
Kembali ke masa lalu
Ulang tahun perusahaan Hillatop company
Jelang Malam tahun baru
Sebelum Elvitania dan Zahir berpacaran
Disebuah kamar mendominasi berwarna gelap, beberapa pelayan terlihat sibuk menyiapkan beberapa keperluan tuan nya.
Seorang perempuan sibuk memakaikan jas di tubuh Sherkan, Rubi sang adik bungsunya terlihat sibuk menatapi kuku-kuku indah nya.
"Kak"
"Hmm?"
"Sudah bertemu pengganti kak Violet?"
Tanya Rubi sambil memicingkan bola mata nya.
Alih-alih menjawab, Sherkan malah terkekeh kecil.
"Kenapa?aku kan hanya bertanya"
Gadis berseragam SMA itu terlihat memunyungkan bibirnya.
"Pergilah mandi, ganti seragam mu dengan pakaian yang kakak berikan kemarin"
Ucap Sherkan sambil membiarkan seorang pelayan memilihkan sebuah pin untuk dirinya.
"Harus Serapi itu?"
Rubi mengerut kan keningnya.
"Ini ulang tahun perusahaan, bukan pesta kembang api perayaan tahun baru sayang"
Ucap Sherkan sambil mengembang kan senyuman nya.
"Tapi ini juga pesta penyambutan malam tahun baru kakak"
Protes Rubi cepat.
"Pakaian sedikit sek..si tidak apa-apa kan?"
Rubi memiringkan kepalanya.
"No.."
Sherkan langsung menatap tajam ke arah Rubi.
"Tidak boleh ada pakaian sek..si"
"Aiyooooo dia benar-benar pelit"
Rubi menghela nafasnya berat, secara perlahan gadis itu beranjak dari sana menuju ke arah kamar nya.
"Apa nona muda ikut juga?"
Bibi Saimah bertanya soal Xena.
"Aku fikir tidak, setelah melahirkan Hasna, Xena cukup sulit kesana-kemari BI"
"Baiklah"
Kemudian Sherkan terlihat menggunakan sepatu Milik nya secara perlahan.
*******
Gedung Hillatop company
jelang acara puncak
Perayaan ulang tahun perusahaan
Sekumpulan orang-orang tampak memposisikan diri mereka masing-masing di beberapa sudut kursi sofa, lautan manusia memenuhi gedung Hillatop company malam ini.
Susunan meja makan yang tertata dengan rapi telah terisi sempurna dengan berbagai macam makanan yang ada di atas meja.
__ADS_1
Barisan minuman memenuhi seluruh sudut ruangan, di salah satu sisi gedung terdapat susunan champagne yang menawan.
Beberapa meja terlihat disediakan beberapa susunan champagne sederhana.
Sherkan menatap sejenak ke arah depan ketika seorang perempuan mencoba menyapa Dirinya, Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya.
Dia lagi.
Sherkan membuang pandangannya.
Liez berjalan mendekati dirinya dengan langkah anggun nya.
Disatu sisi lain, di pintu masuk ruangan Elvitania berjalan perlahan dengan perasaan bingung ke arah dalam gedung Hillatop.
"Pak, tidak bisakah aku pulang saja?"
Gadis itu bertanya sambil terus mengikuti laki-laki yang ada disampingnya.
Zahir terlihat terus berjalan mendahului dirinya, bola mata nya tetap fokus menatap ke arah layar handphone milik nya.
"No... mereka akan menggantikan pakaian mu"
Zahir bicara sambil membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba.
Hahhhhh?!.
Elvitania terkejut Dengan gerakan tiba-tiba bos nya tersebut.
Seketika dia berhenti melangkahkan kaki nya, gadis itu buru-buru duduk sambil menyentuh daun telinganya.
"Oh shii...t"
Zahir mengumpat.
Gedubrakkkk
Laki-laki itu seketika ambruk ke bawah menabrak tubuh Elvitania yang tiba-tiba duduk tanpa alasan yang jelas.
Seketika Elvitania membuka sebelah bola matanya.
"Elvitania..."
Zahir berteriak kesal sambil mencoba bangun dari posisi jatuh nya.
