
Ketika Sherkan secepat kilat mengejar langkah Elvitania, Merlin dan Rich terlihat terkejut.
"Ada apa?"
Rich langsung berdiri Bergerak maju kedepan menyusul Merlin yang buru-buru berjalan tergesa-gesa kedepan.
"Sayang aku fikir benar ada Elvitania"
"Ya?"
"Oh tidak, dia pasti telah salah paham"
Merlin buru-buru mundur kebelakang, dia Meraih undangan pernikahan mereka kemudian bergerak kedepan dan menggenggam erat telapak tangan Rich.
"Kita harus mengejar mereka, kau tahu aku rasa Elvitania salah menduga soal pelukan tadi"
"Oh ayolah bukan kah itu untuk melihat tingkat kecemburuan nya? jika dia menangis dan memilih pulang itu nama nya cemburu, biarkan saja, Sherkan bisa mengatasi nya"
"What?"
Merlin langsung mengerut kan keningnya.
"Kau ini bagaimana bisa sekejam itu?"
Oceh Merlin cepat.
"Sayang tujuan nya begitu sejak awal bukan? membuat Elvitania gelisah saat suaminya didekati oleh orang lain,dan kita sudah bilang itu ide yang brilian"
Ucap Rich cepat.
"Tapi mereka bisa bertengkar nanti"
Merlin terlihat begitu gelisah.
"No Sherkan bisa mengatasi nya, yakinlah setelah api kecemburuan berkobar, akan ada Sherkan junior yang berkembang"
Mendengar ucapan Rich seketika membuat Merlin mendelik.
"Sayang.."
Pekik nya kesal.
"Kamu tidak percaya? akan aku buktikan, dia akan ikut ke uni emirat Arab, minta sekretaris nya diganti dan akan ada Sherkan junior yang meluncur setelah ini, itu lagu khusus ketika perempuan cemburu"
Ucap Rich dengan Santai nya, dia Meraih pinggang Merlin dengan cepat lalu memeluk erat tubuh gadis itu"
Mendengar ucapan Rich seketika Merlin membulat kan bola matanya.
"Ahhhh jadi yang kemarin juga aku dikerjai seperti itu?"
Dia tiba-tiba ingat soal sesuatu.
"Agar aku cemburu, langsung bilang yes I will marry you? kauuuuu"
__ADS_1
Dia terlihat begitu kesal, mencoba mencubit Rich dengan kesal.
Alih-alih melarikan diri, rich malah terkekeh geli, menikmati cubitan demi cubitan kesal yang di berikan Merlin.
Laki-laki itu beberapa kali menahan tangan Merlin sambil tertawa geli.
"Sayang hentikan, oke maafkan aku"
"Aishhh kau menyebalkan sekali"
"Tapi cinta kan?"
"Tidak"
"Ah.... benarkah? kalau begitu aku akan cari..."
"Yakkkk"
Merlin berteriak kesal.
Lagi Rick tertawa terkekeh-kekeh.
Sepersekian detik kemudian laki-laki itu dengan cepat meraih kedua belah pipi gadis itu.
"Mau apa?"
Merlin bertanya sambil memicingkan sebelah matanya.
*******
Disisi lain.
Sherkan secepat kilat mengejar langkah Elvitania yang mulai menuruni anak tangga, sang istri memilih tidak turun lewat elevator, melainkan memilih turun melalui tangga dengan cara tergesa-gesa.
Bisa dilihat jutaan kekecewaan menghantam Elvitania, dia menangis untuk Pertama kali nya karena perasaan marah dan cemburu yang bercampur aduk menjadi satu.
"Sayang dengarkan aku, itu tidak seperti apa yang kamu lihat"
Sherkan berusaha terus mengejar langkah, meraih lengan Elvitania setelah mereka tiba di lantai bawah.
Bisa dilihat semua karyawan Azzura company Tampak bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini, untuk pertama kalinya atasan mereka mengejar seorang perempuan.
Desas-desus berhamburan, mereka fikir apakah perempuan cantik yang dikejar oleh bos besar mereka adalah istri nya.
Bahkan bagian resepsionis dan security terlihat panik, mereka fikir mungkin itu istri tuan Sherkan mereka, bagaimana mereka bisa tidak mengenali nya sejak awal.
Begitu Elvitania ingin melangkah melewati pintu keluar, Sherkan langsung memberi kode pada beberapa security agar tidak membuka pintu nya, sesuai perintah mereka langsung menekan tombol disana agar pintu kaca tersebut tidak bisa di buka.
Karena Bingung Elvitania langsung menghentikan langkah nya, Sherkan buru-buru meraih tangan Perempuan itu dengan cepat.
"Lepaskan"
Ucap Elvitania kesal.
__ADS_1
"Sayang, itu tidak seperti yang kamu lihat"
Ohhh begitu dia berhasil membuat tubuh Elvitania berbalik ke arah nya, seketika dia tercekat, istri nya menangis dan menatap nya dengan pandangan kecewa.
"Sayang itu kesalahpahaman, biar aku jelaskan di atas"
Sherkan langsung memasukkan tubuh Elvitania kedalam pelukan nya, dia fikir bagaimana bisa dia membuat perempuan ini menangis lagi kali ini.
Bayangkan bagaimana reaksi seluruh karyawan Azzura, mereka ingin bersorak gembira tapi takut salah, ingin diam tapi rasa nya begitu gregetan.
Demi apapun mereka belum pernah melihat bos mereka memperlakukan Perempuan semanis itu.
"I hate you"
Ucap Elvitania pelan.
"No... aku dan Mer tidak punya hubungan apa-apa, tidak seperti yang kamu fikirkan, pelukan itu juga bukan seperti itu sayang"
"Dia akan menikah dengan teman baik ku, undangan pernikahan itu undangan pernikahan mereka, demi Allah aku tidak berbohong"
Ucap Sherkan lagi.
"Kamu bisa menanyakan nya pada seluruh karyawan di Azzura, apa yang kamu lihat hanya sebuah kesalahpahaman"
Lanjut nya lagi.
Sejenak Elvitania diam, dia kemudian mencoba melepas kan pelukan nya.
Melihat ekspresi Elvitania Sherkan terlihat mengulumkan senyuman nya.
"Aku merasa dicemburui"
Ucap Sherkan kemudian.
Mendengar ucapan Sherkan Elvitania langsung membulatkan bola matanya, dengan perasaan kesal bercampur wajah yang tiba-tiba memerah, dia langsung memukul kesal dada laki-laki itu.
"Oh tidak sayang aku bercanda"
Ucap Sherkan sambil berusaha menahan tawa bahagia nya, dia juga berusaha menahan sakit di dadanya karena dipukul Elvitania dengan kesal.
Perempuan itu kembali ingin membalikkan tubuhnya tapi dengan cepat ditarik kembali oleh Sherkan agar Elvitania kembali masuk kedalam pelukan nya.
"Elv, apa perlu aku Berteriak di sini kalau kamu satu-satunya di hatiku? agar kamu percaya aku dan Mer tidak punya hubungan apa-apa?"
Tanya Sherkan Kemudian.
Perempuan itu sejenak terdiam, alih-alih menjawab dia membiarkan Sherkan semakin mempererat pelukannya.
Laki-laki sejenak memejamkan bola matanya, memeluk istrinya sambil mengulum senyumannya.
Dia baru tahu begitu rasanya di cemburui oleh seseorang yang dia cintai.
Bukan kah itu manis sekali?!.
__ADS_1