Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 53 Y & A


__ADS_3

Kembali ke masa kini


Mansion utama Yash Khalid.


Alessia terlihat diam begitu Yash menepikan mobilnya dan mulai mematikan mesin mobilnya tersebut, gadis itu baru akan melepaskan safety belt nya namun tiba-tiba saja Yash buru-buru bergerak melepaskan safety belt nya dengan gerakan cepat.


Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Alessia saat ini saya laki-laki tersebut tiba-tiba menyentuh dirinya, mencoba membantu nya melepaskan safety belt nya dengan cepat.


Rasanya dia sama sekali tidak bisa bernafas karena terkejut dan gugup, gadis tersebut berusaha untuk menahan nafasnya sembari menaikkan kedua tangan nya tepat di posisi kiri dan kanan bahunya, bola matanya menatap sisi samping wajah laki-laki tersebut di mana Yash melepaskan safety belt nya dengan fokus.


Waktu serasa sangat lama berlalu, dimana rasa tegang dan juga jantung yang berdetak tidak beraturan memenuhi seluruh anggota tubuh yang saat ini.


Alessia seketika mencoba untuk menelan salivanya.


Hingga pada akhirnya laki-laki tersebut setelah melepaskan safety belt nya Yash langsung bergerak menjauhi Alessia, sembari laki-laki itu berkata.


"Jika tidak lelah buatkan aku makanan"


Tanpa harus menunggu Alessia menjawab laki-laki tersebut secepat kilat langsung membuka pintu mobilnya lantas keluar dari sana.


Melihat betapa cuek dan dinginnya laki-laki tersebut seketika membuat Alessia menatap punggung Yash dengan tatapan tidak percaya.


"ya?"


Gadis tersebut jelas terkejut mendengar apa yang diminta oleh laki-laki itu, ini kali pertama ya memintanya dibuat kan makanan, biasanya laki-laki tersebut tidak pernah meminta seperti itu, maka hampir satu setengah tahun Yash tidak pernah mau menyentuh makanan yang dibuat oleh nya.


Meskipun tidak dipungkiri beberapa bulan di awal Yash sama sekali tidak tahu jika yang membuat makanan adalah Alessia, dia pikir yang membuatnya adalah koki kepercayaannya, hingga pada akhirnya Yash mengetahui soal realita.


Tanggapan awal laki-laki tersebut saat tahu dia memasak sangat sinis dan juga penuh kemarahan, dia ingat bagaimana laki-laki itu mengeluarkan ekspresinya ketika dia tahu Alessia terus membohongi lidah nya.


Laki-laki tersebut cukup lama tidak pernah ingin menyentuh makanan Alessia, hingga membuat garis tersebut berulang kali menangis untuk laki-laki itu dan juga ibu mertuanya serta Pinkan yang sering mondar-mandir kerumah tersebut.


Namun berkah Bibi Kanina, Alessia berusaha untuk tegar dan berkata baik-baik saja, hingga pada akhirnya secara perlahan ia semua menerima apapun yang dimasaknya setiap hari baik pagi maupun malam hari.


Namun sayangnya laki-laki tersebut sama sekali tidak pernah mengeluarkan suaranya.


Tapi lihat hari ini tiba-tiba laki-laki itu minta dia membuatkannya makanan, hal itu sontak membuat bola mata Alessia membulat dengan sempurna.


Alih-alih menunggu Alessia turun lebih dulu dari mobil tersebut, tahu-tahu laki-laki itu bergerak menjauhi alesia tanpa banyak bicara.


Alessia lantas segera turun dari mobil tersebut, memilih masuk ke dalam rumah dengan cepat kemudian dia pikir dia harus menyiapkan makan malam untuk laki-laki yang kini telah menghilang dari pandangannya.


Alessia meletakkan tasnya kemudian mencoba untuk sedikit membersihkan dirinya kemudian beranjak menuju ke arah dapur dan membuat makan malam untuk sang suaminya.

__ADS_1


"Biar saya saja yang membuatnya nona"


Di tengah kegiatan di mana Alessia menyiapkan bahan-bahan makanan, tiba-tiba saja bibi tory hadir tepat di belakangnya hingga membuat gadis tersebut sedikit terkejut dengan keadaan,dia refleks langsung bergeser.


"Bibi mengejutkanku"


Ucap Alessia sembari mengembangkan senyumannya.


"Benarkah? Maafkan bibi,"


Wanita paruh baya lebih tersebut bicara dengan ekspresi sedikit menyesal.


Alessia terus mengembangkan senyumannya kemudian berkata.


