
Gedung xxxxxxx
Pesta pernikahan salah satu keluarga Azzura
Elvitania keluar secara perlahan dari dalam mobil yang dia naiki, bola matanya menatap lurus ke arah depan Di mana terdapat sebuah gedung Megah yang didepannya terlihat banyak para tamu yang terus berdatangan sejak tadi.
Dia hanya diam ketika Sherkan membuka dan menutup pintu mobil yang dia Naiki sejak tadi, disepanjang perjalanan mereka sama sekali tidak mengeluarkan suara sama sekali.
Jika biasa nya Sherkan sempat mengajak nya bicara, kali ini laki-laki itu memilih untuk diam tanpa banyak bicara.
Secara perlahan Sherkan menunggu Elvitania berjalan disampingnya, dia mencoba mengulurkan tangannya namun Elvitania sama sekali tidak bergeming.
Perempuan itu tampak diam sambil menatap telapak tangan kokoh itu untuk beberapa waktu.
Melihat ekspresi Elvitania, Sherkan tahu sang istri tidak mau menyambut uluran tangan nya.
Sejenak laki-laki itu menghela pelan nafasnya, dia menarik uluran tangan nya secara perlahan, membiar kan Elvitania bergerak bebas sesuai kemauan nya.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka setelah mobil yang Sherkan bawa di ambil oleh bagian VIP parking.
"Sherkan?"
Suara seseorang mengejutkan dirinya, Sherkan buru-buru menoleh.
Itu adalah Mer, gadis yang seharusnya menikah dengan Sherkan sebelum nya, bukan Elvitania.
Elvitania terlihat ikut menoleh, dia menatap gadis dihadapannya itu untuk beberapa waktu.
"Mer?"
Baru saja Sherkan menyebutkan nama gadis itu, tiba-tiba Mer langsung memeluk Sherkan Begitu saja.
"Apa kabar mu? aku fikir ini kali pertama kita bertemu setelah kamu memutuskan menikah"
__ADS_1
Ucap Mer sambil memejamkan perlahan bola matanya.
Sherkan buru-buru mencoba melepas kan pelukan Mer dari tubuhnya, dia takut tindakan Mer bisa menyakiti perasaan Elvitania. Alih-alih peduli Mer lebih dulu melepaskan pelukannya kemudian gadis itu mencium pipi kiri dan kanan Sherkan.
Elvitania seketika membuang pandangannya.
"Dimana Rubi? aku begitu merindukan dirinya"
Mer bicara sambil mengembangkan senyuman
Sherkan jelas menjadi tidak enak hati.
"Mer"
Dia benar-benar risih.
Disatu sisi Mer adalah mantan tunangan nya yang jelas tidak paham soal apapun dimasa kemarin dan dijadikan Sherkan batu loncatan untuk menghindari Liez.
Disatu sisi Elvitania adalah istri nya.
Tanya Mer sambil menaikkan ujung bibirnya, dia melirik ke arah Elvitania sejenak.
"Ya, dia .."
"Halo Elv"
Belum pula Sherkan berhasil bicara, Mer dengan cepat mendekati Elvitania sambil mengulurkan tangannya.
Sejenak Elvitania diam, menatap wajah gadis dihadapannya itu untuk beberapa waktu, dia kemudian menatap telapak tangan Mer sejenak.
Aku fikir istri mu tidak banyak bicara Sherkan, dia terlihat begitu pendiam"
Ucap Mer sambil masih mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
Elvitania pada akhirnya secara perlahan menerima sambutan tangan Mer.
"Senang mengenalmu, kamu bisa memanggil ku Mer"
Setelah berkata begitu Mer melepaskan genggaman tangannya, dia memeluk Elvitania untuk beberapa waktu.
"Aku fikir kita akan sering bertemu setelah ini, semoga kalian cukup merasa nyaman dengan diri ku"
Setelah berkata begitu Mer terlihat bergerak ingin menjauhi Sherkan dan Elvitania.
Mendengar ucapan Mer jelas membuat Sherkan mengerutkan keningnya.
"Apa maksud kamu, Mer?"
Gadis itu menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah Sherkan.
"Kamu belum tahu?"
Mer menoleh dan menatap ke arah Sherkan untuk beberapa waktu.
Sherkan jelas tidak paham dengan ucapan Mer Barusan.
Sering bertemu? kalimat itu terdengar aneh di balik telinga nya.
"Mulai Senin ini aku pindah ke kantor Azzura, apa uncle Azziz (Papa Sherkan) belum memberitahukan nya kepada kamu, Sherkan? kak Gian (Suami Xena) sendiri yang memindahkan aku ke perusahaan Azzura sejak Minggu kemarin"
Ucap Mer cepat dengan cara yang gamblang.
"Apa?"
Sherkan jelas tercekat.
"Kau... bilang apa?"
__ADS_1
Sherkan jelas terkejut bukan main.
Elvitania yang mendengar perkataan Mer seketika mengerutkan kening nya.