
Perempuan itu cukup terkejut melihat Sherkan sudah ada tepat dihadapan nya saat ini, dia fikir laki-laki itu sudah terlelap tadi.
Elvitania jelas memejamkan bola matanya, dia cukup malu sambil berfikir apakah Sherkan tahu dia menyentuh kepala nya tadi?!.
"Elv?"
Bisikan Sherkan kembali terdengar.
Elvitania membuka perlahan bola matanya, seketika bola mata mereka saling menyatu untuk beberapa waktu.
"Kamu menyukainya?"
Tanya Sherkan lagi.
Secara perlahan Perempuan itu mengangguk kan kepalanya.
Seulas senyuman mengembang dibalik wajah Sherkan.
"Ini dikumpulkan selama lebih dari 5 tahun, terakhir aku mencari nya di malam kalender pertama 2 bulan yang lalu"
Ucap Sherkan sambil meraih salah satu bola karistal yang berbaris Indah tepat berada di belakang Elvitania.
Laki-laki itu memutar musik nya secara perlahan, begitu suara nya keluar dia memberikan nya pada Elvitania.
Elvitania menerima bola kristal itu secara perlahan, mendengar kan lagunya untuk beberapa waktu.
Itu lagu yang sering dia putar untuk dijadikan penghantar tidur nya.
"Aku meminta mereka membuat lagu nya sesuai Dengan yang kamu suka"
Ucap Sherkan lagi.
Perempuan itu mendongakkan kepalanya, melihat kearah Sherkan sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kamu membuat nya secara khusu?"
Tanya Elvitania pelan.
Sherkan mengangguk.
"Lagu yang ada biasanya standar tidak berubah, setiap bola kristal didesain dengan satu lagu yang sama, jika ingin lagu khusus kamu harus menunggu waktu yang cukup lama untuk bisa mendapatkan nya"
Mendengar kan Jawaban Sherkan, Elvitania terlihat diam, dia menundukkan kepalanya secara perlahan.
"Apa ada yang salah dengan lagunya?"
Tanya Sherkan tiba-tiba.
Elvitania tampak diam, tidak bicara apapun, dia menunduk sambil menatap bola kristal yang tidak lagi mengeluarkan suara nya untuk beberapa waktu
"Elv?"
Sherkan terlihat khawatir, bertanya sambil terus mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu melakukan semua ini?"
Tanya nya dengan suara yang parau.
Tidak tahu kenapa tapi Elvitania merasa bergitu bersalah.
Sejenak laki-laki itu menatap balik bola mata Elvitania, dia kemudian mencoba mengembang kan senyuman nya.
"Kamu pernah menanyakan soal itu dimasa lalu hmmm"
Jawab Sherkan pelan.
"Jawaban nya masih sama Elv, karena aku ingin melihat kamu terus tersenyum bahagia"
__ADS_1
Begitu Sherkan memberikan jawaban nya, tiba-tiba saja seolah-olah Dejavu, beberapa ingatan seakan-akan melayang-layang di atas kepalanya.
Entah mereka ada di mana kala itu, di satu tempat di bawah langit tidak ber atap, jutaan bintang-bintang berhamburan di atas kepala mereka.
Ada jutaan kunang-kunang seolah-olah memenuhi malam.
Sherkan berdiri dihadapan nya sambil melebarkan kedua belah tangannya.
"Kenapa kamu melakukan semua nya pada ku?"
Tatapan berkaca-kaca terlihat di bola Elvitania.
"Karena aku ingin melihat kamu tersenyum bahagia Elv"
Sepersekian detik kemudian secepat kilat Elvitania berlarian berhamburan memeluk Sherkan.
"Aku bahagia, aku bahagia, begitu bahagia"
Ingatan Elvitania seolah-olah menembus waktu yang begitu jauh dan lama, ingatan tidak asing itu kembali menghantam ingatan nya.
Senyuman yang sama, suara yang sama dan kehangatan yang sama pernah terjadi di antara mereka.
"Katakan pada ku, apa kamu mencintai ku?"
"Tidak bisa aku katakan dengan gamblang, kau tahu sayang? ketimbang bicara aku lebih suka membuktikan nya dengan berbagai macam tindakan nyata untuk membuktikan betapa aku mencintai kamu melebihi apapun di Dunia ini"
Secara perlahan Elvitania menyentuh lembut wajah Sherkan, kemudian dia berkata.
"Maafkan aku karena melupakan banyak hal untuk waktu yang begitu lama"
Ucap nya pelan, seketika air matanya tumpah begitu saja.
"Sayang?"
__ADS_1
Sherkan tercekat, dia fikir apakah Elvitania telah mulai mengingat banyak hal soal masa lalu di antara mereka?!.