
Yash menelan salivanya, terlihat sedikit tidak baik-baik saja saat melihat penampilan gadis yang ada di hadapannya tersebut.
Sejenak laki-laki itu mencoba untuk berbalik dengan cepat kemudian dia seperti seseorang yang sedikit kehilangan arah, tidak paham sebenarnya ingin ke arah mana keluar dia harus menyelesaikan sesuatu, masuk namun cukup takut dengan pemikiran yang ada di otak kepalanya, berbelok ke sisi kirinya ada kasur, lurus ke depan terdapat walk in closet.
Ini kali pertama laki-laki tersebut berlaku seperti orang bodoh, dia mencoba untuk memijat kepalanya sejenak kemudian berkata.
"Aku harus mencari sesuatu di lemari"
Rasanya ucapan yang dilontarkan oleh Yash terasa sangat tidak logis dan tidak masuk akal, tapi lebih tidak logis lagi dan tidak masuk akal lagi jika dia melontarkan ucapan lainnya.
"Ah.... baiklah"
Alessia terlihat jadi serba Salah cukup bingung harus bergerak ke arah mana, pada akhirnya masakan diri melangkah ke arah depannya menuju ke arah walk in closet.
Sebenarnya dia cukup malu dengan keadaan di mana dirinya saat ini hanya menggunakan handuk mandi saja yang bahkan tidak benar-benar menutupi seluruh pahanya juga tidak benar-benar menutupi seluruh bagian dadanya, seketika wajahnya berbeda karena malu.
Gadis tersebut buru-buru menuju ke arah walk in closet, mencoba mencari pakaiannya di sana dengan gerakan cepat, bisa dia lihat Yash tanpa berusaha untuk mencari sesuatu di dalam salah satu lemari walk in closet.
Dia tidak paham apa yang tengah dicari oleh laki-laki tersebut saat ini, tapi bisa dilihat yash tanpa begitu serius untuk mencari sesuatu di sana.
"Apa kamu ingin aku membantu untuk mencarinya?"
Alessia bertanya sedikit gugup, dia melirik ke arah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Mendapat tawaran dari gadis di sampingnya seketika membuat menghentikan gerakan tangannya, dia tidak bisa berkata iya untuk bantuan yang diharapkan dan ditawarkan oleh Allah karena realitanya sebenarnya tidak ada yang benar-benar dia cari saat ini tapi sejenak bola matanya mencoba menatap ke arah punggung gadis tersebut untuk beberapa waktu dia mencoba menyeimbangkan pandangan matanya ke arah belakang hingga di situ hingga tiba-tiba tanpa dia sadari Alicia dengan tatapan bingung.
"Yash?"
Gadis tersebut bertanya sembari menerapkan pentingnya hingga seketika membuatnya terkejut dari pandangannya wajahnya sedikit mau merah dia menjadi malu karena seolah-olah baru saja kepergok mengintai seseorang secara tiba-tiba.
"Ya, mungkin itu ide yang bagus kamu bisa membantuku mencari sebuah berkas yang tanpa sengaja aku selipkan di dalam lemari tapi aku lupa meletakkannya di mana"
Sungguh sangat terkutuk untuk alasan yang dibuat saat ini tapi dia tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah punggung gadis tersebut terdapat luka bakar yang ingin dia lihat.
"Aku akan berganti pakaian lebih dulu"
Gadis itu bicara dengan cepat dan berusaha untuk mengambil pakaiannya lantas dia berpikir yang besar menuju ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja ia harus berkata,
"Aku membutuhkan nya sekarang, bisakah bantu aku mempercepat untuk mencarinya?"
Laki-laki tersebut seolah-olah dalam keadaan terdesak dan mendesaknya.
"Tuan scoot menunggu berkas tersebut sekarang juga untuk dikirim melalui email"
Mendengar kata tuan scoot seketika membuat Alessia sedikit bingung dia ingin berganti pakaian namun Yash berkata keadaan cukup mendesak.
"Tapi aku..."
"Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu Alessia''
Buru-buru Yash bicara seperti itu hingga membuat alesia terdiam.
