
Cahaya matahari secara perlahan mulai menyeruak masuk melalui kaca jendela kamar Sherkan, samar-samar terdengar suara alarm terus berdering sejak tadi.
Dengan perasaan enggan Elvitania mencoba untuk membiasakan bola matanya dari cahaya matahari yang mulai menyilaukan bola matanya.
Elvitania menguap sejenak sambil berusaha membuka bola matanya secara perlahan.
Seketika perempuan itu tercekat dengan pemandangan di hadapannya.
Sherkan terlihat baru membuka bola matanya secara perlahan, mereka dalam posisi tidur saling berhadapan dan .......
Seketika bola mata mereka saling beradu, mereka sama-sama tercekat.
Hahhhhh?!.
Spontan Elvitania dan Sherkan saling terkejut, langsung berusaha memundurkan tubuh mereka Dengan gerakan refleks.
Alih-alih bisa terpisahkan, tangan kiri Sherkan dan tangan kanan Elvitania diikat dengan pita 🎀 kain merah dan kedua kaki mereka juga di ikat dengan pita kain merah yang sama.
"Akhhhhh"
Elvitania terpekik kecil.
"Apa ini?"
Sherkan bertanya sambil mengerutkan keningnya, dia fikir apa mereka sedang di kerjai?!.
Ini jebakan Batman!?.
Batin Sherkan.
Elvitania terus bergerak panik, berusaha untuk melepaskan diri nya dari laki-laki tersebut, tangan aman-aman saja di gerakkan tapi....
__ADS_1
"Akhhhh"
Elvitania meringis.
Sisa sakit semalam jelas masih terasa.
"Wait itu akan menyakiti pergelangan tangan dan kaki mu"
Sherkan bicara cepat, mencoba menahan gerakan Elvitania yang berusaha membuka ikatan mereka dengan gerakan panik.
Perempuan itu langsung diam, membiarkan Sherkan menahan pergelangan tangan nya.
Bisa dia rasakan saat dia menarik tangan nya dengan pasrah, ikatan nya sedikit mengencang tadi, belum lagi kaki nya merasa sakit saat mencoba bergerak banyak.
Elvitania fikir kemana Hasna?.
Bola mata perempuan itu menelusuri seluruh ruangan,Gadis kecil itu mengerjai mereka.
Dia sedikit risih saat Sherkan menyentuh tangan nya dan mencoba mulai melepas kan tali yang mengikat mereka.
"Anak itu sangat usil sekali"
Ucap Sherkan pelan.
Bola mata laki-laki itu terus fokus ke pergelangan tangan Elvitania dan diri nya.
"Meskipun begitu, dia gadis yang cerdas. Daya tangkap dan imajinasi nya bergerak lebih cepat dan gesit dari anak-anak seusianya"
Lanjut Sherkan lagi.
Elvitania hanya diam, tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Dia sejenak menatap ke arah Sherkan, mencoba memikirkan soal sesuatu.
Satu ingatan di mana laki-laki itu melindungi dirinya dari tabrakan mobil, seolah-olah laki-laki itu pernah membantu nya dimasa lalu.
__ADS_1
Ingatan yang acak soal beberapa hal yang kadang membuat sakit kepalanya.
Bahkan kadang dia merasa suara Sherkan tidak begitu asing di telinga nya.
Yang dia ingat, dia pernah bertemu satu kali dengan laki-laki itu, tapi hati nya berkata seakan-akan mereka pernah bertemu berkali-kali sebelumnya.
Elvitania mencoba menelusuri wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu, tapi begitu laki-laki itu mendongakkan kepalanya buru-buru Perempuan itu membuang pandangannya dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
"Terlepas"
Ucap Sherkan sambil mengembang kan senyuman.
Alih-alih menjawab, Elvitania lebih memilih diam.
Sherkan kemudian bergerak perlahan, meminta Elvitania menaikkan kaki nya.
"Kemarilah bergerak dengan perlahan,jangan sampai menyakiti kaki kamu hmmm, aku akan melepaskan ikatan di kaki kita dengan pelan"
Elvitania menatap Sherkan sejenak, kemudian dengan ragu-ragu dia mencoba menggerakkan kaki nya bersamaan dengan kaki Sherkan.
"Ini sedikit sulit, Anak itu benar-benar mengikat kita dengan cara yang sangat asal, kenapa aku tidak menyadari nya? bukah kah itu cukup mencurigakan?"
Laki-laki itu bicara sambil mengerutkan keningnya.
Dia tidak tidak mendapati sosok keponakan nya disana, Hasna pasti sengaja kabur, membuat jebakan Batman agar pagi dirinya dan Elvitania terasa begitu manis.
Dasar.
Sherkan mengulumkan senyuman nya.
Kemudian secara perlahan Sherkan mulai melepas kan ikatan tali pita yang mengikat mereka.
Dia fikir bagaimana dia bisa tidak terbangun ketika di kerjai oleh keponakan nya itu.
__ADS_1
Begitu lilitan terakhir terlepas dan membuat kaki mereka tidak lagi menyatu, Elvitania langsung buru-buru membuang pandangannya, mencoba untuk turun dari kasurnya dengan gerakan cepat.