Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Mereka terlalu lama menikmati kebebasan


__ADS_3

Sherkan terlihat mengerat kan rahangnya saat dia mendengar dari asisten pribadi nya juga sekretaris nya itu jika bibi kedua menemui Elvitania.


Begitu pertemuan bersama koleganya berakhir, Sherkan langsung melesat pergi meninggalkan gedung pertemuan tersebut, dia melesat dengan cepat untuk kembali ke hotel dimana mereka menginap.


"Apa kamu meletakkan orang-orang untuk mengawasi istri ku dengan benar, Can?"


Sherkan bertanya pada sang sekretaris dan juga asisten nya itu.


"Mereka Menjaga di beberapa sisi terbaik mereka, ketika satu keadaan terjepit mereka langsung bergerak dengan cepat"


Jawab laki-laki yang di panggil Can.


Mendengar jawaban Can, Sherkan mengangguk kan kepalanya.


Seperti dugaan nya, bibi kedua cepat atau lamban akan menemui Elvitania, dia tahu wanita ular itu akan bergerak dengan cepat.


Sherkan bukan belum ingin mendepak nya dari Azzura, tapi dia butuh sedikit lagi bukti untuk mengeluarkan mereka dari keluarga Azzura secepat nya.


Dia tahu suami bibi ke dua bahkan bermain di anak perusahaan selama ini, laki-laki itu diam-diam memanipulasi dana keuangan, memasukkan nya ke kantong pribadi.


Putra nya tidak dibilang baik, menggunakan uang Azzura melalui bibi kedua untuk bersenang-senang.


Bibi kedua jelas menjadi ancaman besar untuk pernikahan nya dengan Elvitania.


Dan putri nya.... Sherkan mencoba untuk memberikan toleransi.


Jika perempuan itu tidak mengancam nyawa Elvitania dan berlaku baik mungkin dia masih memaafkan dirinya, tapi jika tidak mungkin Sherkan juga akan menyingkirkan nya cepat atau lamban.


Begitu tiba di hotel, Sherkan secepat kilat mencari Elvitania, berlarian cepat menuju ke Restoran bawah berfikir sang istri mungkin masih berada di sana, tapi rupanya dia tidak menemukan sosok itu sama sekali Disana.


Tidak mendapatkan Elvitania disana jelas membuat Sherkan melangkah kan kaki nya bergerak cepat menuju ke kamar mereka.


Tapi tidak dia temui sosok istri nya disana.

__ADS_1


Sherkan jelas gelagapan.


Dia langsung meraih handphone nya, menekan satu nomor dimana urutan nomor istri nya ada di tombol pertama.


Cukup lama dia menunggu, hingga akhirnya dia mendengar suara dering handphone dari arah teras samping kamar hotel.


Sherkan langsung mematikan panggilan nya, berjalan ke sisi kanan hotel mencari sosok Elvitania disana.


Sapuan angin dan cahaya matahari terasa menyeruak di antara kulit, dia mengintip ke arah teras mencari di bagian Kursi keberatan Sang istri.



Tapi istri nya tidak ada disana, sejenak bola mata Sherkan beralih ke sisi kanan nya, bisa dia lihat sosok Elvitania menikmati semilir angin dan panas nya cahaya matahari dari sudut sana.



Menggunakan topi bulat dan daster sederhana milik nya.


Sepersekian detik kemudian dengan gerakan lembut laki-laki itu memeluk pinggang Elvitania.


Elvitania jelas terkejut, menoleh dengan cepat ke arah belakang nya.


Begitu sadar siapa yang datang, perempuan itu langsung mengembangkan senyuman nya, membalikkan tubuhnya dengan cepat, membiarkan Sherkan memeluk erat tubuh nya dengan cara saling berhadapan.


"Sudah pulang?"


Elvitania sedikit mendongak kan kepalanya, bertanya sambil menatap bola mata Sherkan.


Laki-laki itu mengangguk pelan, mencoba melepaskan topi dikepala Elvitania secara perlahan.


"Katakan pada ku"


Ucap Sherkan pelan.

__ADS_1


"Hmmm?"


"Apa ada sesuatu yang buruk terjadi selama aku pergi?"


Saat Sherkan menanyakan persoalan itu, sejenak Elvitania diam, dia menatap dalam wajah laki-laki dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


"Haruskah aku bilang soal sesuatu yang sebenarnya kamu pun sudah tahu?"


Tanya Elvitania pelan.


"Ketika bibi kedua datang, bukankah orang-orang kepercayaan suami ku terus mengawasi ku? bagaimana aku bisa berbohong saol apa yang terjadi pada ku selama kepergian kamu?"


Mendengar jawaban Elvitania jelas saja membuat Sherkan Cukup terkejut.


"Kamu tahu?"


Tanya nya sambil terus menatap bola mata istri nya itu.


Alih-alih menjawab Elvitania lebih suka mengembangkan senyuman nya.


"Apakah begitu berat? bibi kedua melakukan hal yang tidak sepantasnya selama bertahun-tahun, Sekarang katakan pada ku soal peristiwa masa lalu yang sebenarnya"


Pinta Sherkan sambil memeluk lembut tubuh Elvitania.


"Ini mungkin akan menyakiti keluarga mereka"


Ucap Elvitania sambil memejamkan bola matanya, di membiarkan tubuh nya menikmati pelukan hangat Sherkan untuk waktu yang cukup lama.


"Tidak, bukankah mereka terlalu lama menikmati kebebasan mereka di atas penderitaan kamu hmmm?"


Setelah Sherkan berkata begitu, tercipta keheningan di antara mereka.


Seolah-olah Elvitania butuh waktu untuk merangkai tiap kisah yang terjadi di masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2