Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Ingin dia lebih bisa mengontrol emosi nya


__ADS_3

Mansion Utama Sherkan


Beberapa jam setelah kejadian di gedung pesta


01.45 am


"Kau fikir aku menyukai nya? kau fikir aku bahagia? bahkan meskipun kau berikan semua harta Azzura pada ku, kau tidak akan pernah bisa mengembalikan kebahagiaan dan senyuman ku seperti dulu lagi, bushit dengan semua nya, kau seharusnya berkaca dengan dirimu"


Elvitania bicara sambil menatap marah kearah laki-laki dihadapan nya itu.


"Kau jangan bermimpi untuk bisa masuk kedalam hati ku, dan jangan pernah bermimpi untuk memperbaiki hubungan kita menjadi baik-baik saja"


Serkan Tampak diam, dia hanya mencoba menjadi suami yang baik, dia mencoba menyenangkan istri nya, tapi dia tidak tahu jika apa yang dilakukan nya membuat perempuan itu begitu marah dan semakin membenci nya.


Hahhhhh


Seketika Sherkan terbangun Secara spontan, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.


Ternyata Mimpi!.


Batin nya sambil menyentuh pelan keningnya.


Laki-laki itu menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu, dia baru sadar jika dia terlelap di ruangan kerja nya.


Memilih tidak tidur di kamar setelah kejadian semalam.


Kemarahan Elvitania terlihat begitu memuncak, ketika melihat dia memukul Hairam tanpa menggunakan akal sehatnya.


Mungkin dia gila, tapi Hairam benar-benar melewati batasan nya, laki-laki itu sudah cukup keterlaluan menurut nya.


Hubungan dia dan Elvitania jelas masih buruk, bisa-bisa nya laki-laki itu ingin semakin memperunyam keadaan.


"Aku jelas tidak memiliki toleransi lagi kali ini, tapi karena Elvitania yang meminta melepas kan kamu, aku melepas kan kamu kali ini"


Sherkan bicara sambil menatap tajam bola mata Hairam.


"Tapi satu kali lagi aku melihat kamu melampaui batasan mu, aku tidak segan-segan mendepak kamu dari keluarga Azzura, termasuk bibi kedua dan kamu sendiri"


Setelah berkata begi Sherkan langsung beranjak pergi meninggalkan semua orang begitu saja.


Bahkan diperjalanan dia dan Elvitania memilih untuk saling berdiam diri, tidak bicara apa-apa sama persis seperti ketika mereka pergi tadi.


Mereka lebih sibuk bergelayut dengan pemikiran masing-masing.


Sejenak Sherkan mencoba untuk bersandar di kursi ruang kerjanya, dia mencoba memejamkan bola matanya sejenak.


********


Disisi lain


Kamar utama Sherkan dan Elvitania


Elvitania terlihat duduk di tepian kasur untuk beberapa waktu, dia masih menatap amplop pintu yang ada di tangan nya itu untuk beberapa waktu.


Sejenak perempuan itu memejamkan bola matanya, Elvitania mencoba untuk menarik pelan nafasnya.


"Kenapa kakak menampar kak Sherkan? apa kakak percaya dengan ucapan Hairam? dia itu laki-laki penipu"

__ADS_1


Rubi terlihat kesal, bertanya bingung ke arah Elvitania.


Secepat kilat Rubi berbaik, mencoba menjauhi Elvitania dan Violet untuk beberapa waktu.


Melihat Rubi menjauh, Violet berusaha untuk menggenggam erat telapak tangan Elvitania, mencoba untuk bicara dari hati ke hati dengan dirinya.


Kau tahu kenapa aku marah? aku tidak membela Hairam, sedikit pun tidak.


Tapi aku ingin berusaha mengingatkan Sherkan agar dia bisa mengontrol tingkat emosional nya yang tinggi.


Dibalik ingatan yang mungkin aku lupakan, Didalam ingatan ku yang sekarang, laki-laki itu selalu tidak bisa mengontrol emosi nya sendiri.


Jika dia bisa mengontrol emosi nya sendiri, mungkin malam itu kejadian nya akan berbeda.


Tidak ada tragedi malam kelam yang harus aku lewati bersama dirinya.


Dia selalu saja melakukan sesuatu dan bertindak gegabah ketika dalam kondisi mendesak, aku ingin dia belajar dari banyak peristiwa, bagaimaa cara nya belajar untuk mengendalikan kemarahan ketika seseorang memancing kita untuk bertindak salah.


