Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Bab 35 Y & A


__ADS_3

Mansion utama Khalid


Kamar utama Yash dan Alessia


Pagi


"Alessia......"


Satu teriakan menggema di balik telinga Alessia, membuat gadis tersebut seketika tersentak dari tidur lelapnya, dia yang masih merasa begitu lelah seketika terjaga dari tidurnya tanpa basa-basi saat suara seseorang terasa menggema dibalik telinga nya.


Alessia seketika membiarkan bola matanya mengitari seluruh ruangan yang dia tempati, mencoba membiarkan bola matanya terbiasa pada cahaya lampu yang menyilaukan mata nya.


🎶🎶🎶🎶🎶🎶.


Hahhh?!.

__ADS_1


Gadis tersebut Seketika terkejut, suara alunan musik mengejutkan dirinya ditengah perasaan tidak baik-baik saja atas suara yang menggema mengganggu tidur nya.


Alessia buru-buru beringsut dari posisi tidurnya, mencoba mendapatkan kesadaran nya untuk beberapa waktu begitu dia sadar suara alunan musik tersebut berasal dari balik handphone nya, suara alarm pembangun pagi yang sejak dulu dia atur untuk membuat dia bangun lebih awal dari suami nya.


Gadis tersebut buru-buru meraih handphone nya, mematikan jam alarm secara perlahan, setelah itu garis tersebut perlahan duduk dari posisinya, membiarkan bola matanya mengitari ruangan tersebut.


Kini bola mata Alessia menatap sosok Yash yang masih terlelap didalam tidur nya, membuat gadis tersebut sejenak diam dan membiarkan netra indah nya menelusuri tubuh Yash yang tertidur nyenyak dan pulas tersebut.


Tanpa mengeluarkan sedikitpun suaranya gadis tersebut mencoba untuk terus menetap karena laki-laki yang telah menjadi suami beberapa tahun belakangan.


Hingga pada akhir nya Alessia Secara perlahan bangun dari posisi nya dan bergerak mendekati Yash, membiarkan langkah kakinya bergerak mendekati laki-laki yang ada di sisi kiri nya tersebut secara perlahan.


meskipun usia Yash jelas tidak muda lagi, melewati kepala empat dan beberapa tahun lagi memasuki kepala lima nyatanya laki-laki tersebut begitu terlihat awet muda, berjalan bersama Yash tidak nampak jika laki-laki itu berusia hampir setengah abad. benar kata orang, rata-rata orang kaya dengan berbagai macam fasilitas dan kehidupan mudah mereka ditambah istri yang merawat nya dengan baik juga beberapa perawatan dan makanan sehat bergizi sangat mempengaruhi fisik dan wajah seseorang hingga mampu mengubah usia yang tua terlihat jauh lebih mudah.


laki-laki tersebut benar-benar tidak terlihat setelah usianya, karismatik Yash bahkan terlihat semakin bercahaya di usia yang jelas melewati kematangan nya. Dan Alessia tidak memungkiri itulah salah satu pesona yang dimiliki laki-laki tersebut hingga membuat beberapa perempuan di perusahaan mereka tergila-gila pada Yash, bahkan mampu membuat Diana menghilang karena kharismatik dan pesona laki-laki tersebut.

__ADS_1


menikahi Yash seperti sebuah keberuntungan bagi Diana, tapi nyatanya tidak seberuntung yang Alessia dapatkan. Dia tidak bisa mendapat kan hati laki-laki tersebut meskipun hanya seujung kuku nya. Yash semakin membentang jarak di antara mereka apalagi setelah tahu Kallan sang putra Yash pernah menjalin cinta dengan Alessia.


"Dua tahun lagi?"


Alessia berguman didalam hati nya, memilih memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


Apakah mungkin mereka bisa bertahan selama itu? Alessia sering mempertanyakan hal tersebut didalam hati nya.


"Sedikit lagi Yash, setelah itu aku akan pergi menghilang."


Dan gadis tersebut bicara pelan, mencoba menggerakkan telapak tangan nya kemudian menyentuh lembut wajah suami nya.


"Sebentar lagi semua akan usai, aku hanya butuh waktu sedikit lagi dan aku berjanji akan membawa Kallan pulang dan menukar posisi kami Yash."


Gadis tersebut bicara didalam hati nya kemudian mengelus lembut wajah suaminya tersebut.

__ADS_1


"Kau tahu Yash? mencintai mu terasa begitu rumit dan sulit, Begitu sakit dan juga membuat ku kehilangan banyak air mata, sejak awal aku tahu kita tidak mungkin bersama."


Alessia memejamkan bola matanya, membiarkan air mata nya mengalir lembut dibalik kedua pipi nya.


__ADS_2