
Kembali ke masa lalu
Zahir tampak gelisah menatap Elvitania yang terbaring lemah dengan berbagai macam perban di kepalanya, beberapa tubuhnya terlihat lecet dan mendapatkan luka.
Selang infus Masih tertancap manis di lengan gadis tersebut.
2 hari berkutat dengan keadaan membuat Zahir tidak bisa menarik nafasnya dengan baik.
Dia terlalu ceroboh meninggalkan gadis itu seorang diri, Elvitania type gadis ceroboh yang bergerak tanpa berfikir dua tiga kali.
Karena kesalahan nya Elvitania mengalami kecelakaan, untungnya seseorang menyelamat kan gadis tersebut.
Mungkin jika itu orang lain Zahir tidak akan perlu mengkhawatirkannya, tapi itu adalah Sherkan.
Lagi... mereka bertemu tanpa sengaja tanpa sepengetahuan dirinya.
Dia khawatir, pertemuan yang terlalu sering terjadi memicu hal yang tidak dia inginkan.
Sejak awal Sherkan memang berusaha untuk berkencan dengan Elvitania, dan dia khawatir gadis itu juga tertarik pada Sherkan.
Terbukti beberapa kali dia mencoba menembak Elvitania, gadis itu secara halus mencoba menolak nya.
Dan kekhawatiran lainnya saat ini bukan hanya itu, sejak bangun dari tidurnya tadi, Elvitania terus bertanya ada apa dengan diri nya.
Saat dia berkata gadis itu mengalami kecelakaan Elvitania Tampak seperti orang linglung, aneh nya gadis itu tidak membahas soal Sherkan sama sekali.
"Bagaimana keadaan nya?"
Zahir bertanya pada dokter pribadi keluarga Hillatop.
"Ini sedikit tidak baik, dia terkena Amnesia Retrograde setelah kecelakaan mobil tersebut"
__ADS_1
"Dimana amnesia jenis ini ditujukan kepada seseorang yang kesulitan untuk memperoleh kembali beberapa ingatan di masa lalu atau beberapa ingatan penting lainnya, Hal yang menyebabkan seseorang mengidap amnesia jenis ini karena pernah mengalami cedera pada otak atau pernah menjalani operasi di bagian kepala, Dan Elvitania mengalami nya setelah kecelakaan kemarin sehingga mengakibatkan hilangnya sebagian memori ingatan"
"Ya?"
Zahir mengerutkan keningnya.
"Ada beberapa kenangan atau memori yang terlupa, apalagi jika di hilangkan maka akan benar-benar musnah"
Lanjut dokter itu lagi.
"Apa itu berbahaya? maksud ku berbahaya untuk kesehatan nya?"
Zahir bertanya untuk memastikan.
"Tidak, semua baik-baik saja, asalkan beberapa ingatan sebelum nya tidak di buat kacau, semua akan baik-baik saja"
"Dia mungkin hanya ingat dengan hal-hal tertentu, tapi bisa juga lupa dengan hal-hal tertentu lainnya, ini memang agak sulit tapi percaya lah semua akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu"
Setelah berkata begitu dokter tersebut mengembangkan senyuman, dia menepuk-nepuk bahu Zahir.
Ucap laki-laki itu kemudian langsung meninggalkan Zahir ditengah kebingungan nya.
Sejenak Zahir terlihat diam, mencoba mencerna ucapan dokter tersebut untuk beberapa waktu.
*****
"Aku kecelakaan?"
Elvitania bertanya sambil menerima suapan dari Zahir.
Dia bertanya sambil terus mengunyah makanannya.
__ADS_1
"He em"
"Aku sedikit lupa apa yang terjadi, siapa yang menyelamatkan aku? aku fikir aku melihat.... melihat?"
Gadis itu mencoba berfikir.
Sherkan?!
Samar-samar dia mengingat laki-laki itu tapi dia seolah-olah tidak yakin.
"Oh come baby, tidakkah Kamu lupa siapa yang berlarian menyelamatkan mu? lihat luka di lengan dan kening Zahir"
Seorang perempuan bicara sambil mengembangkan senyuman nya.
Elvitania sejenak menatap perempuan itu kemudian mencoba menatap Zahir untuk beberapa Waktu.
Dia fikir ada yang salah dengan isi kepalanya.
Dia tidak bisa membedakan siapa yang menyelamatkan dia hari itu diperistiwa kecelakaan.
Bayangan Sherkan dan Zahir mengacaukan beberapa memori nya.
Dia fikir itu Sherkan, tapi beberapa orang berkata itu Zahir.
Tapi...
"Elvitania, kau tidak apa-apa? bertahanlah, aku mohon bertahan lah"
"Jangan lakukan ini, Jangan membuat ku khawatir, bangunlah, bangunlah"
Suara di hari kecelakaan itu benar-benar berbeda, dia fikir itu bukan suara Zahir.
__ADS_1
Lupakan saja.
Elvitania mencoba menepis pemikiran nya, dia menggeleng-gelengkan kepalanya secara perlahan.