Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Liburan penuh cinta


__ADS_3

Souk madinat Jumeirah


Dubai



Elvitania terus bergerak melihat berbagai macam barang yang dijual di souk madinat Jumeirah, sesekali bola matanya memperhatikan beberapa barang yang dianggap nya lucu dan unik.


Souk madinat jumeirah merupakan Tempat yang meniru gaya pasar tradisional Arab dan memiliki banyak toko yang menjual produk-produk dari wilayah tersebut.


Biasanya Pelancong dapat menemukan berbagai hal, mulai dari parfum Arab hingga pakaian, serta banyak kios kecil yang menjual produk unik yang menggambarkan budaya daerah.


Selain itu, Souk Madinah Jumeirah adalah tempat yang tepat untuk membeli suvenir kelas atas, seperti hookah yang indah dan barang-barang dekoratif.



Elvitania beberapa kali menarik tangan Sherkan Sejak tadi, karena merasa gerakan sang istri cukup lincah,bahkan tanpa Elvitania sadari Sherkan mulai menggenggam erat tangan nya, takut Elvitania menghilang atau terlepas dari pengawasan nya.



Meskipun beberapa orang-orang nya bergerak mengawasi, dia tetap khawatir jika sang istri bergerak sendiri.


"Ini lampu hias?"


Elvitania bertanya cepat, melihat Barisan barang-barang unik dihadapan nya



"Iya ini lampu hias"


Jawab Sherkan cepat sambil ikut memperhatikan bentuk lampu hias tersebut.


"Bukankah dia unik? aku fikir kita tidak menemukan nya di tempat kita"


Ucap sang istri dengan bola mata yang menampilkan bentuk kekaguman dengan apa yang dia lihat tersebut.


"Kita bisa mencoba untuk membeli beberapa macam, untuk oleh-oleh pun bagus, aku fikir Semua orang pasti menyukainya"


Ucap Sherkan sambil meraih sebuah lampu.


"Boleh aku membeli nya?"


Elvitania bertanya cepat.


Seketika Sherkan terkekeh.


"Tentu saja, kamu bisa membeli apapun yang kamu mau Elv"

__ADS_1


Ucap laki-laki itu cepat.


"Bagaimana aku melarang nya? kamu bahkan belum pernah membelanjakan uang yang aku berikan selama 1 tahun lebih ini, aku merasa menjadi suami yang begitu durhaka"


Keluh Sherkan sambil sedikit menghela nafas nya berat.


Mendengar keluhan suami nya seketika Elvitania berfikir.


Dia memang belum pernah membelanjakan uang yang diberikan Sherkan selama mereka menikah.


Yang dia ingat laki-laki itu memberikan nya sebuah kartu tanpa batas, tapi jangan kan berbelanja, Elvitania bahkan tidak pernah pergi keluar rumah kecuali ada acara keluarga.


Yang dia tahu kadang-kadang Rubi datang membawakan nya beberapa pakaian baru dan pakaian da..lam baru untuk dirinya, tidak paham bagaimana Adik iparnya tahu ukuran nya, semua yang dibeli pas.


Urusan dapur bibi Saimah langsung belanja sendiri, bahkan urusan kamar mandi Sherkan yang membawa pulang nya sendiri.


Dia tidak pernah sekalipun berbelanja layaknya pekerjaan seorang istri.


Sejenak wajah Elvitania menampilkan rona mendung yang hakiki, rasa bersalah bergelayut didalam dirinya.


Dia tiba-tiba merasa menjadi istri yang cukup durhaka.


"Seharusnya aku yang minta maaf"


Ucap Elvitania kemudian.


"Oh sayang berhenti memberikan ku wajah yang begitu mendung, itu sangat buruk sskaku"


"Katakan kita akan membeli lampu yang mana?"


Laki-laki itu buru-buru mengalihkan keadaan, mencari-cari mana Lampu terbaik yang akan di jadikan mereka oleh-oleh.


"Bukankah biru begitu indah?aku fikir ini cocok diletakkan di kamar kita"


"Lalu untuk Hasna yang mana?"


Elvitania buru-buru bertanya sambil menatap ke arah Sherkan.


"Aku fikir pink cocok untuk nya"


Diskusi jelas terjadi, mereka harus memikirkan dengan baik model dan warna yang paling sesuai untuk semua orang.


Jangan sampai ada kecemburuan yang terjadi karena salah memilih.


Berakhir dalam memilih lampu hias mereka berkeliling menuju ke beberapa barang lainnya.


__ADS_1


"Bukankah ini untuk para perokok? apa nama nya?"


Elvitania melihat beberapa susunan barang unik dihadapan mereka.


"Ini Shisha"


jawab Sherkan sambil mengembang kan senyuman nya.


"Shisha merupakan metode merokok yang berasal dari Timur Tengah. Metodenya menggunakan semacam pipa air dengan ruang asap, mangkuk, pipa, dan selang. Tembakau yang dibuat khusus dipanaskan, dan asapnya melewati air, kemudian ditarik melalui selang karet ke corong."


Jelas laki-laki itu secara perlahan.


"Tidak ingin membeli nya?"


Elvitania bertanya cepat.


Sherkan mengembang senyuman nya, dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Aku bukan perokok yang begitu aktif, kamu tahu betul itu sayang, aku merokok hanya dikala lelah, panik atau punya banyak masalah, jadi membeli shisha jelas bukan pilihan yang baik"


"Ahhh iya juga"


Perempuan itu mengangguk-angguk kan kepala nya, dia berusaha untuk beranjak pergi dari toko tersebut.


"Tapi untuk koleksian juga boleh"


Elvitania buru-buru menoleh ke belakang, menghentikan langkah nya hingga membuat Sherkan hampir menabrak nya.


Seketika Sherkan tertawa kecil, menyentuh kening Elvitania dengan jari telunjuk nya.


"Itu pancingan atau hanya sekedar godaan?"


Mendengar ucapan Sherkan, Elvitania langsung terkekeh pelan.


"Aku sedikit memancing"


Mendengar Jawaban sang istri, buru-buru Sherkan meraih bahu Elvitania, dengan perasaan geram dia ingin sekali menggigit hidung sang istri nya.


"Sherkan, berhenti itu memalukan"


Wajah nya seketika memerah.


"Kamu benar-benar pandai membuat jebakan"


"Bukan begitu, aku hanya menawarkan"


Alih-alih peduli dengan ucapan Elvitania, laki-laki itu buru-buru meraih kepala Elvitania kemudian memeluk nya dan mencium nya dengan perasaan gemas.

__ADS_1


Elvitania terlihat mengembang kan senyuman nya, mereka terus berjalan menuju ke arah depan.


Bayangkan bagaimana mereka berdua melewati liburan indah tanpa ada gangguan sedikit pun di sekitar kiri dan kanan mereka.


__ADS_2