Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Sah dan begitu indah


__ADS_3

Catatan \= Mak author ga bikin undangan dan lain sebagainya Mak yah sebab sibuk banget Mak berapa waktu ini, ga stay di tempat, lagi proses bangun rumah+mondar-mandir karena pekerjaan+harus update cerita kiri kanan demi kepuasan pembaca+ngurusin anak+mana lagi harus otw ke sana-kemari karena pekerjaan lainnya+hajatan yang menumpuk dari keluarga besar yang tidak ada hentinya 🤧😭, jadi Maafkan lah yah Mak no undangan dan Rubi dan Arch langsung nikah aja yah Mak kan masih secara ke'agamaan juga🙏🏻🙏🏻.


*******


Begitu Arch mengucapkan janji pernikahan dalam satu kali tarikan nafas, seketika dia sadar Karena saat Ijab terucap,Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan ALLAH,dengan disaksikan para malaikat dan manusia.Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu,maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu.


Ada Tanggungjawab BESAR Suami Selepas Ijab Qabul terucap.


Kalimat ”Saya terima nikahnya si…. binti si…. dengan mas kawin.. di bayar tunai….”. Singkat, padat dan jelas.Tapi banyak laki-laki yang asal mengucapkan janji tanpa tahu makna “perjanjian atau ikrar” tersebut.


Itu tersurat tetapi apa pula yang tersirat.


Yang tersirat ialah : “Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya. Dosa apa saja yang telah dia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku.


“***Aku juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, suami yang dayus dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku karena akhirnya isteri dan anak-anakku yang akan menarik aku masuk ke dalam Neraka Jahanam. Dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku.


"Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapka isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala***.”

__ADS_1


Jika aku gagal?


”Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku,” (HR.Mu slim).


Arch menatap wajah gelisah milik Rubi, dia fikir disinilah perjuangan sesungguhnya yang akan dia mulai.


Saat Didalam kandungan, Ibu nya yang berjuang untuk dirinya, saat lahir hingga dewasa ayah dan ibu nya pula yang terus memperjuangkan dirinya, menafkahi dirinya dan mencukupi apa yang sejatinya menjadi tanggung jawab orang tua nya.


Tapi hari ini orang tua nya jelas telah melepaskan tanggung jawab nya sebagai seorang anak, karena sejatinya dia telah menjadi suami dari gadis yang baru saja dia nikahi


Dia yang akan mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang terjadi pada Rubi dari ujung kaki Hingga ke ujung kepalanya.


Seulas senyuman mengembang dari balik bibir Arch begitu semua orang berkata.


Sah?.


Sah.

__ADS_1


Sah.


laki-laki itu terlihat menghela lega nafasnya.


Bisa dia lihat Rubi menatap nya dengan bola mata yang berkaca-kaca, seolah-olah gadis itu masih tidak paham mau di bawa kemana hubungan mereka.


Begitu Rubi menyalami tangan nya, Arch langsung menyentuh kedua belah pipi gadi itu, sambil menyentuh dan meniup ubun-ubun Rubi dia bergumam


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."


Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


"Pernikahan ini sah dan indah, tidak pernah terlintas dikepala ku untuk mengakhiri nya"


Bisik Arch sambil mencium lembut pipi kanan Rubi.


Sejenak Rubi membeku, menatap Arch yang melepaskan ciuman nya, laki-laki itu terlihat mulai berbicara dengan orang-orang yang memberikan selamat kepada mereka sambil tangan Arch menggenggam erat telapak tangan nya.

__ADS_1


Begitu hangat dan kokoh, persis seperti Papa nya yang selalu menggenggam erat telapak tangan nya ketika dia berada didalam ribuan situasi selama hidupnya.


__ADS_2