Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 38 Y & A


__ADS_3

Mansion utama Khadafi (Ayah Hana)


Kamar utama tuan Khadafi


Ketika langit masih menggelap.


Aroma semilir angin di musim dingin tercium dari setiap sudut ruangan, suasana dingin tentara terasa dan terlihat, untuk sebagian orang jam-jam seperti ini menjadi waktu yang paling tepat untuk semakin menenggelamkan diri mereka.


namun untuk sebagian orang lainnya waktu seperti ini jelas merupakan waktu yang paling tepat untuk bangun dan melaksanakan aktivitas mereka.


di jendela dan pintu kaca masih terlihat sisa-sisa air hujan yang mulai berembun di setiap bagian, menambah suasana dinginnya pagi pada hari ini.

__ADS_1


suara lonceng yang diletakkan di atas daun jendela terdengar mengalun merdu memecah keheningan pagi yang jelas masih menggelap, alunan merdu suara dari lonceng yang berbentuk persis seperti bambu yang berbaris di setiap sisinya semakin beradu antara satu dengan yang lainnya menambah keindahan suara pagi diiringi dengan kicauan burung yang berlalu lalang sejak tadi.


Dalam warna pagi yang masih cukup menggelap dimana asap udara dingin terlihat mulai menebal, sebentar lagi musim dingin akan tiba, orang-orang yakin sejenak lagi cuaca akan berubah Cukup ekstrim ketika memasuki musim dingin.


Dan percayalah aroma pagi bahkan masih menyisakan wangi sisa hujan semalam dimana lantai tanah masuh terlihat lembab dan bagian atap masih terlihat sisa basah dari perbuatan air hujan semalam.


Para penghuni mansion belum sepenuhnya bangun dari posisi tidur mereka masing-masing, mereka masih cukup terlalu dalam keadaan seolah-olah enggan bangun mengikuti cuaca yang semakin menenggelamkan mereka kedalam lelap peraduan.


Di satu sisi bangunan mansion tersebut, seorang wanita paruh baya lebih berjalan dengan Tergopoh-gopoh bergerak dari lantai bawah membawa nampan di kedua belah tangannya menuju ke arah lantai atas.


Dia terburu-buru masuk ke sebuah kamar di mana kedua tangannya memegang sebuah nampan yang berisi minuman dan juga makanan pagi di dalamnya.

__ADS_1


Dia pikir akan membangunkan sang tuan nya, dimana laki-laki tersebut berkata akan ada pertemuan penting perusahaan pagi ini dengan beberapa dewan direksi sebab dia akan memutuskan siapa yang akan menjabat sebagai CEO baru untuk Khadafi company.


"Tuan?


Wanita tersebut bicara perlahan, mencoba menggeser pintu kayu berukuran raksasa berlapiskan campuran emas tersebut, dia bergerak masuk ke dalam sembari membawa nampan yang ada di tangannya lantas mendekati meja yang cukup besar di sisi kiri kasur di mana sang Tuhannya masih terlelap.


Namun aneh nya saat dia memanggil kata tuan sama sekali tidak ada jawaban yang dia dengar.


Bagi nya tidak biasanya laki-laki tua itu tidak menjawab sapaan nya di pagi hari, hingga akhirnya wanita tersebut berpikir mungkin sang tuan benar-benar terlelap dalam tidur nya, setelah dia meletakkan nampan dari tangannya ke atas meja, dia mendekati tuan Khadafi Secara perlahan, berniat untuk membangunkan laki-laki tersebut yang memberitahukannya jika hari benar-benar telah siang untuk ukuran para pekerja perusahaan atau kantoran.


Namun baru saja dia mencoba memanggil dan menyentuh lembut tubuh tuan nya, tiba-tiba saja wanita tersebut membeku karena keadaan.

__ADS_1


"Akhhhhhh"


Teriakan melengking memecah kesunyian pagi, dan percayalah suasana seketika berubah menjadi menegangkan dan mencekam.


__ADS_2