
Beberapa hari setelah tragedi kecelakaan
Dikala Kondisi Sherkan semakin membaik
Waktu makan malam keluarga
Mansion Utama Orang tua Sherkan
20.10 PM
Suara obrolan terdengar di sekitar ruangan, para keluarga tampak melahap makanan sambil terus tertawa juga bercerita soal banyak hal bersama.
Elvitania tampak diam, sesekali mengangguk kan kepalanya atau menggelengkan kepalanya, dia menikmati makanan nya bersama Anggota keluarga lainnya.
Sherkan tampak duduk tepat disisi kanan nya, disisi kirinya ada Rubi.
Tepat di kursi utama ada sang papa mertua, di hadapannya ada mama mertua nya dan juga kakak ipar nya Xena, di kursi lainnya terdapat sang kakak ipar juga Hasna yang sibuk dengan piring makan nya sendiri.
Biasa nya di tiap malam tertentu keluarga besar akan berkumpul bersama menikmati makan malam bersama, mereka bercengkrama dan bercerita soal banyak hal bersama.
"Minggu besok acara pernikahan nya, sebaiknya kita datang lebih awal ke gedung pernikahan nya"
Xena bicara sambil menuangkan minuman untuk suaminya.
"Hmm kami akan datang sedikit lebih awal"
Sherkan menjawab pertanyaan dari adik nya sambil meraih Sebuah menu sayuran yang ada di hadapannya.
Elvitania terlihat mulai mengunyah makanannya Secara perlahan.
"Sudah menyiapkan gaun untuk kakak ipar?"
Rubi bertanya sambil mengintip ke arah sang kakak nya.
"Kakak sudah meminta bibi Saimah untuk membàwa kakak ipar mu pergi berbelanja besok"
Lagi Sherkan menjawab.
"Ishhh kakak benar-benar tidak romantis, kamu tahu kak? suami ku selalu memanjakan Ku saat berbelanja, dia membawa ku bersama ke beberapa butik atau toko pakaian, memberikan pendapat nya soal pakaian mana yang cocok untuk ku"
Xena bicara sambil meletakkan perlahan gelas minum ke hadapan suaminya.
Sejenak Sherkan terdiam.
__ADS_1
Dia fikir dia mana berani melakukan nya.
"Seharusnya kamu ikut pergi menemani Elvitania belanja besok, waktu nya sudah cukup terjepit, apalagi Kondisi tubuh kamu sudah sangat baik"
Mama Sherkan bicara cepat, wanita tua itu terlihat meletakkan beberapa menu makanan ke piring suami nya.
"Aku akan tanyakan pada alv, apa dia keberatan aku temani atau tidak"
Sherkan menjawab pelan, dia meraih satu menu dihadapan nya kemudian meletakkan nya ke piring Elvitania.
Sejenak Elvitania terdiam, menatap menu yang di berikan Sherkan.
Dia mengerutkan keningnya, Elvitania fikir bagaimana Sherkan tahu dia suka dengan apa yang barusan di letakkan laki-laki itu di piring nasi nya.
"Apa kamu keberatan nak?"
Kali ini Papa Sherkan yang bicara.
"Ya?"
Elvitania tampak terkejut, menoleh ke arah Papa mertua nya.
"Tidak masalah jika Sherkan mengantar kamu belanja besok? itu jauh lebih aman ketika seorang istri pergi dengan suaminya sendiri, kamu tahu nak? kadang ada banyak orang jahat di luar sana yang memanfaatkan situasi seorang perempuan yang pergi berjalan tanpa di dampingi suaminya"
Mendengar ucapan Papa mertua nya, Elvitania terlihat bingung.
"Aku akan minta seseorang mengawasi Elvitania dari jauh, Pa"
Sherkan menjawab cepat, kemudian laki-laki itu kembali menyuapi makanannya.
"Jangan mempercayai istri dengan laki-laki lain, kamu tahu? kadang kejahatan terjadi karena ada kesempatan"
Lagi Papa Sherkan terlihat keberatan.
"Aku fi.."
Sherkan baru ingin berkata jika mungkin Elvitania tidak nyaman pergi dengan nya, dia jelas mau tapi Elvitania jelas akan menolaknya.
"Itu bukan masalah, Sherkan bisa pergi bersama dengan ku besok, Pa"
Jawab Elvitania pelan.
Seketika Sherkan menoleh ke arah perempuan tersebut untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Aku bisa pergi bersama bibi saimah atau Rubi juga bisa ikut bergabung bersama"
Lanjut Elvitania lagi.
Dia fikir menolak permintaan mertua nya jelas akan menyinggung perasaan kedua orang tersebut, benar dia tidak nyaman pergi dengan Sherkan, tapi setidaknya ada bibi Saimah yang menemani nya mungkin ditambah oleh ribu juga.
"Boleh ikut? belanja ku boros kak"
Kekeh Rubi, dia kemudian melirik ke arah kakak laki-laki nya.
"Aku cukup gila belanja"
Mendengar candaan sang adik, Sherkan terlihat tertawa renyah diikuti semua orang di ruangan tersebut.
"Kalau kamu kakak tidak heran"
Xena bicara sambil tertawa kecil.
"Aku akan bersiap-siap pagi nya, kakak harus mempersiapkan kaki untuk bertempur melawan kekuatan para perempuan ketika pergi shopping bersama"
"Baiklah, kakak rasa kakak akan mempersiapkan stamina ektra malam ini"
Sherkan bicara Sambil kembali menyuap makanan nya.
Begitu laki-laki itu berkata soal stamina ektra, seketika semua orang menatap ke arah Sherkan dan Elvitania secara bergantian.
"Ahhhh stamina ektra?"
Xena tiba-tiba menggoda.
"Bukan kah itu terdengar begitu geregetan?"
Goda nya lagi ke arah Elvitania dan Sherkan.
Mereka berdua seketika tercekat.
"Ya?"
Elvitania jelas terkejut.
"Sayang bukan begitu maksud kakak"
Seketika Sherkan berusaha memperbaiki kata-kata nya.
__ADS_1
"Ckckkcckkc dia mencoba untuk menghindari pembicaraan"
Muka Elvitania langsung memerah, dia tiba-tiba terbatuk-batuk saat menyadari maksud dari ucapan kakak ipar nya.