
Kembali ke masa lalu
Sebelum Malam Yash kehilangan ingatan nya.
Ketika kallan telah lahir.
Hana menancap gas mobil nya sekuat tenaga ke arah bagian Selatan, dengan tangan gemetaran dan panik dia berusaha untuk terus memfokuskan pandangannya.
"Hana aku menemukan Ishika"
Sebaris kalimat tersebut di ucapkan oleh Yash pada dirinya melalui handphone nya.
"Benarkah?"
"Yah, aku takut kita terlambat mendapat nya, dengarkan aku, aku akan menitipkan nya pada Bibi Revina, aku akan kembali memutar untuk menemui ayah mu"
"No..Yash...no...Yash..."
Dia ingin bilang jangan lakukan itu, jangan katakan pada ayah nya soal Ishika, itu akan semakin membahayakan keadaan gadis kecil tersebut, mereka seharusnya menyelamatkan Ishika dan membawa nya menjauh lebih dulu.
Madhuri tidak akan memberikan cela untuk Ishika, tapi seperti apapun dia mencoba menghubungi Yash, dia tidak bisa lagi menghubungkan panggilan nya pada laki-laki tersebut.
"Ishika... Ishika....apa kau baik-baik saja? Berapa tahun kami mencari mu?"
Seketika tangis Hana muda pecah, ingatan nya di masa lalu menghantam Dirinya.
******
Flash back
kembali ke masa lalu
Ketika Kallan telah lahir.
Mansion tersembunyi keluarga Khadafi.
Suara langkah kaki terdengar memecah keheningan malam, seseorang melangkah perlahan dari arah pintu depan, gerakan lamban terdengar nyaris memecah keheningan namun tidak akan berhasil membuat siapapun yang terlelap terbangun dari tidur panjangnya.
Seorang wanita bergerak perlahan berjalan mendekati pintu pada bagian sisi kanan bangunan mansion tersebut dengan tatapan penuh ambisi dan kemarahan.
Sejak awal seharusnya dia telah menduga jika suami nya diam-diam telah bermain dibelakang nya selama ini, seorang perempuan yang tidak pernah dia duga sama sekali rupanya disembunyikan Dari dirinya, suaminya terlalu licik selama ini karena selalu menyembunyikan sesuatu di belakangnya.
Baginya untuk mendapatkan sesuatu dia harus menyingkirkan sesuatu pula tanpa perasaan.
Untuk masuk menjadi nyonya Khadafi dia bahkan menyingkirkan wanita manapun di masa kemarin tanpa pernah ingin memiliki saingan sedikit pun, tapi kini lagi-lagi dia memiliki saingan baru yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya.
Api kemarahan menghantam dirinya kala ini, satu persatu bukti diberikan oleh orang kepercayaannya.
"Khadafi kembali memiliki seorang istri dibelakang mu"
Hahhh bagaimana bisa?!.
Bahkan suami nya telah memiliki anak dengan perempuan tersebut.
__ADS_1
Berani-beraninya kau..!.
Dia ingin tahu, siapa yang bersekongkol menikahkan khadafi dibelakang nya hingga hari ini?!.
Dia bahkan menyingkirkan siapapun dimasa itu tanpa terkecuali meskipun itu adalah istri pertama Khadafi, ibu Hana.
Lalu kali ini bagaimana bisa dia kembali harus bersaing dengan orang baru yang tidak setara dengan nya.
Madhuri sejenak menghentikan langkahnya ketika dia berhenti di sebuah pintu di sisi kanannya, wanita tersebut secara perlahan membuka pintu kamar yang ada di sampingnya itu nyaris tanpa gerakan, dia sengaja datang ke tempat ini dikala waktu malam untuk menyingkirkan perempuan yang katanya adalah istri sirih Khadafi.
Begitu pintu terbuka, bisa Madhuri lihat seorang perempuan terlihat terlelap didalam tidurnya, sama sekali tidak beringsut dari posisi nya.
Begitu nyenyak seolah-olah kesadaran nya telah ditekan sejak awal agar tidak bangun ketika Madhuri tiba di sana.
Wanita tersebut kini bergerak menuju ke arah sisi ranjang, menatap sosok perempuan muda yang tergeletak di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Seulas senyuman mengerikan tampak menghiasi bibir Madhuri, dia terus menatap Perempuan dihadapan nya untuk waktu yang cukup lama.
Hingga pada akhirnya sebuah suara terdengar dari arah depan pintu.
"Selanjutnya apa yang akan kau lakukan?"
Terdengar suara seseorang bicara sambil berjalan mendekati Madhuri.
Madhuri sama sekali tidak menjawab, dia memasukkan tangannya ke kantong baju blazer yang dia gunakan.
"Kau tahu? Aku tidak bisa menyingkirkan dia dengan cara yang brutal, satu-satunya cara dengan membuat dia seolah-olah menelan banyak obat tidur untuk mengakhiri hidupnya"
Bagi nya pilihan obat tidur adalah pilihan paling aman yang bisa dilakukan untuk memusnahkan perempuan dihadapan nya tersebut.
