
Alessia seketika membulatkan bola matanya saat Yash memanggil nya dengan nama Ishika, gadis tersebut buru-buru menggelengkan kepalanya.
"Kau bicara apa Yash?"
Dia berusaha untuk menghindar, ekspresi wajahnya terlihat sedikit panik dan takut, Alessia seketika langsung mencoba mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya.
Alessia baru menyadari kecerobohan dirinya, seharusnya dia langsung mencari sesuatu untuk menutupi tubuhnya.
ini belum waktunya.
Itu yang ada di dalam hati Alessia saat ini, bukannya dia belum ingin membuka identitas soal dirinya, tapi baginya ini belum saatnya untuk Yash mengetahui identitas sebenarnya dan siapa dirinya.
"Apakah Ishika teman mu? Aku baru mendengar nama nya"
Gadis tersebut buru-buru memalingkan wajahnya, membalikkan tubuhnya dengan panik dan berusaha menarik sebuah kain di lemari walk in yang ada di hadapannya tersebut.
Yash yang melihat ekspresi dan respon dari Alessia seketika langsung berusaha untuk kembali menarik dan membalikkan tubuh Alessia agar menghadap kearah diri nya.
"Aku belum selesai bicara Alessia, sejak awal seharusnya aku mencurigainya, mana mungkin Hana yang seorang pemilih dan sulit beradaptasi dengan orang baru bahkan tidak ingin berbagi suami tiba-tiba mendesak ku menikahi mu"
Laki-laki tersebut menggelengkan kepalanya dengan cepat membalikkan Alessia dan mulai bicara sambil menerka-nerka.
Dia masih kesulitan untuk mengingat dan merangkai kisah masa lalunya, tapi Hana tahu betul siapa Yash dan siapa Alessia, bahkan Diana mengenal baik Ishika di masa lalu.
Seharusnya dia menyadari semua nya dari awal kenapa Hana menyembunyikan identitas Alessia dengan rapat, memberikan Alessia apartemen khusus, memindahkan semua aset milik Hana menjadi milik Alessia bahkan mempercayai dirinya juga anak-anak pada Alessia.
karena sejak awal Hana tahu betul siapa Alessia.
Dari sekian banyak gadis dan perempuan, Hana memilih Alessia dengan identitas tersembunyi, Membuat perlindungan diri khusus untuk Alessia bahkan sangat aneh saat Kanina saudara perempuan nya begitu melindungi Alessia dan menyukai gadis tersebut, seharusnya dia tahu dengan baik soal itu.
Alessia...no Ishika...yah karena gadis dihadapannya itu adalah Ishika, gadis kecil yang di janjikan oleh nya akan dia kembalikan kembali ke rumah orang tua nya yang tidak lain adalah adik Hana dari istri kesayangan ayah nya setelah ibu Hana meninggal, dimana di masa lalu dia mengikat gadis kecil tersebut dengan benang merah di tangan nya, dimana setelah dia dan Hana memilih bersama dan menikah, mereka mencoba melindungi Ishika dari Madhuri tapi sayang gadis kecil itu pada akhirnya menghilang bagaikan ditelan bumi sejak puluhan tahun yang lalu.
"perlihatkan aku kalung mu, biarkan aku membukanya"
__ADS_1
Saat Alessia mati-matian mencoba berkata dia bukan Alessia, Yash dengan cepat mencoba meraih kalung di leher Alessia.
kalung itu begitu sangat dia kenal, bahkan tidak heran jika tuan Khadafi langsung berlaku baik dan mengenal Alessia, karena kalung tersebut menyimpan banyak sejarah dan rahasia antara mereka, karena itu Alessia selalu mencari pakaian tertutup untuk menutup rapat-rapat bagian lehernya selama pernikahan mereka, menyetujui kesepakatan untuk tidak saling berada di kamar ketika mereka membersihkan diri dan menerima ketika Yash mengabaikan dirinya.
"No...Yash... aku tidak paham apa yang kamu maksud"
Alessia terlihat bergetar, berusaha untuk menghindari tatapan Yash dari bola matanya, dia tidak ingin laki-laki tersebut meraih Kalung nya dan membukanya.
Sedikit lagi, biarkan aku menyelesaikan semuanya sedikit lagi.
Alessia pikir ini bukan saat yang tepat untuk nya membuka identitas nya, baginya saat satu persatu orang-orang tahu identitas nya maka semua akan sulit bagi Alessia untuk menyingkir kan Madhuri dan Diana.
