
Derap langkah kaki memecah keheningan malam, ketika dering handphone nya memecah keheningan, dikala dia terkantuk-kantuk menunggu mini market 24 jam waktu tengah malam dimana pengunjung tidak benar-benar banyak, Alessia gelagapan saat mendapatkan berita di seberang sana.
"Agnes masuk pada masa kritisnya"
"Apa?"
Alessia seketika mencoba mencari pegangan, bola matanya mencari teman seperjuangan nya di mini market tersebut.
"Adik ku..."Bibir Alessia bergetar.
"Pergilah, aku bisa mengurus sisa nya"Gadis dihadapan nya bicara sambil menguatkan Alessia, membiarkan gadis tersebut meninggal kan pekerjaan nya saat ini juga.
Dia tahu gadis tersebut tidak baik-baik saja.
Kini Alessia terus melangkah kan kaki nya berlarian menembus angin malam, membiarkan sepatu nya saling beradu dengan lantai rumah sakit yang dia datangi, wajah penuh kekhawatiran Menghantam dirinya.
Lagi, lagi, dan lagi Agnessia masuk pada masa kritis dan sulitnya.
Alessia berusaha untuk menahan tangisannya, mencoba menguatkan diri dan berkata semua pasti baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun, dan dalam perjalanan hidup Allah SWT akan selalu memberikan jalan terbaik untuk umat nya.
Bola mata gadis tersebut mencari ruang unit gawat darurat, terus bergerak melangkah ke depan tanpa peduli dengan orang-orang di sekitarnya, dia berusaha untuk mencari bibi muda dengan perasaan yang jelas diterpa ribuan kegelisahan yang mendalam.
hingga pada akhirnya bola mata gadis tersebut menangkap satu sosok yang sangat tidak kenal, lebih mudah berdiri di ujung sana menatap kedatangan nya.
Alessia langsung sembari menyelisik tanya lewat bola mata mereka, bertanya apa yang terjadi pada Alessia tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya.
"Maafkan bibi Karena tidak bisa menjaganya dengan baik"
wanita tua di hadapannya tersebut meminta maaf sembari langsung berhamburan memeluk Alessia, dia tahu jika semua tidak baik-baik saja, Agnessia di dalam sana seolah-olah sedang bertarung pada masa sulit nya.
Mendengar ucapan bibi-nya cukup membuat alesia tahu apa yang terjadi pada saudara kembarnya, dia memilih diam dan tidak bicara apa-apa, melangkah mendekati kursi tunggu dan menetap ke arah depannya di mana saudara kembarnya tengah bertarung di dalam sana bersama para dokter ya mungkin sedang berjiwa untuk menyelamatkannya seperti sebelum-sebelumnya.
gadis itu memilih duduk, dia membisu dan tidak lagi mengeluarkan suaranya, sebarin dia merebak kedua belah telapak tangannya Alessia memilih untuk menunggu para dokter menyelesaikan tugas-tugasnya.
entah berapa lama waktu berlalu dia tidak tahu hingga pada akhirnya bisa dia lihat pintu rumah unit gawat darurat terbuka dengan sempurna.
__ADS_1
begitu tim dokter keluar dari ruangan itu, Alicia secepat gila langsung berdiri dari posisi duduk ya dan bergerak mendekati salah satu dokter yang ada di hadapannya itu.
"Bagaimana, dok?"dia bertanya dengan tidak sabaran.
dokter yang ada di hadapan Alessia terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu kemudian laki-laki tersebut berkata.
"Kita harus melakukan operasi nya"
Ketika dokter dihadapan nya berkata begitu, Alessia berusaha untuk mencari pegangan di belakang nya.
"Alessia"Bibi muda nya berusaha menahan tubuh Alessia yang akan jatuh, gadis tersebut jelas shok dan bingung dengan keadaan
Yah keadaan benar-benar terjepit saat ini dan mereka tidak memiliki pilihan atau solusi sama sekali, Hans laki-laki yang berjuang untuk adiknya, sahabat baik adik nya yang bisa mereka andalkan meskipun tidak banyak kini tengah berada di tengah-tengah kematian antara hidup dan mati.
Laki-laki itu sedang berjuang di atas ring kebanggaan nya, mengumpulkan pundi-pundi uang untuk pengobatan adik kembaran nya dan diri nya.
Agnes dan Operasi lahiran nya karena kelahiran normal tidak mungkin dilakukan.
Dia dan Operasi nya, karena penyakit yang menggerogotinya harus segera di angkat.
"aku tidak memaksamu untuk menjawab saat ini juga, kamu bisa mempertimbangkannya di rumah dan memikirkannya dengan sebaik-baiknya, setelah kamu telah meyakini keputusanmu maka temuilah aku atau kamu bisa menghubungiku di nomor ini"
"apa hanya ini pilihan akhir darimu ya Allah?" batin gadis tersebut kemudian.
"Aku menunggu jawaban kamu"
kembali terngiang di telinga nya ucapan dari wanita itu kemarin.
Hingga pada akhirnya Alessia menoleh ke arah bibi muda nya untuk beberapa waktu,bola mata nya terlihat berkaca-kaca.
Wanita yang di lihat terlihat mengerut kan keningnya.
Alessia kembali menoleh kearah dokter yang ada dihadapan nya
"Lakukanlah operasi nya"Tiba-tiba Alessia bicara ke arah dokter laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.
__ADS_1
Bibi muda nya jelas terkejut dengan ucapan Alessia.
Sedangkan laki-laki tersebut tidak menampilkan ekspresi apapun, dia menghela pelan nafas kemudian berkata,
"Baiklah, kalian bisa menyelesaikan administrasi nya"
"Ya, dokter"Jawab Alessia pelan.
Setelah mendapat kan jawaban, dokter tersebut langsung berbalik dan meninggalkan mereka.
"Alessia"
Bibi muda nya menggenggam erat telapak tangan Alessia.
Wanita itu seolah-olah tahu apa yang difikirkan Alessia, begitu Alessia berusaha melepaskan genggaman tangan nya, dia langsung menggelengkan kepalanya.
Dia mencoba Berkata.
"Tidak,jangan lakukan itu. Jika kamu menerima tawaran wanita itu dan menikah, kamu akan kehilangan seluruh masa depan mu, Alessia."
wanita itu berusaha untuk mengingatkan Alessia,ini soal masa depan gadis muda yang dia pikir pasti masih begitu cerah dan panjang.
*****
Tidak aku pungkiri, rasa nya mata ku pedas karena tangis yang akan meluncur keluar namun berusaha untuk aku tahan,
Hati ku ingin meledak tapi aku pura-pura kuat dihadapan semua orang,
Aku ini hanya si miskin yang tidak memiliki apa-apa,
terombang-ambing di dunia Allah SWT tanpa tahu arah dan tujuan.
Indah sungguh ketika ajal telah datang, itu arti nya perjuangan di dunia mu telah usai.
Tapi realitanya nyawa ku masih begitu enggan di cabut oleh malaikat Izrail, alasan nya karena Allah SWT masih begitu sayang.
__ADS_1