
Laki-laki itu fikir dia tidak pernah berharap bakal mendapatkan respon hingga seperti ini, membuat Elvitania bahagia bersama dengan dirinya itu sudah cukup.
Tidak menorehkan luka yang sama, memperlakukan dirinya secara istimewa, bisa mengembalikan senyuman yang dulu seperti semula itu sudah cukup baginya.
Tapi malam ini satu pelukan dari Elvitania membuat dia kehilangan kata-kata nya.
Tangan yang cukup bingung harus bagaimana pada akhirnya perlahan naik dan balik memeluk erat tubuh istri nya.
Sherkan memejamkan bola matanya secara perlahan, menikmati moment indah ketika perempuan itu menangis lirih di Balik telinga nya sambil memeluk erat tubuh nya.
Laki-laki itu menikmati aroma lembut dari balik rambut yang tergerai indah Tersebut.
Ah entahlah, dia berharap ini bukan mimpi. Sebab Sherkan takut terjaga saat ini juga dan kehilangan moment berharga yang telah lama dia nantikan hingga hari ini.
Bagaimana dia harus mengatakan nya?!.
Dia begitu mencintai Elvitania, setelah sosok Violet, perempuan ini adalah satu-satunya orang yang mampu menjungkirbalikkan dunia nya.
Jika Violet pernah menjadi cinta pertama nya, Elvitania jelas adalah cinta serta pelabuhan terakhir nya, dia berharap bisa menyongsong masa depan bersama nya, memiliki anak-anak bersama, menjalani hari-hari indah bersama, berbagi suka maupun duka bahkan melewati hati Hingga rambut ber uban dan wajah mengeriput bersama.
Meskipun perihal kebohongan dimasa lalu membuat dia harus menelan pil pahit untuk waktu yang begitu lama, tapi dia Anggap itu adalah jalan dan ujian dirinya untuk mendapatkan apa yang seharusnya memang di gariskan oleh Allah untuk diri nya.
Bukankah buah kesabaran itu begitu manis? lalu kenapa banyak orang tidak sabar menunggu hasil akhir yang telah di persiapkan oleh Allah?!.
Mereka lupa dengan banyak hal, terbawa arus dalam pelukan hangat yang tidak pernah didapat.
Hingga akhirnya suara Hasna mengejutkan mereka.
"Uncle? Untie?"
Hasna menarik-narik baju dan celana Sherkan secara perlahan.
Seolah tersadar mereka langsung saling melepas kan pelukan.
Elvitania seolah-olah menyadari sesuatu, dia fikir dia baru saja spontan memeluk Sherkan.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba wajah nya memerah, dia bahagia, merasa begitu bahagia dengan kejutan nya.
Itu kamar impian nya, dia bahkan pernah membuat sketsa nya di buku diary nya.
Dulu dia berharap Ayah nya akan menciptakan surga yang dia impikan dimasa anak-anak nya, tapi dia sadar siapalah mereka.
__ADS_1
Kini tidak menyangka, laki-laki yang ada dihadapan nya itu mengabulkan semua impian nya.
Sherkan langsung membungkukkan tubuhnya, dia meraih Hasna dan menggendong nya dengan cepat.
"Ada apa Sayang?"
Sherkan bertanya kepada sang keponakan nya itu.
"Kita tidur disini?"
Tanya Hasna cepat.
"Tanyakan pada Untie, mau tidur disini atau di kamar biasanya"
Laki-laki itu bicara sambil menoleh ke arah Elvitania.
"Kita tidur disini untie?"
Hasna kembali bertanya pada Elvitania.
Perempuan itu tampak mengembangkan senyuman nya, mengangguk kan kepalanya dengan wajah bahagia.
Ada kedamaian paling indah untuk Sherkan?!.
"Horeeee"
Hasna berteriak bahagia, langsung begitu antusias, memaksa semua orang agar pergi ke atas kasur sekarang juga.
"Kita naik ke kasur"
Gadis kecil itu secepat kilat meminta turun dari gendongan Sherkan, melesat pergi berlarian menuju ke arah kasur kemudian langsung naik ke atas nya.
Elvitania dan Sherkan berjalan menyusul ke arah kasur, kemudian mereka terlihat duduk disisi kiri dan kanan Hasna.
"Berikan Hasna ciuman selamat tidur Uncle dan Untie"
Ucap Hasna cepat, menyodorkan wajahnya ke arah ke dua orang itu.
"Ya?"
Elvitania terlihat bingung.
__ADS_1
"Hanya ciuman selamat tidur"
Rengek Hasna lagi.
Sherkan terlihat terkekeh.
"Aihhh dia begitu manja, baiklah kemari"
Ucap Sherkan cepat.
"No bersama-sama"
Hasna merengek lagi.
"Hasna hitung hingga ke 3 hitungan"
Gadis kecil itu Bicara kemudian memejamkan bola matanya.
Elvitania terlihat bingung, melihat Sherkan melebarkan senyuman nya dan mengangguk dia hanya diam dan menurut.
"1"
"2"
Begitu Hasna menghitung mereka langsung menempatkan posisi mereka masing-masing.
"3"
Begitu hitungan ke tiga mereka langsung mencium Hasna tapi......
Siapa sangka Hasna memundurkan tubuhnya, gadis kecil itu menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, dia tertawa malu-malu saat Sherkan dan Elvitania Saling berciuman.
Kedua orang itu saling menautkan bibir mereka begitu saja karena di kerjai Hasna.
Seketika Elvitania membulat kan bola matanya karena terkejut dengan Hel refleks yang terjadi di antara mereka.
******
Catatan \=
Bayangkan betapa terkejutnya Elvitania waktu bibir Sherkan melesat ke bibirnya Mak???.
__ADS_1
Keponakan nya nachal ya makkkk🤭🤭🤭❤️❤️😂🥰🥰🥰🤣🤣🤣