Entah bagaimana kejadiannya tiba-tiba saja Yash berusaha menarik dan membuka kalung Alessia, hingga membuat gadis itu membulatkan bola matanya, dia buru-buru meraih kalung nya dari telapak tangan Yash, aksi ambil mengambil terjadi hingga tanpa sengaja Alessia memundurkan langkahnya dan mata kaki nya menyentuh bagian lantai yang dibuat sedikit bertingkat antara kamar dan ruangan walk in closet, hingga membuat keseimbangan Alessia menghilang.
Gadis tersebut terkejut begitu juga dengan Yash, mereka sama-sama saling membukakan bola mata mereka dan panik.
Dalam hitungan detik tiba-tiba Alessia mencari pegangan di dada Yash, dia menarik cepat baju Yash sedangkan Yash yang berniat untuk meraih pinggang Alessia dan mencoba menahan keseimbangan nya seketika terkejut dan ikut kehilangan keseimbangan.
Oh ****.
Yash yang menyadari posisi mereka akan terjatuh seketika langsung menggerakkan tangannya dengan cepat dan membiarkan tangan kanan nya menahan kepala Alessia.
Bagaikan gerakan slow motion mereka terjatuh begitu lamban dengan posisi tidak mengenakkan.
Brakkkkkkk.
"Akhhhh"
Seketika Alessia meringis dan terkejut saat merasakan tubuh nya terjatuh dan ditindih oleh laki-laki dihadapan nya itu, diikuti Yash yang meringis karena telapak tangan nya terasa nyeri dan sakit ketika terhempas dan mencoba menahan belakang kepala Alessia.
Mereka membeku sejenak dan tiba-tiba terasa sesuatu yang dingin menempel di beberapa bagian kulit Yash, bahkan dia merasa sesuatu yang kenyal berada di kedua belah dadanya, begitu lembut dan hangat, membuat jantung nya seketika berdesir merasakan nya.
Seakan-akan Otaknya berkata, berapa tahun kamu tidak merasakan nya Yash?!.
__ADS_1
Itu terasa aneh dan sedikit mengganggu namun merindu.
Begitu juga Alessia yang merasa jika seperti nya dia kehilangan sesuatu yang menutupi tubuhnya diiringi sesuatu yang mengganjal dibawah sana.
Sejenak gadis tersebut diam, mencoba membuka bola matanya dengan cepat, begitu bola matanya terbuka Alessia seketika seolah-olah menyadari segala sesuatu, dia menatap tubuhnya sendiri dengan cepat, gadis tersebut sejenak membeku diikuti Yas Yang tiba-tiba menoleh ke arah bawah.
Seakan-akan mereka menyadari tentang sesuatu, Yash buru-buru menaikkan pandangan nya dan Alessia secara spontan berteriak histeris.
"Akhhhhhhhh"
Dia sadar dia kehilangan handuknya, dia tidak menggunakan apapun saat ini dan tubuhnya di tindih oleh laki-laki di atas nya tersebut.
Wajah Alessia memerah dan dia berteriak histeris, meskipun suami istri ini kali pertama dia tidak menggunakan apapun dihadapan Yash.
Yash seketika panik, wajah laki-laki tersebut memerah dan pemandangan dibawah nya membuat sesuatu dibawah sana mengejang dengan sempurna.
dia berusaha untuk bangun tapi tiba-tiba.
Pranggggg.
Suara Sesuatu yang kacau balau dan pecahan kaca juga beling memecah seluruh ruangan kamar mereka.
Buru-buru Yash dan Alessia menoleh kearah bagian dimana suara keras tersebut berasal.
Bibi Tory membeku setelah menjatuhkan nampan berisi air hangat dan air dingin yang diminta oleh Alessia sebelum gadis tersebut naik keatas tadi.
"Oh...oh...ya ampun, maafkan aku... Oh ya Tuhan"
Wanita paruh baya tersebut seketika terkejut, rona merah dan malu menyeruak di balik wajah tua nya saat dia melihat adegan yang sangat tidak pantas untuk wanita seumur nya lihat saat ini.
Bagaimana bisa dia mengganggu sesi perbincangan tuan dan nona muda nya, wanita tersebut tampak panik dan gugup, malu juga bingung, mencoba membalikkan tubuhnya karena rasa bersalah lupa mengetuk pintu sebab mendengar suara samar-samar teriakan nona nya dari arah depan tadi.
Oh ****.
__ADS_1
Yash seketika mengumpat didalam hati nya karena rasa malu yang menghantam dirinya.