
Setelah kembali selesai dengan pergulatan panjang mereka pada akhirnya Elvitania dan Sherkan mulai kembali membaringkan tubuh mereka ke atas kasur, mencari posisi paling ternyaman mereka bersama.
Sesekali Sherkan mengelus lembut punggung Elvitania yang memeluk erat dirinya.
"Belum mengantuk?"
Tanya Sherkan setengah berbisik.
"Hmmm"
Elvitania hanya menjawab pelan.
"Elv?"
Sherkan bicara pelan kemudian tangan kanan nya membenahi rambut sang istri, meletakkan nya ke belakang telinga nya.
Mendengar sang suami bicara, Elvitania terlihat langsung mendongak kan kepalanya, sejenak dia menatap dalam wajah sang Suami.
Sherkan secara perlahan membenahi posisi istri nya, membiarkan wajah mereka saling berhadapan.
"Katakan pada ku soal perasaan kamu saat ini"
Ucap Sherkan pelan.
"Maksud nya?"
Perempuan itu menaikkan ujung alisnya.
__ADS_1
"Perasaan kamu terhadap Britania?"
Tanya Sherkan begitu lembut dan pelan.
Dia fikir ini timing yang paling tepat untuk bicara dan tahu soal perasaan istri nya.
Meskipun dia begitu tidak menyukai Britania, tapi Sherkan paham dia tidak bisa memecah hubungan Darah yang sudah ada.
Dibalik kemarahan dia atau kemarahan Elvitania, minimal mereka memiliki sedikit pembicaraan soal Elvitania dan saudara kembar perempuan nya.
Sejenak Elvitania diam, dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sherkan.
"Kecewa, itu yang aku rasakan pada Britania"
Ucap Elvitania pelan.
"Tapi....rasa kecewa ku pada Britania jelas berbeda, selain dia menyakiti perasaan ku, dia menghancurkan banyak hal yang ada didalam hidup ku, cita-cita, harapan, masa depan bahkan kepercayaan orang lain terhadap diriku"
Mendengar curahan hati Elvitania, Sherkan terlihat diam.
"5 tahun berada di penjara bawah tanah bukan waktu yang sebentar, identitas dan jati diri ku di curi, dan dia menjadi diriku untuk menarik simpati dan perhatian orang lain."
"Sedangkan aku harus berjuang sendiri untuk bisa bebas, menangis pagi, siang, sore dan malam untuk bebas"
"Semua impian ku hancur karena dia"
Seketika Elvitania menangis lirih.
__ADS_1
"Aku pernah berada di titik paling rendah didalam hidup ku, dimana aku Fikir mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik ku saat itu"
"Tapi ..hati kecil ku terus menekankan, Elv bangunlah, sadarlah, kamu harus melewati semua ini, hari tidak selalu mendung dan hujan, akan ada masa dimana kamu akan keluar dari situasi ini"
"Aku masih belum bisa memaafkan dia Sherkan, aku belum bisa, maafkan aku"
Setelah berkata begitu Elvitania masuk kedalam pelukan Laki-laki tersebut.
Sherkan terlihat diam, mengelus lembut kepala Elvitania.
Yah siapapun yang pernah berada diposisi Elvitania, pasti tidak akan semudah itu memaafkan Britania.
Dia tahu Secara umum, memaafkan merupakan salah satu cara seseorang dalam melepaskan dendam atau rasa kesal, marah, dan kecewa pada orang lain. Bukan sekadar berkata ‘maaf’, tetapi memaafkan juga merupakan sebuah medium untuk menunjukkan rasa empati sebagai bentuk pengampuan pada mereka yang telah menyakiti.
Memohon maaf dan memaafkan orang lain tentu saja merupakan pilihan masing-masing individu. Hal ini juga mungkin cenderung sulit dilakukan oleh beberapa orang, terlebih jika orang yang melakukan kesalahan dirasa belum pantas menerima pengampunan.
Namun, tidak dapat dipungkiri juga, bahwa ketika seseorang saling memaafkan satu sama lain, akan ada banyak manfaat yang didapatkan dari berbagai aspek kesehatan. Sebaliknya, menyimpan dendam akan suatu permasalahan malah dinilai tidak baik bagi kesehatan fisik maupun mental.
Tapi dia jelas tidak bisa memaksa Elvitania untuk memaafkan Britania, sejatinya dia juga menyimpan kemarahan dan kekecewaan yang sama.
Mungkin mereka hanya butuh waktu untuk menata perasaan,bisa jadi mereka memaafkan tapi mungkin untuk menjalin hubungan kekeluargaan akan sangat sulit sekali.
Tapi tidak mereka pungkiri akan bertindak baik hanya dangan putra Britania, tapi untuk kembali berbaur dan perbuat baik pada Britania mungkin akan mereka fikirkan kembali dua tiga kali.
Anggaplah mereka melakukan ini untuk terus waspada pada ancaman yang ada di sekitar mereka.
Sejati nya tidak pernah ada yang tahu bagaimana isi hati seseorang, jadi waspada adalah satu-satunya cara untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan buruk yang akan terjadi.
__ADS_1