Alih-alih menjawab ucapan dari suaminya pada akhirnya gadis tersebut langsung beranjak dari posisinya dan mendekatinya kemudian tanpa berpikir dua tiga kali Alessia berusaha untuk mencari berkas yang diinginkan oleh laki-laki tersebut.
"Katakan padaku bagaimana bentuk dan warnanya?"
Alessia Tampak mulai bergerak membantu untuk mencari, Yash tampak menggeserkan langkahnya, mencoba mensejajarkan diri disamping Alessia.
Alessia mengulang kembali pertanyaannya.
"map coklat, dengan beberapa lembar berkas di dalamnya"
Ucap Yash cepat.
"Aku akan mencoba mencari di sebelah sini dan kamu bisa mencarinya di sisi yang lainnya "
Alessia bicara dengan cepat, kini tangannya mulai menjelajahi isi lemari walk in closet tersebut, mencoba mencari map yang dimaksud oleh laki-laki itu.
Cukup kesulitan karena dia takut yang dia gunakan terlepas ditambah lagi dia harus bergerak dengan gerakan yang cukup cekatan agar bisa mendapatkan dengan cepat berkas yang diinginkan oleh laki-laki tersebut.
Di tengah pencarian yang dilakukan oleh Alessia, Yash awalnya pura-pura berusaha untuk ikut mencari berkas yang dia inginkan, dia seolah-olah sibuk membongkar beberapa posisi lemari Walk in kloset di hadapannya, dan semua bergerak dengan sangat lamban.
Hingga pada akhirnya saat Alessia masih fokus mencari map yang dia inginkan, laki-laki tersebut secara perlahan berusaha untuk mundur dari posisinya, mencoba untuk menatap punggung alesia beberapa waktu, mencari bekas luka ya dia inginkan.
__ADS_1
Sedikit sulit melihat dari arah sisi kanan garis tersebut, hingga akhirnya membuat Yash kembali memundurkan langkahnya.
Bola mata laki-laki itu terus menatap intens di bagian punggung Alessia, dia mencoba untuk menelisik bagian punggung gadis tersebut yang ditutupi oleh handuk mendominasi berwarna putih.
Yash pada akhirnya berhasil berdiri tepat di belakang punggung oleh Alessia dengan jarak yang sedikit jauh, bisa dilihat ada yang mwnyembul di balik punggungnya dimana Handuk mendominasi berwarna putih terlihat menampilkan sesuatu yang jika seseorang melihatnya akan menciptakan rasa penasaran yang tinggi.
Laki-laki itu tak bergeming menatap ke arah punggung Alessia untuk beberapa waktu.
"Aku pikir aku tidak mendapatkannya sejak sejak tadi"
Tiba-tiba saja suara Alessia memecah keadaan hingga membuat Yash seketika terdiam.
Gadis tersebut pada akhirnya mencari sosok Yash namun realitanya dia tidak mendapatkan laki-laki itu di sisi kiri atau kanan di mana dia berdiri saat ini.
Hingga pada akhirnya Alessia buru-buru langsung menoleh ke arah belakangnya dengan cepat.
Seketika gadis itu terkejut saat dia menyadari jika Yash sudah berada tepat di belakang punggungnya.
"Yash..ada ...?"
Gadis itu baru saja ingin bertanya ada apa dan kenapa Yash tiba-tiba berdiri di belakangnya, tiba-tiba laki-laki itu bertanya.
"Kau di mana mendapatkan luka yang ada di punggungmu itu?"
Tanya Yash kemudian sembari menatap dalam bola mata Alessia.
"Ya?"
Hal tersebut sontak membuat Alessia sedikit terkejut.
"Apakah Luka tersebut luka lama atau luka yang baru saja kamu dapatkan?"
Lagi Yash bertanya dengan nada yang serius.
Alessia yang mendengarkan pertanyaan Yash seketika terdiam sembari dia menyatukan kedua telapak tangannya dan meremas tangan nya dengan perasaan gelisah.
"Aku melihat luka memanjang di punggungnya saat ini, ini kali pertama aku melihat, aku pikir itu pasti begitu menyakitkan"
__ADS_1
Lanjut Yash lagi sembari terus mencoba menangkap ekspresi gadis yang ada di hadapannya tersebut