Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Tidur bersama


__ADS_3

Seketika tawa semua orang pecah saat Xena menggoda Sherkan dan Elvitania.


Rona wajah malu terlihat jelas di wajah Sherkan, bahkan Elvitania mencoba untuk menyambar gelas minuman nya dan langsung menghabiskan minumnya dengan cepat.


"Baiklah, aku hanya bercanda"


Xena bicara sambil mengulum senyuman nya.


"Tapi jika memang harus mengisi tenaga ekstra juga bukan masalah"


Lanjut nya lagi.


"Ahhhh otak ku terkontaminasi, berhentilah bicara yang aneh-aneh, aku ini belum menikah"


Rubi mulai mengeluh.


Lagi semua orang tertawa mendengar ocehan Rubi.


"Untie-untie apakah aku boleh tidur di kamar untie dan uncle?"


Tiba-tiba suara Hasna membuat semua orang menoleh.


"Ya?"


Elvitania langsung menoleh cepat ke arah Hasna.


"Boleh? aku akan tidur di rumah uncle, aku ingin tidur satu kamar"


Rengek Hasna cepat.


"Jika tidak aku mau puasa makan"


"Tapi sayang ini terlalu mendadak"


Papa Hasna bicara cepat, sedikit keberatan dengan permintaan putri kecilnya.

__ADS_1


"Tidak ada pakaian ganti, mungkin untie Elvitania mu tidak punya persiapan apa-apa"


Mendengar ucapan Papa nya seketika tangis Hasna pecah.


"Hwaaaaaaa"


Bayangkan bagaimana suasana makan malam yang tenang tiba-tiba berubah jadi siru dan pecah.


Sherkan jelas bingung, dia menatap ke arah Elvitania, Perempuan itu terlihat menatap ke arah Hasna dengan ekspresi wajah yang tidak bisa dia baca Sama sekali.


Dulu sebelum menikah dia tidak kesulitan untuk berkata iya atau tidak soal permintaan semua orang, tapi kini dia harus bersabar, menunggu Elvitania yang memutuskan semuanya baru dia berani memutuskan.


Apa yang di sukai Perempuan itu atau tidak di sukai nya Sherkan hanya bisa mengikuti alur nya.


"Oh sayang Bukan maksud Papa melarang kamu untuk tidur disana tapi Papa harus berangkat pagi-pagi besok, Papa dan Mama tidak bisa ikut kesana"


Xena terlihat gelagapan melihat Hasna yang terus menangis tanpa henti.


Dia mana bisa sembarangan meminta Hasna tidur disana, apalagi tadi mereka bicara soal tenaga ekstra.


itu jelas cukup darurat.


Melihat ekspresi Hasna, seketika Elvitania merasa bersedih.


"Bukan masalah, biarkan Hasna tidur di tempat kami kak"


Elvitania jadi serba salah, mencoba bergerak mendekati Hasna.


"Kemarilah sayang, nanti biar aku dan Sherkan yang membawanya, kakak tidak mesti ikut tidur di tempat kami"


Elvitania langsung meraih tubuh Hasna, menggendong nya dengan cepat.


Dia bicara Sambil menatap ke arah Xena.


"Tapi ini terlalu awal, ah...maksud kakak seharusnya tidak ada pengganggu soal tenaga ekstra"

__ADS_1


Xena bingung bagaimana menyusun kata-kata yang tepat.


Mendengar ucapan Xena seketika wajah Elvitania memerah.


"Itu bukan seperti itu..."


Perempuan itu jelas gelagapan, cukup malu perihal tenaga ekstra menjadi persoalan bagi mereka.


Padahal mereka tidak pernah saling bersentuhan meskipun sudah menikah.


"Kak bukan seperti itu maksud kata-kata ku tadi, sungguh"


Sherkan buru-buru bicara, meminta Xena tidak memikirkan soal ucapan nya tadi.


Xena pada akhirnya mengangguk kan kepalanya.


"Yakin tidak apa-apa? aku takut Hasna mengganggu kalian"


Terlihat wajah khawatir di balik wajah cantik itu.


"Tentu saja tidak"


Elvitania mengembang kan senyuman nya.


Mendengar Untie nya akan membawa dirinya, seketika Hasna menghentikan tangisannya.


Seulas senyuman manis mengembang dari wajah cantik gadis kecil tersebut.


Sherkan berusaha mengulum senyuman nya, cukup bersyukur Elvitania bisa membuat situasi menjadi lebih mudah.


"Ingat, jangan ganggu untie dan uncle yah, tidur lah dengan teratur dan tidak boleh usil"


"Jangan nakal juga dengarkan ucapan untie dan uncle hmmm"


Sang Mama berpesan panjang lebar.

__ADS_1


Hasna buru-buru mengangguk kan kepalanya dengan penuh kebahagiaan atas kemenangan nya dalam meminta tidur dengan untie dan Uncle nya.


__ADS_2