kepalanya sejenak untuk beberapa waktu, keluar dari kamar mandi sembari bola matanya mengitari kamar mereka.


Alessia tampak telah berbaring di kasur bawah, dimana sejak awal mereka memang tidur terpisah. Gadis tersebut tidur di kasur kecil di bagian bawah lantai, meringkuk seperti anak kucing tanpa di temani selimut nya.


Dia yang membuat peraturan tersebut pada awal pernikahan mereka, tidak mengizinkan Alessia tidur di kasur nya dan mereka tidak boleh berbagi kasur sama sekali. Dia benar-benar memperlakukan Alessia dengan cara yang buruk. Dia benci setiap barang nya di sentuh atau digunakan Alessia.


Ada banyak sekali aturan yang dia buat didalam pernikahan mereka untuk Alessia, aneh nya gadis tersebut hanya mengangguk kan Kepala nya, menuruti seluruh perintah dan aturannya tanpa protes sedikit pun bahkan seburuk apapun dia memperlakukan Alessia, gadis tersebut tetap mengeluarkan senyuman nya dan melayaninya layaknya seorang istri, dari ujung kaki hingga ke ujung Kepala nya.


Beda nya hanya satu Alessia tidak melayani kebutuhan biologis nya, lain nya gadis tersebut sangat tuntas mengurusi nya, tidak ada celah atau cacat yang bisa dia tuntut di pengadilan andai dia menceraikan nya. Meskipun dia menggunakan alasan berselingkuh untuk Alessia, nyata nya dia tidak pernah mendapatkan skandal affair Alessia sedikit pun, hanya sekedar gosip atau perlakuan baik beberapa laki-laki pada Alessia juga...


Kallan.


Ingatan laki-laki tersebut tertuju pada putra nya.


Apa kabar putranya saat ini?!.


Dia tidak paham bagaimana hubungan kedua orang tersebut di masa lalu, tapi bisa dia lihat api kemarahan membara di balik bola mata putra nya tiap kali kallan menatap Alessia, bohong jika dia tidak melihat cinta yang tersisa pula di balik bola mata putra nya tersebut untuk Alessia.


Yash mematung sejenak, menatap tubuh Alessia yang terlelap dalam tidur nya untuk beberapa waktu.


Kau....?!.


Yash menggantung tanya didalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2