
Mendekati akhir perjanjian 2 tahun pernikahan.
Mansion utama Khalid.
kamar utama Khalid dan Alessia.
Alessia menatap punggung laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, laki-laki dihadapan nya itu telah rapi dengan pakaian kerja nya, dia baru selesai merapikan rambut nya dimana Khalid menunggu pelayan yang biasa memasangkan dasi nya untuk membenahi dasi kerja nya.
Seperti kata Almarhum Hana, laki-laki tersebut tidak pernah bisa melakukan nya, meskipun dulu dia berkali-kali mengajari nya, laki-laki tersebut selalu gagal melakukan nya.
"Bi tori... Bibi dimana bi Ina?"
Khalid bertanya tidak sabaran, dia pikir sepertinya dia cukup terlambat ke perusahaan mengingat hari ini ada pertemuan penting dengan pihak perusahaan lain dalam proyek kerjasama baru.
Sejak kematian Hana, 1 tahun pertama terasa berat, dia mengalami penurunan kesehatan dan stress patah, Kallan dan Pinkan jelas terpukul berat dengan kematian mama nya bahkan laki-laki tersebut menyalahkan diri nya berkali-kali atas kematian perempuan yang dia cintai tersebut.
Putra nya kecewa dengan banyak alasan, namun meskipun begitu, Kallan tidak kunjung dewasa, dia lebih memilih lari semakin jauh dari Khalid dan tidak kembali ke rumah kecuali hari raya atau tahun baru.
Awalnya semua masih bisa dikendalikan, Kallan masih mau pulang, tapi di tahun kedua, saat laki-laki tersebut tahu siapa gadis yang dinikahi papanya, kemarahan Kallan semakin menjadi-jadi.
Perempuan ******.
Itu yang disematkan Kallan untuk Alessia, meskipun rasanya sakit Alessia memilih untuk diam dan tidak membela diri, bahkan Yash juga enggan untuk menjelaskan.
Dan Yash cukup terkejut saat dia tahu Alessia pernah berpacaran dengan putra nya.
Kau menampilkan wujud asli mu, menolak laki-laki muda yang tulus Karena uang, kau benar-benar gadis mengerikan, matrealis dan sangat tidak tahu malu.
__ADS_1
Barisan kalimat itu yang di ucapkan Yash pada Alessia ketika tahu gadis tersebut mantan kekasih putra nya.
Yash tidak habis pikir bagaimana bisa Alessia menikahi dirinya dan melepaskan tangan hanya karena kalian tidak mengatakan soal statusnya Yang adalah putra dari orang kaya.
Hal tersebut menambah yakin dirinya jika alis yang menikah dengannya karena uang.
Gadis itu tidak pernah menjawab dan memberikan alasan, dia hanya melebarkan senyuman nya kemudian tetap berlaku layaknya seorang istri yang berbakti, merawat Yash, mengabdikan seluruh hidupnya untuk suaminya.
Dimulai dari bangun tidur, menyiapkan semua kebutuhan Yash hingga Yash akan tidur lagi, kecuali urusan ranjang, mereka tidak saling bersentuhan Selama 2 tahun pernikahan mereka.
Tidur dikamar yang sama karena takut menimbulkan kecurigaan dari Diana dan ayah Hana tapi tidak tidur di kasur yang sama.
Dan lagi hingga hari ini tetap tidak ada cinta di hati Yash untuk Alessia, meskipun tidak dipungkiri Alessia cukup banyak membantu diperusahaan, tapi bagi nya Alessia memang pantas memberikan pengabdian nya atas uang dan fasilitas hidup yang pernah ditawarkan oleh Hana pada nya.
"maaf tuan, Ina izin tidak masuk karena putri nya sakit"
"Bibi bisa bantu?"
Tanya Yash sembari mengulurkan dasinya.
Wanita tersebut menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Maaf tuan"
Dia menundukkan kepalanya penuh penyesalan.
Wanita itu pikir seharusnya dia belajar membuat simpul dasi selama ini, belajar mengikat agar diwaktu kepepet seperti hari ini dia bisa menggantikan posisi bi Ina.
__ADS_1
Yash terlihat gusar, dia pikir bagaimana dia pergi tanpa dasi?!.
Laki-laki tersebut kemudian bertanya.
"Ehran mana?"
"Sudah pergi ke perusahaan lebih dulu"
Yash meringis dalam hati, menghembus kan kasar nafasnya.
"Tukang kebun bisa?"
Pertanyaan Yash sebenarnya sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa tukang kebun menyimpulkan dasi dan mengikat dasi, entahlah itu apakah hanya bentuk basa-basi atau karena otaknya sudah ngeblank karena tidak ada lagi orang yang bisa dia mintai bantuan.
Mendengar pertanyaan tuan nya bibi Tory jelas saja menggelengkan kepalanya.
"Cuma bisa merumput dan menanam kembang tuan*
Wanita tua itu menjawab dengan polosnya.
Alessia yang tangannya sejak tadi sibuk menyiapkan sarapan untuk Yash, serta membuatkan kopi untuk laki-laki tersebut seketika mengembangkan senyumannya karena geli, gadis itu menggelengkan kepalanya secara perlahan.
Setelah tangannya selesai menyiapkan sarapan untuk Yash, Alessia membalikan tubuhnya nya dengan cepat kemudian dia melangkahkan kakinya mendekati Yash.
"Berikan pada ku hmm, aku akan bantu memasangkan nya"
Alessia bicara sembari menyulurkan tangan nya, dia menatap dalam bola mata suaminya, menunggu Laki-laki tersebut memberikan dasi nya dan mengizinkan dia menyentuh Laki-laki tersebut.
__ADS_1
Melihat Alessia yang telah berdiri di hadapannya dan mengajaknya bicara seketika membuat Yash terdiam.