Gadis itu seketika terkejut, langsung berdiri sambil berusaha menahan tawanya.
"Yang menyuruh kamu duduk siapa?"
Wajah Zahir seketika memerah, dia fikir bagaimana bisa laki-laki berwibawa seperti dia kejengkang karena seorang gadis muda yang...
"Oh... god"
"Itu untuk menghindari insiden ala-ala di drama-drama percintaan luar negeri pak"
Jawab Elvitania sambil menaik turunkan alisnya.
"Apa?"
"Kan biasa nya pak, sekretaris tiba-tiba menabrak punggung pak direktur"
Elvitania bicara sambil mendekati Zahir, dia memutar tubuh Zahir kemudian pura-pura menabrakkan Diri nya ke punggung laki-laki itu.
Apa?.
Zahir terkejut.
Elvitania kemudian membalikkan tubuhnya dengan cepat agar kembali menghadap ke atas gadis itu.
Zahir mencoba untuk mundur, tapi tiba-tiba tangan Elvitania meraih cepat tangan kanan nya, dengan cara sedikit memaksa dia kembali berkata.
"Terjadi adegan hampir jatuh"
__ADS_1
Gadis itu bicara sambil meletakkan tangan Zahir ke pinggang nya, dia mencoba memiringkan tubuhnya, mempraktekkan adegan yang sering dia tonton di televisi.
"Direktur meraih pinggang gadis cantik kemudian terjadi adegan pandang-pandangan"
Setelah berkata begitu dia mengedip-ngedipkan bola matanya.
Melihat ekspresi wajah cantik dan menggemaskan Elvitania seketika membuat Zahir tidak bisa bernafas dengan baik.
Seketika Elvitania membenahi posisi nya, membuang dan mendorong tubuh Zahir dengan gerakan refleks.
"Ckckckckkc itu sangat menjijikkan dan pasaran sekali pak"
Oceh Elvitania.
"Apa kau pikir kau ini cantik?"
Tanya Zahir tiba-tiba.
"Oh tentu saja, bapak tidak lihat? aku saat disekolah jadi top 1 loh pak, bahkan di kampus menang jadi Miss beautiful"
Elvitania memuji cepat dirinya sendiri.
"Oh god, yang berkata kamu cantik pasti sudah gila"
"Aihhhh dia benar-benar punya mata yang payah"
Elvitania menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bapak perhatian wajah ku baik-baik, aku ini Cantik pak, catat CANTIK"
Elvitania bicara sambil memajukan wajahnya, dia meminta Zahir menatap lekat-lekat wajah nya.
"Coba lihat baik-baik"
Lanjut Elvitania lagi sambil memejamkan kedua bola matanya.
Lagi jantung Zahir berdetak tidak beraturan.
Dia menatap wajah itu cukup lama.
Yah dia tahu gadis itu memang cantik.
Secepat kilat Zahir memukul kening Elvitania.
Takkkk
"Akhhhhh"
Gadis itu meringis.
"Bapakkkk"
Dia mengelus keningnya pelan.
"Berhenti membuat pernyataan tidak masuk akal, pergi kedalam cepat"
Zahir mengibas-ngibaskan tangan nya.
Melihat ekspresi Zahir seketika Elvitania mengerut kan keningnya.
"Wajah bapak kenapa tiba-tiba memerah?"
Dia bertanya sambil memiringkan kepalanya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika Zahir tersadar dari pemikiran nya.
"Kau.... lupakan saja, pergi ke ruang ganti dan tunggu sampai penata rias dan desainer nya datang"
Zahir menggeram, dia mencoba menahan berbagai macam perasaan nya.
"Aku pulang saja pak"
"No..."
"Bapakkkk"
Alih-alih peduli rengekan gadis dihadapannya, Zahir secepat kilat mendorong tubuh Elvitania agar segera menjauh dari nya.
__ADS_1
"Oh god, otak ku Tiba-tiba terkontaminasi sesuatu"
Zahir bicara sambil mencoba menghela nafasnya kasar, dia mencoba mengendurkan dasinya dengan cepat.