
Mansion Utama Sherkan
Elvitania sejenak menatap punggung bibi Saimah yang Sejak tadi berkutat di dapur, setelah itu perempuan itu terlihat menghela pelan nafasnya.
"Nona?"
Bibi Saimah terlihat cukup terkejut dengan kehadiran Elvitania.
"Apa ada yang bisa saya bantu, nona?"
Alih-alih menjawab perempuan itu lebih memilih menggelengkan kepalanya.
"Bibi sedang membuat apa?"
Tanya Elvitania pelan.
"Ah ini makanan favorit tuan Sherkan"
Jawab bibi Saimah cepat.
"Kepiting asam manis dan tumis bayam?"
Tebak Elvitania cepat.
"Nahhh itu dia"
Bibi Saimah terlihat begitu kegirangan, dia fikir nona nya mulai hapal apa saja yang menjadi makanan favorit tuan nya.
Elvitania terlihat mengembang kan senyuman nya, dia mencoba mendekati bibi Saimah sambil berusaha untuk membantu wanita berusia hampir paruh baya tersebut.
"Nona? apa yang anda lakukan?"
Lagi bibi Saimah mengkhawatirkan Elvitania yang mencoba ikut berkutat di dapur.
"Aku mungkin tidak banyak membantu, tapi bibi bisa mengajarkan aku untuk membuat nya"
Ucap Elvitania pelan.
"Maksudnya, nona?"
Wanita itu jelas mengerutkan keningnya, agak bingung tumben-tumbenan nona muda nya ingin mencoba membuat resep makanan.
Alih-alih menjawab Elvitania lebih memilih untuk diam, dia berusaha meraih bawang yang ada dihadapan nya dan mulai mengupasnya.
"Bukankah cukup aneh? kepiting asam manis di padu dengan bayam? aku fikir itu cukup tidak seimbang"
Tiba-tiba Elvitania bicara sambil berfikir untuk beberapa waktu.
Dia bicara sambil menghentikan gerakan tangannya, menatap ke arah depan sambil mengerutkan keningnya.
"Tuan memang sedikit aneh"
"Bukankah lawan yang cocok mungkin cah kangkung atau sayur asam? ah entahlah.aku juga tidak bisa memikirkan lawan yang paling tepat untuk menu rumit seperti itu"
Ucap Elvitania kemudian.
"Sebab aku juga tidak pandai soal memadu padankan makanan"
__ADS_1
Setelah berkata begitu, Perempuan itu terus melakukan kegiatan nya, lebih memilih tidak bicara, dan tidak melanjutkan pemikiran nya.
Bibi Saimah terlihat mengembang kan senyuman nya, dia fikir sekian lama menikah baru kali ini nona muda nya bingung memikirkan menu makanan tuan muda nya.
Bahkan sedikit mengkritik soal lawan makanan yang harus laki-laki itu konsumsi.
"Tuan mungkin lagi-lagi akan pulang sedikit terlambat, Nona"
"Kenapa?"
"Kata nya ada sedikit urusan di kantor"
Elvitania hanya mengangguk kan kepala nya.
*******
Azzura company
Setelah selesai memeriksa beberapa berkas-berkas yang ada dihadapan nya, Sherkan terlihat mulai meletakkan pena dan yang ada di tangan nya.
Laki-laki itu sejenak memijat-mijat kepalanya.
Belakangan dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya, proyek terbaru yang dia dapatkan cukup banyak menyita waktu nya.
Bahkan dia cukup Sulit bertemu bebas dengan Elvitania.
Ketika pergi Perempuan itu sudah menghilang ke taman Rahasia belakang, ketika dia pulang Elvitania sudah terlelap dalam tidur nya.
1 tahun lebih mereka jarang sekali bicara,bisa di bilang Sherkan lah yang paling banyak bicara dan mencoba mencairkan suasana di antara mereka.
"Kau mulai lelah dengan pernikahan nya?"
Merlin tiba-tiba bertanya Pada Sherkan, menatap laki-laki itu dengan pandangan begitu iba, dia Fikir keadaan ini benar-benar tidak berjalan baik untuk laki-laki yang pernah mengisi hari-hari nya di masa lalu.
Andai saja tragedi malam itu tidak terjadi, dia jelas menjadi nyonya Sherkan Azzura pada saat ini.
Tapi takdir jelas tidak berpihak pada dirinya, dia harus melepaskan Sherkan dengan lapang dada.
Alih-alih menjawab, Serkan malah mencoba membaringkan tubuhnya ke belakang kursi kerjanya, bersandar sambil memejamkan bola matanya sejenak.
"Entahlah, tidak bisa di bilang lelah, dia mungkin masih belum ingin membuka hati nya Mer"
Jawab Sherkan pelan.
"Aku fikir mungkin kamu tidak bergerak dengan lebih cekatan, kau tahu? perempuan itu paling gampang di luluhkan hati nya"
Ucap Merlin sambil menyerahkan kopi panas ke hadapan Sherkan.
"Kamu begitu kaku, aku bisa merasakan nya selama beberapa tahun bersama mu"
Mendengar ucapan Merlin, Sherkan terlihat terkekeh pelan.
"Terdengar seperti sebuah keluhan?"
Laki-laki itu bicara sedikit mengejek.
"Yah lebih dan Kurangnya, kamu cukup jauh berbeda dengan Zahir, tidak Heran Elvitania kesulitan memalingkan hati nya, kau terlalu pasif"
__ADS_1
Ucap Merlin lagi.
"So?"
Sherkan terlihat menaikkan ujung alisnya.
"Mau aku berikan saran? tapi harga nya cukup mahal"
Mendengar tawaran Merlin, seketika laki-laki itu mencibir.
"Ini seperti sebuah pemerasan?"
Ledek nya cepat.
"Aisshhhh ckckckckkc dia bahkan takut rugi soal istri nya sendiri"
Merlin meledek balik.
"Oh come, apa yang tidak aku berikan untuk istri ku? jika aku bisa mengembalikan dirinya menjadi seperti dulu, aku akan memberikan seluruh dunia ku untuk nya, Mer"
Ucap Sherkan sambil menghela pelan nafasnya.
"Kau ingin memberikan seluruh dunia ku pada nya, tapi tidak mau membayar ku atas saran yang bisa membuat istri mu jatuh cinta pada mu"
Merlin terlihat mengoceh, dia mencoba membalikkan tubuhnya dengan kesal.
"Oh ayolah, kenapa kaum perempuan gampang sekali marah dan merajuk?"
Oceh Sherkan kemudian.
"Baiklah, apa yang kamu mau? selama tidak membuat ku bangkrut dan melibatkan seluruh karyawan Azzura, aku akan melakukan nya*
Mendengar ucapan Sherkan, buru-buru Merlin membalikkan tubuhnya.
"Paket bulan madu, liburan istimewa, cuti panjang dan kado istimewa"
Ucap Merlin sambil menaik turunkan alisnya.
"What? kau akan menikah?"
Alih-alih menjawab Merlin menaikkan telapak tangan kirinya, dia memamerkan cincin di jari manisnya.
"Oh shi..t, laki-laki itu bergerak begitu cepat"
Umpat Sherkan cepat.
"Yahhh dia tidak sebodoh dirimu dan sekaku dirimu"
Ledek Merlin lagi.
Sherkan menaikkan bahu nya.
"Yeah baiklah, tidak lebih dari itu"
Seulas senyuman mengembang di Balik wajah gadis itu.
Marlin terlihat mendekatkan wajahnya pada Serhan, dia menempelkan bibirnya di Balik telinga laki-laki itu sambil membisikkan sesuatu kepada nya.
__ADS_1