"bukan Masalah bi"


Sembari berkata seperti itu gadis tersebut tetap sibuk bergerak untuk menyiapkan berbagai macam bahan sebelum memasaknya.


"Benar tidak ingin dibantu bibi?"


Wanita itu bertanya Kearah Alessia.


Mendapat pertanyaan seperti itu buru-buru membuat Alessia menggelengkan kepalanya.


Jawab gadis itu cepat.


Kemudian Alessia kembali fokus pada pekerjaannya.


Bibi Tory kemudian mengulum senyumannya, dia mencoba mengintip ke arah lantai atas menunggu tuannya turun sejak tadi.


Sejujurnya wanita tersebut cukup bahagia, dia pikir sudah cukup banyak kemajuan dalam hubungan kedua orang tersebut, setidaknya tuan nya mau menerima masakan nona Alessia nya.


Cukup lama wanita tersebut memperhatikan ke arah lantai atas dimana kabar Alessia dan Yash berada, hingga pada akhirnya bola matanya mulai menangkap sosok tuannya yang kini bergerak turun melewati tangga satu persatu menuju ke arah bagian dapur.


Ketika laki-laki tersebut bergerak turun dan mulai mendekati ke arah lantai bawah, bibi Tory secepat kilat beranjak dari sana dan berpamitan pada Alessia.


"Bibi akan kembali ke kamar"


Ucap wanita tersebut dengan cepat.


Mendengar ucapan dari bibi Tory membuat Alessia langsung menganggukkan kepalanya, dia membiarkan wanita tua tersebut pergi dari hadapannya.


Gadis itu terus fokus pada pekerjaannya di mana dia sejenak lagi akan menyelesaikan seluruh pekerjaannya tersebut.

__ADS_1


Tanpa pernah dia sadari jika Yash rupanya bergerak berjalan mendekat ke arah dirinya, laki-laki itu memilih duduk di atas kursi meja makan di dekat dapur tersebut.


Bola mata laki-laki itu menangkap sosok Alessia yang Tampak sangat fokus pada pekerjaannya, dimana kini Alessia tengah secara perlahan mulai memindahkan beberapa sayuran kedalam wadah nya.


Laki-laki tersebut diam untuk beberapa waktu, menikmati wajah gadis yang ada di hadapannya itu untuk waktu yang cukup lama.


Meskipun tidak diketahui apa yang ada di dalam pikiran Yash, tapi seolah laki-laki tersebut tengah mencoba untuk menyusun beberapa kata-kata untuk dilontarkan kepada Alessia.


Dia masih ingin tahu akan rasa penasaran yang sangat mendalam tentang sosok gadis yang ada di hadapannya itu.


Siapa?!.


Dia terus melontarkan tanya seperti itu kepada dirinya sendiri atas sosok Alessia saat ini.


apartemen mewah?!.


Kembali pertanyaan tersebut menghampirinya, dia pikir bagaimana bisa Hana membelikan Alessia semua apartemen tanpa sepengetahuan dirinya?!.


Kembali bola mata laki-laki tersebut menatap sosok Alessia, dia mencoba untuk memperhatikan wajah gadis tersebut untuk beberapa.


Tidak pernah terlintas di dalam dirinya untuk jatuh cinta pada gadis di hadapannya itu, dan Yash tidak pernah berpikir akan jatuh cinta kepada Alessia, sudut pandangnya tetangga di situ tetaplah sama, Alessia hanya gadis muda yang lebih pantas menikah dengan laki-laki seusia gadis tersebut sendiri.


Dan Yash masih menyimpan hatinya untuk Hana, sejak dulu hingga kini tidak pernah berubah, meskipun dunia menggelap ataupun langit runtuh sekalipun.


Laki-laki tersebut tetap berpikir Hana adalah dunianya.


Sejenaknya Yash mengehela pelan nafasnya, dia kemudian membuang pandangannya untuk beberapa waktu.


Hingga pada akhirnya tanpa dia sadari Alessia telah bergerak mendekati dirinya, menata di atas meja makan dan mulai meletakkan beberapa menu makanan di hadapan Yash.


"Katakan pada ku"


Tiba-tiba saja Yash bicara ke arah Alessia.


Mendengar Yash membuka suaranya seketika membuat gadis tersebut terkejut.


"ya?"


Tanya Alessia kemudian.


"Di mana tempat kelahiran mu?"


Tanya laki-laki tersebut kemudian sembari menatap dalam bola mata Alessia.

__ADS_1


Seketika pertanyaan Yash membuat alesia menggerutkan keningnya.


__ADS_2