
Setelah Sherkan melangkah pergi ke perusahaan, Elvitania lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya ke atas kasur sambil menonton siaran televisi.
Sembari menunggu kedatangan Rubi dan kakak ipar nya juga si keponakan Cantik nya, Elvitania fikir menghabiskan waktu dengan nonton TV bisa menghilangkan rasa sepi nya saat ini.
Beberapa kali dia menguap, merasa cukup mengantuk karena terlalu lama berhadapan dengan layar televisi.
Sejenak Elvitania menatap layar ponselnya, dia menatap barisan nomor-nomor yang ada di handphone nya untuk beberapa waktu.
Ada keinginan untuk dirinya menghubungi kak Hill nya, tapi batasan yang diberikan laki-laki itu kemarin membuat seluruh keinginan Elvitania seketika menciut.
Dia pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghubungi laki-laki tersebut, lebih memilih menghubungi Violet dan ingin menanyakan kabar nya.
Elvitania fikir meskipun putus komunikasi dengan keluarga Hillatop, setidaknya dia tidak harus putus komunikasi dengan keluarga Hurairah.
Perempuan itu masih menunggu panggilan nya tersambung diseberang sana namun belum juga ada Jawaban nya, hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah balik pintu.
"Ya?"
Elvitania buru-buru menjawab sambil menutup panggilan nya.
Dan seketika dia membulatkan bola matanya saat dia melihat siapa yang baru saja datang masuk ke kamar rawat inap nya.
"Violet?"
Seulas senyuman di Balik bibirnya mengembang.
Violet dan sang suami nya Ghanem melesat masuk kedalam sambil membawa beberapa oleh-oleh yang Elvitania tidak tahu apa.
Perempuan itu seketika menghampiri dirinya dan memeluk cepat dirinya, pelukan erat dan hangat langsung melesat masuk ke dalam dirinya.
Elvitania jelas bahagia, dia fikir seolah-olah apa yang dia harapkan langsung di kabulkan oleh Allah.
__ADS_1
Disaat dia baru akan menghubungi Perempuan tersebut, dia malah di datangi oleh Violet tanpa terduga.
"Kami cukup telat datang"
Ucap violet cepat sambil melepas kan pelukan nya.
"Itu bukan masalah, aku benar-benar senang kalian datang kemari.
Jawab Elvitania cepat.
"ini luar biasa, bahkan kak Ghanem mau kemari di sela-sela kesibukannya yang padat"
Ucap Elvitania lagi.
Yang di panggil nama nya terlihat mengembang kan senyuman nya, dia langsung memeluk Elvitania untuk beberapa waktu.
"Apa semua baik-baik saja? bagaimana dengan keadaan luka nya?"
"Masih cukup tidak nyaman di bagian yang tertembak"
Ucap Elvitania masih dengan kondisi duduk.
Violet dan Ghanem terlihat mulai duduk di sisi ranjang.
"Dokter bilang bagaimana?"
Violet terlihat Bertanya dengan nada khawatir.
"Dokter bilang masih harus dirawat untuk beberapa hari lagi"
jawab Elvitania cepat.
__ADS_1
"Apakah ada pembengkakan? atau luka nya masih cukup parah?"
Tanya Violet lagi.
Elvitania tampak menggelengkan kepalanya.
"Tidak, luka nya sudah cukup membaik. tidak ada pembengkakan dan luka nya sama sekali tidak terlihat buruk seperti waktu pertama aku sadar, hanya saja terkadang masih terasa perih sewaktu-waktu"
Cerita Elvitania lagi sambil mengembangkan senyuman nya.
"Aku fikir mungkin itu karena efek sisa jahitan, biasa nya luka jahitan akan meninggalkan rasa perih sesekali ketika kita bergerak"
Sahut Violet cepat.
Hingga akhirnya obrolan mereka terus berjalan hingga beberapa waktu, kadang terdengar candaan yang keluar dari mulut mereka.
Ghanem suami violet Mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam salah satu paper bag yang mereka bawa, mereka membawa beberapa makanan yang bisa mereka konsumsi bersama.
dikala obrolan terus berjalan tiba-tiba terdengar sebuah ketukan dari arah pintu depan.
Elvitania fikir mungkin itu Rubi atau kak Xena dan Hasna, dia melebarkan senyumannya sambil menjawab.
"Ya . "
Namun begitu bola matanya tertuju ke arah pintu depan, seketika ekspresi Elvitania berubah saat dia menyadari siapa sosok yang tengah berdiri didepan pintu tersebut.
******
Catatan \=
Maafkan lamban update hari ini makkkk🤧🤧🤧🤧
__ADS_1
ada alasan khusus yang cukup darurat sampai Mak author belum update novel kiri kanan 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻.