Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Pelukan terakhir


__ADS_3

Dan kallan seketika memundurkan langkah kaki nya, dia masih menatap Alessia dengan tatapan yang nanar, cukup sedih mendengar apa yang diucapkan Alessia.


"Cinta pertama?"


Laki-laki tersebut bicara dengan nada bergetar, merasa begitu kecewa mendengar ucapan gadis dihadapannya tersebut.


dia pikir bagaimana bisa ayahnya adalah cinta pertama dari gadis yang merupakan cinta pertamanya, bayangkan bagaimana kecewanya kallan saat dia mendengar gadis yang ada di hadapannya tersebut berkata seperti itu dengan tanpa rasa ragu.


"Bagaimana mungkin? kau pasti berbohong bukan"


dia berusaha untuk kembali meyakinkan diri, ingin Alessia mengulangi apa yang diucapkan gadis tersebut kepada dirinya.


Alessia masih berusaha untuk membentang jarak diantara mereka, tidak ingin mereka terlalu berdekatan antara satu dengan yang lain nya.


"Yash benar-benar cinta pertama ku kallan, maafkan aku, benar-benar maafkan aku"


Ucap Alessia lagi pelan.


"Jadi mari akhiri semua keadaan ini kallan, jangan marah dan kecewa, semua telah berlalu lama, kita bisa saling....."


Alessia bicara, ingin mereka mengakhiri permusuhan selama 2 tahun lebih ini, dia ingin semua kembali seperti semula lagi, jangan ada kesalahpahaman yang berkepanjangan terus menerus.


Nyata nya belum selesai dia bicara Kallan langsung memotong ucapan nya.


"Aku benar-benar kecewa, meskipun sebenarnya aku tidak tahu bagaimana ayah ku bisa menjadi cinta pertama kamu, tapi aku benar-benar kecewa, selama kita bersama dulu, arti nya aku lah yang tergila-gila pada mu, Alessia"


Dia seolah-olah menyadari jika dulu dia lah yang sebenarnya tergila-gila pada Alessia dan gadis tersebut sama sekali tidak pernah mencintai dirinya.


"Bukan seperti itu Kallan, hubungan kita tidak seperti itu pada masa itu, semua berjalan normal, aku dan Yash..."

__ADS_1


"Kau tidak perlu melanjutkan nya"


Dan kallan kembali memotong ucapan Alessia.


"Aku tidak ingin mendengar kelanjutan nya, cukup di sana saja"


Lanjut Kallan lagi kemudian.


"Kallan"


Entah kenapa rasa nya begitu sakit saat Kallan terlihat masih begitu kecewa pada nya, Alessia hanya bisa menatap laki-laki dihadapan nya untuk beberapa waktu, bola mata Alessia terlihat berkaca-kaca.


"Maafkan aku"


Mereka terlihat saling berdiam diri, memilih tidak melanjutkan pembicaraan, Alessia sejenak mencoba untuk menghela pelan nafas nya.


Dan kallan tiba-tiba berkata seperti itu, dia mencoba untuk memundurkan sedikit langkah nya.


"Berikan aku sebuah pelukan kemudian mari melupakan semua nya, anggap saja ini sebagai pelukan terakhir antara Kallan dan Alessia, mantan kekasih yang berubah menjadi anak dan ibu, setelah itu mari benar-benar saling melupakan soal masa lalu"


Laki-laki tersebut meminta, membuat Alessia agak bingung dengan permintaan Kallan. Dia menggelengkan pelan kepala nya.


"Kallan, aku...."


"Aku mohon, sekali ini saja"


Permintaan Kallan terasa terlalu berat, membuat Alessia meragu.


memberikan sebuah pelukan?!.

__ADS_1


"Itu terlalu berat, aku tidak ingin Yash.."


"Sebentar saja"


Kallan memohon kembali memohon.


Dan Alessia terlihat diam, mencoba menimbang dengan berat. keputusan apa yang seharusnya dia ambil sembari dia menatap dalam wajah laki-laki dihadapan nya itu.


Bisa dia lihat Kallan melebarkan tangan nya, dia menunggu gadis tersebut masuk kedalam pelukan nya.


Pada akhirnya dengan sedikit ragu-ragu dia melakukan nya, mencoba beranggapan ini adalah pelukan seorang ibu untuk anak laki-laki nya.


Kallan nyata nya tidak rela melepas kan Alessia, memeluk gadis tersebut dengan begitu erat, membuat Alessia berusaha untuk melepaskan diri.


"Please Kallan"


Dia berusaha mengingatkan, mencoba melepas kan pelukan kallan dengan cepat.


Kallan cukup sedih, pada akhirnya melepaskan pelukan mereka dengan cepat, menatap Alessia untuk beberapa waktu hingga akhirnya laki-laki tersebut menaikkan ujung bibirnya, memilih untuk mundur dan melangkah pergi meninggalkan Alessia.


Gadis tersebut tampak mencoba menarik pelan nafasnya, menatap punggung Kallan untuk beberapa waktu. Alessia memejamkan perlahan bola matanya sembari berusaha menyandarkan tubuh nya di dinding rumah sakit tersebut.


Cukup lama, hingga akhirnya gadis tersebut langsung membenahi diri nya, memilih untuk beranjak dari sana, tapi tiba-tiba kembali seseorang membekap mulutnya dari arah belakang.


Alessia seketika terkejut, dia berusaha untuk memberontak tapi sungguh sangat sulit karena dia di cengkeraman dengan begitu keras, seseorang menyumpal mulut dan hidung nya dengan sebuah sapu tangan.


Siapa?!.


Alessia bertanya di dalam hatinya sembari mengerutkan keningnya, ingin sekali rasanya dia melepaskan cengkraman laki-laki tersebut pada dirinya namun nyatanya semakin dia berusaha untuk bergerak dengan kencang dia mencium aroma aneh di dalam hidung nya, sesuatu seolah-olah dibubuhkan di sana dan di detik berikutnya nya dia merasa kesadaran nya oe

__ADS_1


__ADS_2