Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Laki-laki lain "Bukan pembinor"


__ADS_3

Seketika Elvitania berdiri dari atas kursi roda, dia menatap sosok laki-laki dihadapan nya dengan bola mata berkaca-kaca.


Laki-laki dihadapan nya terlihat mengembang kan senyuman nya, dia langsung melebarkan kedua tangan nya ketika melihat Elvitania telah berdiri tepat dihadapan nya.


Sepersekian detik kemudian Elvitania langsung berhamburan masuk ke dalam pelukan laki-laki tersebut, bisa didengar tangisan kecil keluar dari bibir indah perempuan tersebut.


"Aku merindukan kakak, aku merindukan kakak"


Tangisan itu bahkan tidak ingin berhenti sejak tadi, seolah-olah perempuan itu ingin sekali mengadu soal apa yang di alami nya dalam beberapa waktu ini.


Laki-laki itu tidak membalas ucapannya, hanya balik memeluk Elvitania, membiarkan dagu nya menempel di bahu ringkih itu untuk beberapa waktu.


Mendengar kan tangisan Elvitania yang pecah, semakin lama semakin menipis dan menghilang dengan sendirinya.


Dia merindukan perempuan itu persis seperti perempuan itu merindukan dirinya.


Sherkan terlihat terus mengerut kan kening nya, merasa cukup bingung saat laki-laki di hadapannya itu memeluk erat tubuh istri nya.


Dia ingin marah dan memukul wajah laki-laki itu, tapi dia urungkan ketika bisa dia dengar Elvitania menangis didalam pelukan laki-laki tersebut untuk waktu yang begitu lama.


Alih-alih mencoba melampiaskan kemarahannya, Sherkan lebih memilih mundur secara perlahan, membalikkan tubuhnya dengan cepat dan meninggalkan kedua orang itu begitu saja.


"Kak?"


Rubi mencoba menggenggam erat telapak tangan Sherkan.


Laki-laki itu hanya mengembangkan senyuman, seolah-olah berkata Semua baik-baik saja.


Dimasa lalu, laki-laki itu adalah teman terbaik Elvitania, sebelum dia dan Zahir hadir ada laki-laki itu dikehidupan istri nya.


Sherkan fikir bagaimana cara istri nya menatap laki-laki itu, bagaimana cara istri nya memeluk Laki-laki itu dan bagaimana cara istri nya mengadu sudah cukup membuat Sherkan paham.


Dia tidak berhasil menyeruak masuk ke dalam hati istri nya sama sekali.


Elvitania masih tidak bisa memaafkan dirinya.


Rubi terlihat berdiri mematung menatap punggung sang kakak laki-laki nya, sejenak dia menghela pelan nafas nya.


Gadis itu secepat kilat menoleh ke arah Elvitania dan laki-laki tersebut.


Dia bukan type gadis yang terlalu judes dan mau ikut campur dengan urusan orang lain, tapi dia pernah mempelajari ilmu dalam berumah tangga dari beberapa buku dan pasangan yang berpengalaman.


JANGAN MEMBERI CELA PADA ORANG LAIN DIDALAM RUMAH TANGGA YANG KURANG SEHAT DAN DALAM KONDISI GONJANG-GANJING.

__ADS_1


Orang ke 3 itu adalah syetan yang bisa merusak hubungan pernikahan 2 orang lainnya.


"He em... he em"


Rubi berdehem kesal, berdiri di belakang Elvitania.


Sejenak bola mata laki-laki itu Bertemu dengan Rubi.


Laki-laki itu secara perlahan melepaskan pelukannya dari Elvitania.


Sang kakak ipar langsung menghapus Air mata nya secara perlahan.


"Kakak ipar, siapa laki-laki ini?"


Sumpah demi Allah Rubi benar-benar bicara dengan cara yang sebenarnya begitu menjijikkan.


Dia menawarkan sejuta senyuman sambil melirik ke arah laki-laki itu dengan jutaan pandangan Penuh permusuhan.


Kau... lihat saja nanti.


"Ah.. dia seperti keluarga kakak sendiri, bisa dibilang dia sudah seperti kakak kandung kakak sendiri"


"Ahhhh"


Kakak ipar tidak mencintai dia, bola mata nya berkata dia mencintai kakak ipar.


Sungut Rubi dalam hati.


"Dia bisa berkunjung ke kediaman kita sesekali kalau begitu, kak"


Ucap Rubi lagi sambil mengembangkan senyuman nya.


"Ah iya aku fikir ini waktunya kakak mencoba sepatu heels nya, para pelayan akan membantu kakak"


Rubi buru-buru menaikkan ujung jari nya ke arah satu pegawai toko, meminta kakak iparnya kembali duduk di atas kursi roda.


"Hmmm"


Elvitania mengangguk kan pelan kepalanya.


"Kak tunggu aku disini"


Elvitania menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Tenang saja kakak ipar, aku akan menjagaaaaa Laki-laki ini dengan sebaik-baiknya, dia tidak akan menghilang kemanapun tanpa seizin Ku"


Setelah berkata begitu Rubi langsung meminta pelayan toko mendorongnya kursi roda Elvitania.


Begitu sang kakak ipar melesat pergi, Rubi langsung menoleh dengan cepat ke arah laki-laki tersebut.


"Bukankah aneh laki-laki lajang dengan sukarela memeluk istri orang lain?"


Kali ini ekspresi Rubi langsung berubah drastis.


"Apa ?"


Laki-laki itu seketika mengerutkan keningnya.


Rubi langsung melangkah maju sambil mendorong dada Laki-laki itu kebelakang.


"Jika berani macam-macam aku akan...."


Rubi bicara sambil menaikkan kedua jari tangan nya.


Awalnya laki-laki itu terkejut, kemudian dia terkekeh Lantas mencoba meletakkan jari telunjuk nya ke kening gadis yang ada dihadapan nya itu.


"Kamu fikir aku ini type pembinor? ketimbang menggoda istri orang, aku lebih tergoda menggoda anak gadis orang"


Jawab Laki-laki itu cepat sambil membuat Rubi seketika memundurkan tubuhnya.


"What?"


Rubi mengerut kan alisnya.


"Tapi tidak dengan type gadis model kamu"


Lanjut laki-laki itu lagi sambil menjentikkan jari nya ke kening Rubi.


"Akhhhh"


Gadis itu seketika meringis.


"Terlalu cerewet dan sadis"


Lanjut laki-laki itu lagi.


"Yakkkkk"

__ADS_1


Pekik Rubi dengan perasaan dongkol.


__ADS_2