Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Cukup sulit


__ADS_3

Setelah bergulat dengan waktu yang panjang antara mau dan tidak mau masuk juga tinggal bersama di kamar Sherkan, bahkan Elvitania lebih memilih untuk menghabiskan waktu sebelum langit benar-benar menggelap pada akhirnya perempuan itu melangkah menuju kekamar utama milik Sherkan.


Secara perlahan dia membuka pintu kamar dihadapan nya itu, setelah membuka pintu tersebut Elvitania sejenak berdiri di ambang pintu, menelusuri kamar mendominasi berwarna gelap tersebut.



sejenak Elvitania mematung, dia fikir persis seperti ucapan kakak iparnya, kamar itu terlihat begitu menyeramkan untuk ukuran kamar laki-laki.


Tapi bukankah dia tidak punya hak dan urusan untuk protes dengan laki-laki tersebut?!.


Toh Elvitania fikir dia akan pindah di kamar nya lagi setelah semua keluarga kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Perempuan itu melangkah menyusuri kamar, ukuran nya memang besar tapi cukup sulit untuk bergerak kesana-kemari sebab mata akan dengan mudah mengawasi sekitar nya.


Elvitania menghela pelan nafasnya, dia fikir mungkin kursi sofa adalah pilihan terbaik untuk dirinya tidur.


Tapi.... sejenak Perempuan itu diam, menatap pakaian pengantin nya untuk beberapa waktu.


Dia seharusnya mengganti pakaian nya lebih dulu bukan?.


Dengan perasaan bingung Elvitania mencoba membalikkan tubuhnya, kembali keluar dari dalam kamar tersebut dan berfikir mengambil pakain nya di kamar yang dia tempati sebelum nya.


Tapi....

__ADS_1


"semua pakaian Kamu sudah dipindahkan ke kamar Sherkan"


Tiba-tiba ucapan kakak ipar nya tadi mengingatkan dirinya.


Sudah dipindahkan ke kamar Sherkan.


Elvitania menarik nafasnya berat, dia menundukkan kepalanya sejenak.


Dia kembali bergerak, mencoba untuk mencari siapapun yang bisa di mintai bantuan menurunkan resleting belakang gaun pengantin nya.


Dan rupanya tidak di temui nya seorang pun yang ada di luar dan belum tidur saat ini.


Meskipun kaki nya telah mengitari mansion tersebut beberapa kali, tetap tidak dia temui seorang pun di luar sana.


Mengulangi hal yang sama, membuka pintu dan terpaku menatap pemandangan didepannya.


Jika tadi yang dia tatap kamar tidak berpenghuni, kali ini yang dia tatap punggung seseorang yang tidak menggunakan pakaian sama sekali.


Sherkan baru selesai dalam sesi mandinya, memunggungi dirinya dengan hanya menggunakan handuk nya saja.


Seketika Elvitania membuang pendangan nya, dia berusaha mencari pintu kamar mandi untuk masuk kesana dan menghindari Sherkan.


Begitu bola mata nya mendapat kan posisi kamar mandi secepat kilat Elvitania melesat menuju ke arah kamar mandi, membanting pintu dengan gerakan refleks hingga membuat Sherkan menoleh dengan cepat.

__ADS_1


Laki-laki itu sejenak mematung, menatap pintu kamar mandi untuk beberapa waktu.


Kemudian dengan terburu-buru laki-laki itu langsung menggunakan pakaian nya satu persatu.


Didalam Elvitania terlihat menatap ke arah kaca wastafel, dia mencoba meraih gaun pengantin nya untuk beberapa waktu, berfikir dengan keras bagaimana caranya membuka Gaun pengantin milik nya.


Jemari-jemari indah nya beberapa kali kesulitan mencoba menurunkan resleting gaun nya, bahkan dia beberapa kali mencoba menoleh ke belakang, mencari akal agar bisa menurunkan resleting nya selama beberapa waktu.


"Ahhhh Tidak bisakah dia turun?"


Elvitania terus berusaha meraih punggung nya dengan cara meletakkan tangan kanan nya kebelakang.


"Kenapa mereka mencetak pakaian bergitu rumit?"


Di terus bicara sambil mengeluh, merasa kehilangan akal untuk menurunkan resleting nya sejak tadi.


Pada akhirnya Elvitania menurunkan kedua tangan nya, dengan perasaan lelah di melepaskan kedua tangan nya, menatap kearah cermin untuk beberapa waktu.


Perempuan itu mundur beberapa langkah, membiarkan tubuhnya bersandar di dinding kamar mandi dengan kata menyerah.


Fuhhhhh


Elvitania menghela kasar nafasnya untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2