
Pagi
Masih di kamar negeri dongeng Elvitania
06.20 AM
Ketika Hasna telah melesat keluar dari kamar negeri dongeng nya, Elvitania terlihat masih terlelap didalam tidurnya.
Sejenak dia merasa sesuatu merapat kedalam tubuh nya, dengan perasaan enggan dia sedikit bergerak, menggeliat untuk beberapa waktu.
Bisa dia rasakan deru nafas halus serta sesuatu seolah-olah menempel di leher nya.
Rupanya semakin dia menggerakkan tubuhnya, terasa sesuatu semakin erat menekan beberapa bagian tubuhnya.
Perempuan itu jelas mengerut kan keningnya, dia Secara perlahan mencoba membuka bola matanya.
Sejenak Elvitania membeku saat dia sadar seseorang memeluk erat dirinya dari belakang.
"Sher..kan?"
Dia bergumam pelan.
Alih-alih melepaskan pelukannya, Sherkan malah semakin mengeratkan pelukannya, dia berbisik pelan di belakang tengkuk Elvitania.
"Sebentar lagi hmmm, aku masih mengantuk"
Ucapnya dengan suara berat khas bangun tidur.
Seketika Elvitania merinding, satu sensasi aneh menyeruak masuk kedalam Dirinya.
Jantung Perempuan itu tiba-tiba berdetak tidak seperti biasanya, dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu Elvitania mencoba untuk menahan sedikit deru nafas nya.
__ADS_1
Dia merasa wajah nya tiba-tiba memerah, rasa berdebar-debar menghantam bagian dadanya.
"Aku harus membuat sarapan"
Ucap nya pelan.
"5 menit"
Bisik Sherkan lagi.
"Hmmm"
Elvitania hanya ber Hmm ria, mencoba memejamkan bola matanya sejenak karena bingung harus melakukan apa.
"Elv"
Tiba-tiba Sherkan mengejutkan dirinya.
Laki-laki itu masih memeluk erat dirinya dari belakang.
"Mari pergi ke uni emirat Arab bersama"
Ucap laki-laki itu lagi.
"Anggaplah kita memulai hubungan awal kita dari sana, menyusun satu persatu kenangan baru untuk kita berdua"
Sherkan bicara sambil memejamkan bola matanya.
"Bukan masalah jika belum menginginkan program anak-anak, aku masih bersabar menunggu hingga akhir tahun"
Mendengar kata anak-anak wajah Elvitania seketika memerah.
"Apa kamu mau?"
__ADS_1
Tanya laki-laki itu lagi.
Elvitania tampak diam untuk beberapa waktu, dia belum menjawab untuk waktu yang cukup lama.
"Keberangkatan nya akhir Minggu, kamu masih punya waktu 2 hari untuk memikirkan nya hmmm"
Ucap Sherkan pelan.
"Jika kamu bersedia, datanglah kekantor dan bawakan aku makan siang yang selalu kamu buatkan dan kamu titipkan dengan bibi Saimah"
Begitu Sherkan mengucap kan kata-kata itu seketika Elvitania terkejut, dia menoleh spontan ke arah Sherkan.
"Bagaimana kamu...?"
Dia jelas terkejut.
Belakangan dia selalu membuat kan makan siang untuk Sherkan, biasa nya bibi Saimah yang membuatkan nya dan meminta sopir mereka mengantar nya, tapi dalam beberapa waktu ini Elvitania yang memaksa mengganti tugas bibi Saimah dan meminta sopir mengantar nya.
Dia fikir Sherkan tidak mungkin tahu jika dia yang membuat makan siang nya.
Laki-laki itu bagaimana bisa tahu? padahal dia membuatnya dengan versi yang cukup sama dengan yang dibuat oleh bibi Saimah.
Begitu Elvitania spontan berbalik, seketika bola mata mereka saling menyatu, membuat Elvitania mengedipkan bola matanya beberapa kali, dia cukup terkejut saat sadar mereka saling berhadapan.
Dia refleks berbalik karena terkejut.
Ingin tahu bagaimana Sherkan tahu itu masakan nya.
Alih-alih menjawab, Sherkan lebih suka mengembangkan senyuman nya.
Tiba-tiba saja laki-laki itu mencium lembut kening nya, dia melepaskan pelukannya secara perlahan kemudian Sherkan beranjak dari sana secara perlahan.
"Aku menunggu di jam makan siang"
__ADS_1
Ucap nya lagi kemudian berjalan meninggalkan Elvitania didalam kebingungan nya.