
Kafe xxxxxxxx
Jakarta
Elvitania menyerahkan sebuah amplop ke arah seorang laki-laki dihadapan nya, sejenak laki-laki itu dengan perlahan meraih amplop dari Perempuan dihadapan nya itu.
Dia membuka amplop tersebut untuk beberapa waktu.
"Aku ingin tahu siapa yang ikut terlibat disana"
Ucap Elvitania pelan.
Laki-laki itu tampak diam, dia Mencoba menatap gerakan tangan Elvitania yang menyerah kan sebuah kunci ke arah dirinya.
"Aku tahu ada yang berusaha memanfaatkan Zahir, aku dan Sherkan dimasa lalu, hanya saja aku ingin tahu siapa dan apa keuntungan nya"
Ucap Elvitania lagi kemudian.
"Tapi ini mungkin akan menyakiti perasaan banyak pihak, nona"
Alih-alih menjawab, Elvitania menyandarkan tubuhnya di atas kursi sofa kafe tersebut, dia menarik ujung bibirnya untuk beberapa waktu.
"Di antara Semua orang, tidak kah kami yang paling tersakiti dan menderita?"
Tanya Elvitania tiba-tiba, dia menatap bola mata laki-laki dihadapan nya itu.
"Nona yakin akan melakukan nya?. mungkin akan ada banyak resiko yang terjadi, misal nya keselamatan nona sendiri"
Mendengar ucapan laki-laki itu Elvitania terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Aku ingin tahu siapa Liez dan bagaimana keluarga bibi ke dua"
Lanjut Elvitania lagi.
"Aku ingin tahu soal beberapa informasi lainnya yang mungkin aku butuhkan nanti nya"
Laki-laki itu mengangguk kan pelan kepalanya, dia mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dia bawa.
"Aku fikir akan ada hal menarik yang membuat nona cukup terkejut soal semua nya"
Ucap laki-laki itu sambil menunggu Elvitania meraih sebuah map yang dia berikan.
Elvitania secara perlahan mencoba membuka map tersebut secara perlahan.
__ADS_1
"Nona dan bibi kedua pernah bertemu di masa lalu, di kantor polisi xxxxxxx karena sebuah kasus unik yang tidak pernah diketahui oleh semua orang sebelum nya"
"Ya?"
Elvitania mengerut kan keningnya.
"Itulah alasannya kenapa bibi kedua takut nona masuk ke keluarga Azzura sejak dulu"
Lanjut laki-laki itu lagi.
******
Azzura company
Sherkan menekan-nekan kepala nya untuk beberapa waktu, beberapa hari ini dia benar-benar kurang tidur, Fikiran nya berkecamuk menjadi satu soal banyak hal yang menghantam Diri nya dari sisi satu hingga ke sisi lainnya.
Didepan nya terlihat teman baiknya Dokter Rich begitu sibuk dengan handphone nya.
"Kau kenapa ada disini?"
Sherkan bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Agak heran Karena tidak biasanya laki-laki itu berkunjung kekantor nya.
Rich menjawab cepat sambil tangan dan bola mata nya Terus fokus dengan layar handphone nya.
"Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?"
Tanya Sherkan lagi?.
"No, tidak ada yang penting"
Lagi... laki-laki itu menjawab seadanya, membuat Sherkan kembali mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu depan, Sherkan buru-buru menjawab.
"Masuk"
Merlin terlihat berjalan dari depan dengan langkah Santai menuju ke arah Sherkan.
Awal nya Sherkan mungkin tidak terlalu peduli, tapi saat Merlin berjalan santai tanpa menoleh ke arah Rich, seketika laki-laki itu seolah-olah tengah menyadari soal sesuatu.
"Jangan katakan pada ku jika kalian pergi berkencan"
__ADS_1
Rich yang tengah bergerak mengambil kopi milik nya di atas meja dan mencoba menyeruput minuman nya seketika terkejut dan menyemburkan minuman nya kedepan.
"Oh shi.t"
Sherkan mengumpat.
"Kamu mengotori karpet nya dokter muda"
Ucap Sherkan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Merlin terlihat terkekeh kecil.
Melihat gadis itu terkekeh, Sherkan langsung menoleh ke arah Merlin.
"Kau berkencan dengan bocah menyebalkan ini?"
Tanya Sherkan lagi.
"Kau tahu? dia playboy"
Ucap nya lagi.
"Oh shi..t berhenti menjelek-jelekkan diriku"
Rich mengumpat ke arah Sherkan, mencoba meriah tisu dan menghapus kopi yang terkena semburan ke atas meja yang ada dihadapan nya.
"Jadi kalian benar-benar berkencan? oh come Merlin, bisakah cari laki-laki yang tidak menyebalkan seperti dia? aku fikir dia tidak sepadan bersama kamu, dia begitu brengsek"
Oceh Sherkan kemudian.
"Yeah setidaknya aku tidak akan meninggalkan dia Karena menikahi gadis lain menjelang pernikahan"
Ejek Rich kemudian.
"Oh sialan"
Seketika Sherkan melempar rich dengan ballpoint yang ada di tangan nya.
Rich buru-buru menghindar, Merlin terlihat tertawa kecil melihat tingkah dua laki-laki menyebalkan itu.
"Kau benar-benar berkencan dengan nya?"
Lagi Sherkan mencoba menyakinkan Merlin soal dugaan nya.
__ADS_1
Gadis itu hanya mengulum senyuman nya.