Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Menghangat menjelang pagi


__ADS_3

Uni Emirate Arab


Hotel xxxxxxx


DUBAI


02.45 AM


Elvitania terlihat menggeliat pelan dari tidurnya ketika dia merasa sesuatu yang dingin menyentuh kulit nya.


Terasa ada sesuatu yang basah Menyapu lembut kulit wajah nya untuk beberapa waktu.


Secara perlahan Elvitania Mencoba membuka bola matanya, dimana rasa kantuk masih cukup menyerang dirinya.


Samar-samar bisa dia lihat sherkan terlihat berada tepat disamping kirinya, laki-laki itu berbaring tapi sembari menopang kepalanya dengan lengan kanan nya.


Sejenak Elvitania mengerutkan keningnya saat dia sadar mereka bukan berada di dalam pesawat lagi, mereka berada di satu ruangan yang dimana sekitaran nya lebih mirip seperti sebuah hotel fikir Elvitania.


"Kita dimana?"


Elvitania bertanya pelan, menatap Sherkan secara perlahan.


Bisa dia rasakan rasa dingin yang menempel di kulit nya adalah rasa dingin dari kulit tubuh Sherkan, laki-laki itu baru saja menyelesaikan sesi mandi nya.


Rambut basah milik Sherkan menambah kesan segar dan Tampan dari wajah laki-laki itu.


Perempuan itu fikir, tetesan basah dari rambut Sherkan yang mengenali wajahnya tadi secara halus.


"Kita ada di kamar hotel"


Sherkan menjawab sambil mengembang kan senyuman nya, menatap dalam bola mata Elvitania. Perempuan itu masih pada posisinya dimana Sherkan terus berguling di samping nya dengan menopang kepalanya dengan tangan nya.


"Aku tertidur? bagaimana aku bisa di kamar?"


Elvitania terus bertanya bingung.


"Kamu percaya? seperti nya kita terbang menggunakan karpet Aladin hingga bisa tiba ke kamar"


Sherkan bicara sedikit bergurau.


Seketika Elvitania mengerucut kan bibirnya.

__ADS_1


"Aku serius"


"Aku juga serius"


"Tidak lucu"


"Aku tidak bilang kalau aku sedang berusaha melawak"


"Sherkan"


Seketika laki-laki itu terkekeh.


"Baiklah aku becanda, kali ini serius aku menggendong kamu karena kamu tertidur tadi"


Elvitania menatap dalam bola mata Sherkan untuk beberapa waktu.


"Kenapa tidak membangunkan aku?"


Elvitania bertanya pelan.


Sejenak Sherkan seperti sedang berfikir.


"Hmmm aku tidak memikirkan nya"


Sejenak keheningan terjadi di antara mereka, Elvitania mencoba memejamkan bola matanya kembali.


"Tidak ingin mandi lebih dulu? aku sudah menyiapkan air hangat nya hmm"


Ucap Sherkan pelan sambil mengelus lembut rambut Elvitania.


"Bisakah kita menundanya sejenak?"


Sang istri menjawab sambil terus memejamkan bola matanya.


"Kita?"


Sherkan bertanya sambil menghentikan gerakan tangannya.


"Ah?"


Seketika Elvitania membuka bola matanya.

__ADS_1


"Itu terdengar seperti kalimat ajakan yang menyatakan untuk pergi menghabiskan waktu di kamar mandi berdua"


Goda Sherkan tiba-tiba.


"Bukan seperti itu"


"He em... lalu?"


"Maksud ku bisakah aku menunda nya hingga esok pagi? ini sudah mendekati pagi, aku salah menyebut kan kata"


Buru-buru Elvitania membenarkan ucapan nya.


Tidak tahu kenapa tadi dia bisa salah bicara.


Melihat Elvitania gelagapan, Sherkan seketika mengulum senyuman nya.


Minimal sang istri tidak lagi bersikap dingin dan datar seperti biasanya.


Belakangan perempuan itu mulai membuka diri, mulai gampang di ajak berinteraksi, bahkan sering membalas ucapan nya.


Setidaknya Elvitania mulai menyusun satu persatu kepingan ingatan di antara mereka sedikit demi sedikit, mulai ingat bagaimana awal perjumpaan mereka dimasa lalu hingga beberapa peristiwa lama yang memisahkan mereka.


Setidaknya bukankah kesabaran itu selalu berbuah manis?!.


1 tahun lebih waktu yang cukup lama untuk nya menunggu hingga sang istri ingat secara perlahan soal segala-galanya.


"Kemarilah"


Sherkan bicara sambil menepuk pelan lengan nya, meminta Elvitania naik ke atas sana dan terlelap didalam dekapan nya.


"Ya?"


Perempuan itu terlihat bingung.


Secara perlahan Sherkan meraih Elvitania, membuat kepala sang istri naik keatas lengan nya, kemudian dia memeluk perempuan itu secara perlahan.


"Ahhhh hangat nya"


Bisik Sherkan sambil memejamkan bola matanya.


Sejenak Elvitania membeku, dia cukup berdebar-debar saat Sherkan meminta dirinya masuk kedalam dekapan laki-laki tersebut.

__ADS_1


Perempuan itu mendongakkan kepalanya menatap Sherkan yang telah memejamkan bola matanya.


Elvitania pada akhirnya merapatkan pelukan nya, membiarkan dirinya nyaman masuk kedalam dekapan laki-laki itu Lantas ikut kembali memejamkan bola matanya.


__ADS_2