Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Takdir yang tidak bisa di ubah


__ADS_3

Pemakan xxxxxxxx


08.30 AM


Elvitania berjalan perlahan menuju ke salah satu makam yang ada di hadapannya itu.


Entah berapa lama waktu Berlalu dia lupa, dia belum pernah berkunjung ke makan Zahir setelah lepas 40 hari laki-laki itu.


Sudah cukup lama waktu berlalu, dia tidak menyadari nya jika Kakak ipar nya tidak berkata ini mungkin akan masuk waktu 1 tahun kematian Zahir menurut kalender pemakaman nya.


Setelah lewat 40 hari dia dan Sherkan dipaksa menikah, semua Waktu jelas dia habiskan dirumah.


Menangis, menyalahkan nasib, membenci dirinya sendiri, marah dengan ketidakberdayaan nya.


Tapi belakangan ada banyak teka-teki terselubung yang menghubungkan Dirinya dan masa lalu.


Belum lagi ingatan demi ingatan Baru dan aneh yang menghantam kepala nya.


Karena itu dia lebih memilih keluar untuk mencari tahu soal sesuatu di masa lalu belakangan ini.


Elvitania sejenak berhenti di sebuah makan yang mendominasi berwarna hitam, ada beberapa bunga segar yang baru saja di letakkan oleh seseorang disana.


Dia fikir mungkin itu dari kelurga Hillatop.


Perempuan itu duduk Secara perlahan, mencoba menyentuh batu marmer dihadapan nya itu dengan gerakan lembut.


"Maaf baru datang lagi hari ini"


Elvitania bicara pelan sambil menatap barisan nama yang terukir indah di atas batu nisan di hadapannya itu.


Jemari indahnya mengelus lembut barisan nama yang selalu dia rindukan itu untuk waktu yang begitu lama.


"Masih ingat janji kamu dulu?"


Tanya Elvitania pelan.


"Kamu bilang akan membahagiakan aku, menciptakan mimpi indah yang pernah tertunda dalam hidup ku dan menjadi kan nya ada ketika kita bersama, tapi realita nya kamu tidak mewujud kan impian yang kita rangkai bersama sedikit pun"


Ucap Elvitania pelan, sejenak air matanya tumpah.


"Kamu membohongi aku soal impian kita, bahkan kamu berbohong soal pertemuan awal kita"


Elvitania sejenak tertawa kecil, menangis lirih.

__ADS_1


"Tapi aku tidak membenci kamu sama sekali"


"Bukan kah semua manusia memiliki kisah nya masing-masing?"


"Meskipun kamu berbohong soal siapa yang mengajak ku berkencan pertama sekali, tapi aku tidak menghapus sedikit pun soal manis nya kenangan bersama mu hmmm"


"Selama bersama, aku bahagia karena kamu tidak pernah membuat ku terluka, kamu selalu hadir dan menyisakan banyak waktu untuk kebahagiaan ku, selalu memberikan kejutan manis yang belum tentu diberikan laki-laki lain untuk ku, ada terlalu banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan selama bersama kamu"


Ucap Elvitania panjang lebar.


"Kamu tahu sayang? Setiap orang mempunyai takdirnya masing-masing. Ada orang yang ditakdirkan penuh kebahagiaan, ada pula yang sebaliknya"


"Saat takdir itu datang, tak ada yang bisa menolaknya. Meski, kamu sudah berhati-hati dalam bertindak dan melangkah."


"Takdir memang selalu punya cara yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan." - Agus Noor


Dan


"Takdir memang seperti ini, sangat menarik. Semula kau ingin berkelana ke utara, tapi dia malah membuatmu terbang ke selatan, bahkan berpindah dengan sukarela." - Giddens Ko


"Kau tahu sayang? tapi dibalik banyak takdir yang terjadi, kamu tetap berada di tempat yang khusus di sini"


Elvitania menyentuh dadanya untuk beberapa waktu.


"Semua nya utuh tertanam disini tanpa ada yang bisa menghapus nya hmmm"


"Meskipun akan ada yang lain, tapi tiap yang hadir sudah ada kisah nya masing-masing dan tersimpan didalam hati Sesuai dengan tempat nya sendiri-sendiri"


Sejenak Elvitania menghela nafasnya pelan, dia kemudian bersandar perlahan ke batu nisan Zahir, dia memejamkan perlahan bola matanya, mencoba menikmati moment dimana mereka telah lama tidak saling melepas kan rindu bersama.


Aku merindukan mu, benar-benar merindukan mu, tidak kah kamu juga merindukan ku disana?.


Batin nya pelan didalam hati nya.


"Sayang"


Zahir bicara pelan, memeluk lembut pinggang Elvitania dari belakang.


"Hmmm?"


"Katakan pada ku, jika dimasa kemarin aku melakukan satu kesalahan fatal untuk mencintai kamu, apakah dengan kematian kamu akan memanfaatkan ku?'


Tanya Zahir sambil memejamkan bola matanya, Terus memeluk gadis itu sambil menikmati aroma lembut dari rambut Elvitania.

__ADS_1


"Pertanyaan nya tidak lucu"


Elvitania terlihat mengerutkan keningnya, bicara sambil memunyungkan bibirnya.


"Jawab dengan sederhana Elv"


Bisik Laki-laki itu pelan.


"Tergantung kesalahan nya"


Elvitania menjawab pelan.


"Bagaimana jika aku menipu hati untuk mendapatkan hati?"


"Sayang pertanyaan nya benar-benar membuat ku bingung"


Elvitania terus mengerutkan keningnya.


"Bisa di sederhana kan?"


Dia berbalik secara perlahan, menatap dalam wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu, bisa dia lihat bola mata Zahir terlihat berkaca-kaca.


"Kamu menangis? ada apa? jangan membuat ku takut?"


Elvitania menyentuh lembut wajah Zahir.


"Lupakanlah"


Zahir memeluk erat tubuh Elvitania.


"Berjanjilah pada ku, tidak akan meninggalkan ku meskipun aku telah melakukan satu kesalahan di masa lalu hmmm"


Bisik nya pelan sambil memejamkan bola matanya.


Alih-alih menjawab Elvitania hanya bisa menepuk-nepuk punggung Zahir.


Dia fikir apakah laki-laki itu punya permasalahan serius di perusahaan?!.


"Elvitania, berjanjilah pada ku"


Ucap Zahir sambil melepas kan pelukan nya.


Elvitania yang tidak paham dengan apa yang laki-laki itu Bicara kan hanya bisa mengangguk kan pelan kepala nya.

__ADS_1


"He em"


__ADS_2