Mengkonsumsi obat tidur dengan dosis Sedikit jelas aman tapi jika dalam dosis besar akan berisiko fatal.
Efek berbahaya dari obat tidur adalah kejang hingga sesak napas, bahkan beberapa orang juga mengalami reaksi alergi yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, mual, dan bengkak. Beberapa dari efek samping ini bisa menyebabkan overdosis yang mematikan.
"kau benar akan memusnahkan nya?"
Perempuan di samping Madhuri bertanya kembali ke arah dirinya.
"yah, lakukan sekarang juga"
Ucap Madhuri kemudian.
Alih-alih menunggu perintah perempuan tersebut mengeluarkan sesuatu dari kantong pakaian nya, sebuah suntikan yang telah terisi cairan obat yang bisa menenangkan tubuh perempuan yang terbaring tersebut.
Perempuan itu telah mengkonsumsi dalam jumlah besar obat tidur nya, ditambah dosis yang lebih tinggi maka akan semakin mempercepat proses kematian nya.
Tanpa menunggu lagi secara perlahan perempuan tersebut menyuntikkan cairan tersebut ke arah tangan Perempuan tergeletak diatas kasur itu secara perlahan.
Bisa dirasakan cairan tersebut secara perlahan memasuki tubuh perempuan yang terbaring tersebut hingga sisa tetes terakhir nya.
Setelah selesai menyuntikkan cairan itu Madhuri memundurkan langkahnya.
"Cari bayi itu hingga dapat"
__ADS_1
Perintah Madhuri lagi kemudian.
Bisa dilihat bagaimana reaksi tubuh perempuan itu saat menerima obat di dalam tubuhnya, seketika seolah-olah tubuhnya mengejang dengan sempurna, reaksi obatnya begitu kencang, hingga akhirnya tiba-tiba tubuh perempuan itu tidak bergerak sama sekali.
"Habisi nyawa nya karena aku tidak mau penerus lainnya akan menjadi penghalang besar untuk putri ku naik menjadi penerus Khadafi, Menghadapi Hana sudah membuat kepala ku terasa ingin pecah"
Lanjut Madhuri lagi kemudian.
Setelah berkata seperti itu Madhuri secepat kilat membalikkan tubuhnya, dia bergerak cepat keluar dari ruangan kamar tersebut tanpa peduli dengan apapun, perempuan itu ikut bergerak keluar dengan cepat dari sana.
Lantas dia menutup pintu kamar tersebut dengan kencang.
Tanpa pernah mereka sadari dibalik pintu tersebut tertutup dalam barisan pakaian panjang yang menjuntai terlihat seorang perempuan keluar dari sana sembari menutup mulutnya gimana bola mata yang mengeluarkan air mata sejak tadi.
Tubuh itu gemetaran, dia mencoba menahan tangisannya yang jelas akan pecah, dia berusaha untuk menetralisir detak jantungnya dan berharap kedua orang itu tidak lagi kembali ke kamar tersebut.
"Nyonya"
Dia bicara lirik sembari terus menutup mulut, tidak tahu harus melakukan apa seolah-olah malam ini akan menjadi hari kematiannya juga.
Itu adalah bibi muda Alessia, Revina.
Tidak.
Dia ingat apa yang dipesan oleh nyonya nya beberapa waktu yang lalu kepada dirinya.
"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada ku, bawa mereka pergi dari negara ini sejauh mungkin bersama Kamran dan Amena, jangan sampai Madhuri menemukan mereka dalam keadaan bagaimanapun juga"
****
Kembali ke masa dimana Yash dan Hana menemukan Alessia dan Agnesia kecil
Ketika usia kallan telah masuk sekolah.
Hana menggenggam erat stir mobilnya, berusaha menahan diri untuk tidak kehilangan kendali, dia menemukan Ishika dalam pencarian panjang atas perintah Almarhum nenek nya sebelum meninggal.
Cari adik mu hingga dapat, singkirkan Madhuri dan Diana.
Meskipun berbeda ibu, kau dan dia tetap lah satu darah.
Kau ingin tahu satu rahasia besar? Ada rahasia besar yang disembunyikan oleh Madhuri soal Diana, anak itu bukan pewaris sah Khadafi, kau dan kembar Ishika yang merupakan pewaris sah Khadafi sesungguhnya.
Dia mencari dua kembar itu setengah mati, Yash lebih dulu mendapatkan nya dan menemuinya, tapi Yash sama sekali tidak pernah menyangka jika dua anak itu saudara kandung nya dimana dia bahkan tidak mengenali keduanya.
Yash menjalin keakraban ditengah hubungan mereka, sesekali membawa si kembar menemuinya.
Hingga satu keadaan menghantar dirinya pada satu keterkejutan saat Yash membawa seseorang menemui dirinya ditengah pencarian nya.
Bibi muda sang kembar Khadafi, bibi Revina.
Aku mohon tunggu lah, aku akan datang sekarang juga.
Gumam nya dengan bibi bergetar.
__ADS_1