
10 tahun kemudian
Mansion utama Sherkan
22.10 Malam
Prancis
Dikala kebahagiaan menerpa hidup Sherkan dan Elvitania, dikala maaf telah di berikan Elvitania kepada Britania,dikala yang jahat telah mendapatkan balasan nya dan dikala ketentraman menghampiri semua orang.
Elvitania dan Sherkan menunggu kelahiran baby ke 3 mereka, sedang kan Britania dan Ming telah memiliki 2 putra.
Usia putra pertama Britania kala itu lebih kurang menginjak 9,5 tahun dan usia putra ke dua Britania 5,5tahun.
Elvitania terlihat begitu gelisah menatap warna langit yang terus menggelap, sebentar-sebentar dia melirik ke arah jam yang ada di dinding sisi kanan dimana dia berdiri.
Sherkan terlihat sibuk bermain bersama putra dan putri mereka, Kadang kala Terdengar tawa Sherkan dan anak-anak mereka untuk beberapa waktu.
"Sayang, ada apa?"
Tiba-tiba suara sang suami mengejutkan dirinya.
"Kenapa Britania belum datang juga?"
tanya perempuan itu pelan dengan rona wajah penuh kecemasan, belakangan dia bermimpi buruk soal Britania, entah lah seolah-olah firasat nya berkata akan ada sesuatu yang buruk terjadi kepada sang saudara kembar nya itu.
"Kamu sudah mencoba menghubungi dia?"
Sherkan bertanya sambil mencoba mencari handphone nya.
"Sudah, tapi tidak kunjung di angkat, terakhir aku coba melakukan panggilan lagi, handphone nya mati"
Jelas Elvitania cepat.
"Britania tidak pernah seperti itu bukan sebelum nya? bukankah itu aneh?"
Tanya Perempuan itu sambil menggigit bibir bawahnya.
Sherkan terlihat diam, dia mencoba meraih Handphone nya yang ada di atas kursi sofa.
Laki-laki itu mencoba menghubungi Ming, suami Britania. Laki-laki itu mengerutkan keningnya saat dia samar-samar mendengar suara berisik yang cukup memekakkan telinga.
"Ming? Ming? apa kau disana?"
Tanya Sherkan cepat.
Elvitania buru-buru menyambar handphone tersebut.
__ADS_1
"Kak....kak..?"
Dia mencoba menempel kan telinga nya di handphone tersebut, yang dia dengar bukan jawaban, tapi suara rengekan seseorang di seberang sana.
"Alestor? alestor? apa itu kamu sayang?"
Elvitania berusaha untuk untuk membangun komunikasi dengan intens, menajamkan pendengarannya sebaik mungkin.
"Untie...hiksssss untie.... sakit".
Mendengar rengekan dan tangisan sang keponakan Seketika Elvitania panik.
"Katakan pada untie ada apa? alestor, dimana mommy dan Daddy mu?"
Dikala Elvitania berusaha bertanya, tiba-tiba dia mendengar samar-samar suara seseorang.
"Angkat dan bawa pergi bocah itu, bodoh"
Seketika Elvitania tercekat.
Ada apa?.
"Alestor menangis, Sherkan seseorang mengumpat, itu bukan Britania atau kak Ming"
Elvitania jelas panik setengah mati, dia Fikir pasti sesuatu yang buruk telah terjadi kepada mereka, putra kedua Britania menangis terisak-isak bisa dia dengar bocah kecil itu kesakitan.
Siapa?!.
Sherkan jelas ikut panik, dia berusaha untuk bicara dan bertanya kepada Alestor di seberang sana tapi alih-alih mendapatkan jawaban tiba-tiba dia mendengarkan sebuah ledakan besar dibalik telinganya.
Duaaarrrrrr.
Laki-laki itu seketika tercekat.
Ledakan dahsyat terdengar nyaris memecah gendang telinga nya, suaranya dimana?!.
Secepat kilat Sherkan melesat meraih kunci mobilnya, dia Langsung menyentuh wajah Elvitania.
"Jaga anak-anak, aku akan mencari mereka"
Elvitania ingin bertanya ada apa, tapi sang suami telah melesat Pergi meninggalkan dirinya didalam kebingungan dan kepanikan.
********
Beberapa waktu sebelumnya
Ditengah jalanan hutan yang menanjak, dimana sebuah mobil mendominasi berwarna hitam terlihat berhenti tepat di tengah jalanan gelap yang di guyur hujan dan angin deras.
__ADS_1
Sepasang suami istri terlihat tidak berdaya, darah segar mengalir di seluruh kepala, wajah dan beberapa tubuh mereka.
Ming terlihat tidak bergerak sejak tadi, laki-laki itu benar-benar telah kehilangan semua kesadaran nya.
Britania terlihat samar-samar menoleh ke sisi kanannya, dia mencoba meraih tubuh putra kesayangan nya di tengah ketidak berdayaan nya.
Alestor menangis terisak sambil menahan sakit di tubuh dan kaki nya.
"Alestor, alestor .."
Suara perempuan itu jelas terdengar sayup-sayup, dia ingin meraih putra nya, satu dari ketiga orang yang telah mengubah kehidupan nya menjadi sebaik hari ini.
Dia fikir dia belum banyak membahagiakan orang-orang disekitar nya atas dosa masa lalunya, apakah dia harus mati saat ini juga?!.
Bisa dia dengar sayup-sayup suara handphone miliknya berdering, dia menatap alestor dengan tatapan syahdu, meminta agar putra nya mencari asal suara handphone tersebut.
Alestor kecil yang seolah-olah tahu perintah Mommy nya dengan bersusah payah mencoba mencari handphone Mommy nya.
Hingga akhirnya Bocah pintar itu mendapat kan apa yang dia cari, Alestor mengangkat panggilan tersebut dengan cepat sambil meringis kesakitan.
Dikala tangan nya mencoba menyentuh tubuh putra nya, tiba-tiba seseorang mencoba memaksa mendobrak pintu mobil mereka.
Dia fikir seseorang akan membantu dan menyelamatkan mereka, tapi seketika bola mata Britania membulat, dia terkejut setengah mati saat sadar siapa yang ada di hadapannya.
"Hallo Britania"
Seulas senyuman jahat dengan wajah yang begitu dia kenal muncul dibalik pintu mobil mereka.
Britania Seketika tercekat, dia mencoba meraih tubuh putra nya.
No....No.... perempuan itu menggelengkan kepalanya dengan ketidak berdayaan nya.
Tidak, jangan lakukan itu.
Begitu tubuh putra nya di ambil, seketika air mata Britania tumpah.
Tiba-tiba sebuah senjata di arahkan tepat ke kepalanya.
Britania memejamkan bola mata nya, seiring suara tembakan melesat mengenai kepalanya sebuah ledakan besar terjadi disana.
Duaarrrrrr
Sayang dengarkan Mommy, kau tahu Mommy benar-benar mencintai kamu dan kakak mu, apapun yang ada di masa lalu semua terjadi karena mereka yang mendesak dan mengendalikan Mommy.
Jangan dengarkan mereka, larilah jika kamu bisa berlari, mungkin Mommy tidak akan punya kesempatan untuk melihat kamu tumbuh dan kembang dengan baik, tapi ingatlah mommy benar-benar mencintai kalian, benar-benar mencintai kalian.
__ADS_1
Kasih seorang ibu tidak akan pernah hancur seiring berjalannya waktu.