Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Suami yang begitu hangat dan lembut


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Kamar VVIP xxxxxxxx


21.45 malam


Ketika Sherkan perlahan menyentuh lembut kening Elvitania, secara perlahan Perempuan itu terbangun dari tidurnya.


Bola mata nya terbuka sedikit demi sedikit.


"Kamu sudah bangun sayang?"


Tanya Sherkan pelan sambil terus mengelus lembut kening nya.


"Apakah kepala nya begitu sakit?"


Laki-laki itu masih bertanya dengan nada khawatir, suara lembut laki-laki itu selalu bisa menentramkan seluruh perasaan Elvitania.


"Masih terasa tidak nyaman dengan keadaan hmmm?"


Tanya laki-laki itu lagi masih sambil mengelus lembut kening nya, menyingkir kan anak-anak rambut Elvitania secara perlahan.


"Aku fikir aku..."


Elvitania mencoba menjawab pertanyaan suami nya, tapi bola mata nya sejenak berusaha menyusuri ruangan kamar yang dia tempati tersebut.


kosong?!.

__ADS_1


Tidak ada siapa-siapa disana.


Dia fikir apakah dia sedang berhalusinasi soal kejadian tadi? dimana dia merasa ada Britania sang kembaran nya.


Apakah dia ketiduran saat menonton televisi?!.


Di fikir ada violet dan Sherkan, lalu tiba-tiba Britania muncul di antara mereka, membuat dirinya begitu marah, benci, jijik dan sedih saat ingat hal-hal yang telah berlalu soal perlakuan Britania kepada dirinya.


"Kita akan pulang kerumah besok pagi"


Sherkan bicara sambil terus menatap Elvitania, tangan kirinya mencoba menahan tubuhnya sendiri sedangkan tangan kanan nya masih mengelus lembut wajah,kening dan rambut Elvitania.


"Sudah boleh pulang?"


Tanya Elvitania pelan.


Sherkan mengangguk.


Mendengar ucapan Sherkan, Elvitania hanya mengangguk pelan, kemudian Elvitania kembali memejamkan bola matanya.


Entahlah rasa nya begitu lelah dan mengantuk, dia fikir dia butuh istirahat banyak untuk mengembalikan stamina nya.


Belakangan semua terasa begitu berat dan lelah bagi dirinya, kejadian demi kejadian yang seharusnya tidak terjadi menbuat dia cukup shok.


Jika tidak karena Sherkan terus memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan hangat, bisa Elvitania Pastikan dia sudah lama menjadi stress dengan kondisi yang terjadi.


Melihat Elvitania mulai kembali memejamkan bola matanya, Sherkan terlihat menurunkan tubuh nya, laki-laki itu mencoba mendekati wajah nya ke wajah sang istri nya.

__ADS_1


"Kamu lapar? aku fikir sebaiknya kamu mendapatkan makan malam lebih dulu"


Mendengar suara Sherkan yang begitu dekat dan sapuan nafas sang suami terasa tepat di wajah nya, Elvitania membuka pelan bola matanya.


"Aku masih mengantuk"


Jawab Elvitania sambil menelusuri bola mata Sherkan, jarak mereka yang begitu dekat membuat wajah Elvitania seketika berubah ber warna pink.


Meskipun mereka telah bersama bahkan Melewati malam bersama berkali-kali, dia masih merasa malu tiap kali wajah, mata dan bibir mereka bertemu.


Dan yang paling dia sukai dari Sherkan, laki-laki itu selalu bergerak dan memperlakukan dirinya dengan begitu lembut, bahkan selalu berusaha Menjaga hati nya, tidak membicarakan peristiwa lama yang bisa menyakiti perasaan Elvitania.


"Tapi kamu belum mengkonsumsi makanan apapun sejak siang tadi hmmm"


"itu akan berpengaruh pada kesehatan kamu"


Sherkan mencoba mengingatkan dirinya.


Perempuan itu terlihat berfikir, yah kali terakhir mungkin benar siang tadi dia mengkonsumsi sedikit makanan bahkan sekarang ternyata sudah sangat malam.


"He em"


Pada akhirnya Elvitania mengangguk kan kepalanya, memberikan tanda setuju jika dia akan pergi makan.


Seketika sebuah senyuman mengembang dibalik bibir dan wajah Sherkan.


Laki-laki itu kemudian mencium lembut bibir Elvitania untuk beberapa waktu kemudian melepaskan ciumannya dan berkata.

__ADS_1


"Aku akan menyiapkan nya"


Dan seperti biasa, Elvitania Terkejut dengan ciuman yang diberikan oleh Sherkan. perempuan itu menyentuh lembut bibirnya sambil menatap punggung Sherkan yang mulai berbalik arah menjauhi dirinya.


__ADS_2