Seharusnya dia bisa membaca arti dari tatapan ku, apakah aku akan percaya begitu saja dengan ucapan Hairam saat itu.


Aku hanya butuh waktu mencari tahu soal kebenaran Dimasa lalu, merangkai setiap hal yang aku dapatkan atau aku terima satu persatu.


Dan marah jelas tidak bisa menyelesaikan persoalan apapun, karena itu aku tidak pernah lagi menampilkan kemarahan dihadapan nya dalam beberapa waktu ini seperti Pertama kali kami menikah.


Aku hanya butuh waktu untuk menerima keadaan, aku hanya butuh waktu membiasakan diri untuk terbiasa bersama dengan nya.


Hingga aku menemukan soal ingatan yang aku lupakan.


Karena aku jelas telah terbiasa bersama Zahir selama ini, yang aku tahu aku melewati masa-masa indah bersama Zahir tanpa pernah ada memori soal Sherkan didalam kepalaku.


Ucap Elvitania sambil menatap dalam bola mata Violet.


Sejenak perempuan itu terdiam saat dia melihat apa isi di dalam amplop tersebut.


Seketika rasa sakit dikepalanya menghantam tiba-tiba.


Satu ingatan menghantam dirinya.


"Naiklah ke punggung ku"


Sherkan bicara cepat ke arah Elvitania.


"Aku cukup berat, tuan Sherkan"


"Come sayang berhenti memanggilku tuan, naiklah itu akan menyakiti kamu jika terus memaksa nya berjalan"


"Tidak mau ini seperti memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan"


"Aku tidak pernah melakukan nya, jika aku suka aku melakukan nya Elv"


Laki-laki itu berbalik lantas menatap dalam bola mata Elvitania.


"What? berhenti menatap ku seperti itu"


Elvitania menyentuh lembut tengkuk nya, seketika wajah nya memerah, seketika degub jantung nya berdetak jauh lebih kencang dari sebelumnya.


"Kau ini cerewet sekali"

__ADS_1


"Karena aku cerewet maka nya tuan mengajak ku berkencan bukan?"


Dia berusaha untuk mengalihkan perasaan nya, mencoba ber balik tapi..


"Oh god"


Buru-buru Sherkan menunduk kemudian tiba-tiba Laki-laki itu menggendong Elvitania ala bridal style.


"Akhhhh Sherkan"


"What?"


"Lepaskan"


Elvitania mencoba melepas kan Diri, dia memaksa turun dengan cepat.


"No


Sherkan terus berusaha menggendong nya.


"Ini memalukan"


"Memang nya siapa yang melihat?"


"Kameranya"


Elvitania bicara sambil menunjuk ke arah CCTV di berbagai sudut Ruangan, dia berusaha untuk melepaskan diri dari gendongan Sherkan.


"Oh come Elv, ini tidak lucu"


"Tentu saja lucu, kau tahu tuan dari kamera akan tersebar gosip yang sangat viral, mereka akan bilang aku menggoda tuan, padahal aku tidak menggoda, tuan yang menggoda ku...."


"Iya aku yang menggoda mu lebih dulu"


"Ahhh dia mengaku juga akhirnya, benar tuan lebih dulu..."


"Elv tidak bisakah kamu diam?"


Potong Sherkan cepat.


"Nope, kamu tahu aku ini tidak bisa mengontrol Bi...."


Belum juga Elvitania menyelesaikan semua ucapan nya, tiba-tiba saja laki-laki itu menurunkan gendongan nya, dia mendorong dan merapatkan tubuh Elvitania ke dinding dan...



...(Hanya visual)...


...Bayangkan saja ini Sherkan dan Elv di masa lalu...


"Sherkan aku.."


"Sstttt"


*******


Catatan \= Didalam ingatan Elvitania, sebelum kecelakaan dan Semua orang membuat dia lupa pada beberapa kepingan ingatan lainnya.

__ADS_1


Amnesia ada banyak macam nya yah Makkk, untuk Amnesia Elvitania ini dimana Pengidap amnesia ini akan mengalami hilangnya ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak. Amnesia jenis ini tidak akan merusak ingatan di masa lalu atau yang baru saja terjadi.


Tapi ada beberapa memori yang tiba-tiba hilang begitu saja secara acak tanpa bisa dikendalikan, apalagi jika Ingatan nya diganti, jadi dibawah alam sadar akan berfikir jika peristiwa itu tidak pernah terjadi.


__ADS_2