Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Sosok yang datang tiba-tiba


__ADS_3

Mal xxxxxxxx


Jakarta


Bola mata Sherkan terus mengawasi Elvitania dan Rubi yang terus bergerak ke arah depan dari pintu masuk Mal xxxxxxxx menuju ke arah tangga elevator sejak tadi.


Rubi terlihat mendorong kursi roda yang digunakan oleh Elvitania secara perlahan menuju ke arah pintu Elevator, memposisikan kursi roda tersebut dengan baik.


Karena kaki nya masih cukup sakit dan membiru karena kejadian semalam, mau tidak mau Elvitania menggunakan kursi roda.


Memaksakan kaki berjalan jelas akan membuat kerugian serta menyulitkan Elvitania untuk melangkah.


Sherkan sejak awal ingin sekali membantu menggantikan posisi Rubi tapi Elvitania seolah-olah sengaja kembali memasang jarak dengan nya.


Sherkan Fikir sulit sekali menebak jalan fikiran sang istri, bahkan Begitu Sulit sekali mendirikan sebuah istana di hati Elvitania.


Dia benar-benar butuh usaha extra.


Meskipun dirinya telah berkali-kali mengajak istri nya bicara, tetap saja Elvitania tidak banyak bicara.


Begitu mereka masuk ke dalam sebuah elevator, Rubi terlihat menekan tombol menuju ke salah satu lantai atas, dimana sejak kemarin malam kesepakatan terjadi jika mereka akan pergi berbelanja, memilih beberapa pakaian dan keperluan lainnya.


Besok adalah acara pernikahan salah satu keluarga mereka.

__ADS_1


Begitu Rubi tiba di salah satu toko, gadis itu langsung membawa kakak iparnya masuk dan mencari pakaian yang mereka inginkan.


Beberapa pegawai toko langsung menyambut mereka dengan antusias, satu di antara para pegawai mempersilahkan Sherkan dudui di salah satu kursi sofa untuk menunggu.


Mereka telah hapal betul urutan pelanggan terbaik dari berbagai macam kalangan yang sering datang ke toko tersebut.


Sherkan terlihat duduk sambil bola mata nya tee mengawasi sang istri dan adik kesayangannya itu.


Beberapa waktu dia lebih memilih untuk membaca majalah dengan bola mata nya tidak luput mengawasi kedua orang yang terus berputar-putar mencari pakaian yang mereka sukai atau bahkan sesekali bercanda ria bersama.


Kadang Rubi akan bertanya pada Sherkan apakah pilihan nya sudah tepat, kadang dia memaksa Elvitania untuk memamerkan pakaian pilihan nya dan meminta Sherkan memberikan pendapat nya juga.


"Apakah ini cantik kak?"


Sejenak Sherkan terpaku, bola matanya menatap tampilan Elvitania yang terlihat begitu sempurna di bola mata nya.


Cukup lama bola mata Sherkan menelisik penampilan Elvitania.


Perempuan itu yang cukup risih ditatap buru-buru membuang pandangannya, dia mencoba berdehem sambil mencoba memegang tengkuk nya untuk beberapa waktu.


"Cantik"


Sherkan bicara sambil mengembangkan senyuman nya.

__ADS_1


Rubi terlihat ikut mengulumkan senyuman nya, kemudian gadis itu berkata.


"Yaaaa aku tahu kakak ipar cantik, tapi bukankah aku juga menanyakan pendapat soal gaun ku kakak, ckckckck bola matanya tidak bisa lepas dari kakak ipar"


Goda Rubi sambil menggelengkan kepalanya.


Mendengar godaan Rubi seketika Sherkan terkekeh, para pelayan terlihat ikut tertawa kecil.


Elvitania seketika menjadi malu dan tidak enak hati, perempuan itu secepat kilat berusaha menggeser posisi nya dan mencoba bicara pada salah satu pegawai toko tersebut.


Kemudian Elvitania dan Rubi terlihat memilih beberapa pakaian yang dirasa cocok kemudian meminta para pegawai membuat kan mereka nota nya dan mulai melakukan transaksi pembayaran.


Dari sana mereka menyusuri tempat lain dan mencoba mencari pakaian serta sandal dan lainnya untuk beberapa waktu.


Hingga pada akhirnya mereka tiba di satu toko untuk memilih beberapa aksesoris yang di rasa pas.


Tapi tiba-tiba bola mata Elvitania menangkap sosok seseorang yang bergerak tidak jauh dari hadapan mereka.


Seketika Elvitania membulatkan bola matanya saat dia tahu siapa sosok tersebut.


Secara perlahan Perempuan itu bergerak dengan sendirinya, mendorong kursi roda itu untuk mendekati sosok orang tersebut dengan pandangan yang begitu sulit untuk di artikan.


Sherkan jelas mengerut kan keningnya saat melihat Elvitania menjauhi mereka, sejenak bola matanya mengikuti gerakan bola mata Elvitania.

__ADS_1


Laki-laki itu seketika tercekat saat dia menyadari siapa sosok yang akan di temui Elvitania tersebut.


__ADS_2