
Kembali ke masa
Ketika Elvitania terkena puding coklat panas
Kamar utama
Elvitania Mencoba menahan nafasnya sejak tadi, tidak tahu kenapa rasanya begitu aneh, wajahnya serasa begitu panas dan memerah saat jemari laki-laki itu terus bergerak diatas pahanya.
Bisa dia lihat Sherkan menundukkan kepalanya sejak tadi, terlihat begitu berkonsentrasi mengobati luka nya sejak tadi.
Perempuan itu secara perlahan menggerakkan tangannya, dia mencoba menyentuh kepala Sherkan dengan perasaan ragu-ragu.
"Elvitania"
Tiba-tiba Sherkan mendongakkan kepalanya.
Elvitania seketika terkejut, dia langsung membuang telapak tangannya dan Lagi-lagi Mencoba membuang pandangannya.
"Oh sayang"
Sherkan langsung bergerak cepat, Meraih wajah Elvitania dengan kedua tangannya.
"Sayang berhenti membuang pandangan mu dari ku, apakah wajah ku begitu terlihat mengerikan?"
Sherkan bertanya sambil menatap dalam Bola mata Elvitania.
"Buang kebiasaan itu Elv, tidak bisakah kita memulai semuanya dengan manis?"
Tanya Sherkan lagi sambil menelisik manik mata indah milik Elvitania.
"Sudah 1 tahun hmmm"
Lanjut Sherkan lagi.
"Maafkan aku soal kejadian malam itu, aku tahu aku telah menyakiti kamu, melukai perasaan kamu bahkan mungkin menorehkan luka yang begitu dalam"
__ADS_1
"Tapi ketahuilah, dibalik rasa tanggung jawab aku benar-benar menikahi kamu karena aku memang tulus ingin menikah dengan kamu Elv"
Elvitania terlihat diam, dia balik menatap bola mata Sherkan untuk Beberapa waktu.
"Aku mohon Elv, mari kita memulai semuanya dari awal hmmm"
Elvitania seperti biasanya tidak mengeluarkan suara nya, dia hanya diam menatap dalam manik mata indah Sherkan.
"Aku masih menunggu Elv, aku akan sabar menunggu Jawaban kamu hmm"
Sherkan kembali bicara sambil mengelus lembut wajah cantik dihadapan nya itu.
Satu ingatan tiba-tiba terlintas dibalik ingatan Sherkan soal masa lalu.
"Katakan pada ku Elvitania,kamu membenci aku? ada apa dengan diri mu? Elv?"
"Lepaskan, aku tidak mengerti apa maksud kamu, no..."
Britania terlihat begitu panik, tidak tahu kenapa laki-laki dihadapan nya itu terlihat begitu marah pada Dirinya.
"Apa Zahir bicara sesuatu yang buruk?"
Britania berusaha untuk melepaskan dirinya.
Dia hanya bingung ada apa dengan laki-laki dihadapan nya itu.
"Bajingan jauhkan tangan mu dari tubuh ku"
"Apa?"
Sherkan seketika menghentikan gerakan tangannya, dia mundur beberapa langkah, menatap orang yang dikiranya Elvitania dengan pandangan penuh kekecewaan.
"Siapa kamu?"
Satu pertanyaan melesat dari balik bibir Sherkan kala itu.
__ADS_1
********
Jelang Jam makan malam
Dapur
Elvitania terlihat melesat masuk ke dapur secara perlahan, meraih gelas teh dan sarapan nya.
Perempuan itu fikir setelah menyelesaikan sarapan nya dia bersama bibi Saimah ingin mencoba beberapa menu terbaru yang dia lihat di sebuah buku.
Saat ini masak menjadi kegiatan baru nya, tidak tahu kenapa dia hanya menyukainya belakangan ini.
Secara perlahan Elvitania mulai menyantap sarapan nya secara perlahan, bola matanya beberapa kali melirik ke arah tangga kemudian dia menghela pelan nafasnya.
Elvitania secara perlahan mulai menghabiskan teh dan sarapan pagi nya.
"Apa nona tahu?"
Tanya bibi Saimah tiba-tiba.
Elvitania buru-buru menoleh ke arah bibi Saimah, dia berdiri kemudian mulai mendekati wastafel tempat pencucian piring.
Dia menggelengkan kepalanya secara perlahan, mulai bergerak membereskan piring milik nya.
"Mereka akan pergi ke uni emirat Arab untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan investor asing, apa itu baik-baik saja nona?"
Wanita itu bertanya pada Elvitania sesaat setelah Elvitania menyelesaikan sarapan nya.
Perempuan itu tampak diam, dia menghentikan gerakan tangan nya untuk mencuci piring makan nya.
"Ya?"
Elvitania bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Bukankah itu cukup buruk,Nona?"
__ADS_1
Tanya wanita itu pelan.
Mendengar ucapan bibi Saimah seketika Elvitania meremas busa pencuci piring ditangan nya itu dengan perasaan gelisah.