
Kembali ke masa lalu
Rumah Sakit xxxxxxxx
sebelum Hana meninggal
Saat Hana sudah tahu siapa Alessia.
"kau gila"
Dokternya Rich menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia buru-buru membuang pandangannya dan berusaha untuk bergerak pergi menjauh dari Hana, permintaan Hana terlalu tidak masuk akal untuk dirinya.
"Please Rich, please"
Perempuan itu langsung menarik lengannya mencoba untuk menghentikan langkahnya agar tidak pergi dari ruangan kerja Rich, Hana terus memohon sembari mana tahu ke arah Lis dengan pandangan berkaca-kaca.
"Aku tidak mungkin mengorbankan karirku di sini Hana"
"Semua orang tidak akan tahu ini hanya di antara kita dan beberapa perawat yang memang adalah bawahanmu Rich, aku mohon tolong aku Rich"
Perempuan tersebut terus memohon.
"Aku tidak mungkin melakukan kebohongan tentang memberitahukan soal penyakit pasien, dia sehat Hana hanya bermasalah di bagian lambung nya saja, dia terkena vertigo, aku pikir dia kurang istirahat dan selain sebagainya, dia juga anemia karena itu sering jatuh pingsan sendiri, tidak ada penyakit yang sangat serius di dalam tubuhnya bagaimana bisa kamu minta aku untuk berkata jika dia memiliki penyakit yang bahkan penyakitnya cukup mengerikan dan berakibat fatal, bagaimana mungkin aku berbohong pada Alessia soal itu?"
Dokter Rich jelas terus menggelengkan kepalanya, ide dari Hana sangat gila bagi nya, bagaimana caranya dia berkata jika Alessia memiliki penyakit kanker rahim, memberikan pilihan satu-satunya dengan cara operasi dengan biaya mahal dan menekan gadis tersebut dalam keputusasaan.
"Aku terpaksa melakukan nya Rich"
Jawab Hana pelan.
"Bukankah kau tahu aku membutuhkan Alessia saat ini, memasukkannya ke dalam silsilah keluarga Khadafi secepat nya, tapi aku tidak ingin mengambil resiko saat Diana dan Madhuri tahu siapa Alessia yang sebenarnya, nyawanya pasti akan terancam"
Ucap Hana cepat.
__ADS_1
"Din lagi bagaimana caranya aku menjelaskan kepadanya saat ini? Dia pada akhirnya akan menolak keadaan dan dia tidak mungkin akan mau menikah dengan Yash meskipun dia pernah jatuh cinta dengan Yash di masa anak-anak nya, kau tahu? Kita memang pernah jatuh cinta saat anak-anak, tapi itu hanya perasaan anak-anak rich, hanya perasaan anak-anak tidak lebih"
lanjut Hana lagi.
"Yash bahkan berjanji karena Yash menyayangi Alessia seperti menyayangi anak atau bahkan adik nya sendiri, aku terpaksa melakukan nya agar mereka bersatu, Yash tidak akan menyesal jika tahu siapa Alessia begitu juga dengan Alessia"
perempuan tersebut terus mencoba meyakinkan dokter Rich, meminta sepupunya itu untuk mengerti dirinya.
"Waktuku tidak banyak Rich, tidak banyak"
Bola mata Hana terlihat berkaca-kaca, dia menyatukan kedua telapak tangannya dan memohon pada laki-laki di hadapannya tersebut.
"Kau paling tahu keadaan saat ini, jika tidak dalam keadaan terdesak, aku tidak mungkin melakukan semua ini rich"
"Tapi kita membohonginya Hana, bayangkan bagaimana perasaan Alessia saat kita membohonginya nanti ketika dia tahu jika dia tidak sakit? Akan ada jutaan kemarin dalam dirinya bahkan dia tidak bisa menyalakanmu jika kamu seandai telah pergi lebih dulu meninggalkan semua orang"
Laki-laki tersebut berusaha untuk meninggikan suaranya namun dia menekan dan menahan kesabarannya meminta agar Hana tidak bertindak gegabah.
Berbohong jelas bukan pilihan yang tepat dan baik untuk saat ini, dia pikiran dia benar-benar akan gila jika dia melakukannya saat ini, bagaimana bisa dia menghadapi Alessia yang kehidupannya saja sudah sangat sulit dan rumit.
"Kau mengorbankan masa depannya Hana"
Ucap Rich cepat.
"Dia adik mu sendiri, bagaimana bisa kamu melakukan nya?"
"Aku sama sekali tidak mengorbankan masa depannya, mana yang lebih baik? membiarkan dia cepat atau lambat mati di tangan Madhuri dan Diana hingga dia kehilangan haknya di keluargaku setelah aku mati nanti? atau membiarkan dia menikah dengan Yash dan masuk ke keluarga Khadafi secara perlahan, menyingkirkan kedua orang tersebut dan juga antek-anteknya?"
Ucap Hana dengan cepat.
Mendengar ucapan perempuan di hadapannya tersebut membuat Dokter rich terlihat diam, laki-laki itu tampak kehilangan kata-kata nya.
"Kau paling tahu bagaimana keadaan keluarga kita saat ini, kau paling tahu kenapa ayah dan ibu mu enggan berhadapan dengan kakek, bahkan kamu paling tahu kenapa kamu enggan pulang ke rumah Kakek, semua orang tahu bagaimana Madhuri memperlakukan kita"
__ADS_1
Hana berusaha untuk mengingatkan Rich soal keluarga mereka, kenapa orang tua harus sama sekali tidak pernah kembali yang notabennya adalah paman dan giginya bahkan read saja tidak pernah mau melakukan kakinya ke keluarga Kadafi karena rasa sakit hati ketika kakek mereka terusan oleh ucapan dari Madhuri.
Lagi dokter Rich hanya bisa mendengar ucapan dari perempuan yang ada di hadapan tersebut.
"Kita butuh bersatu untuk menghancurkan mereka Rich, kita butuh bersatu untuk mengakhiri semua ini, sudah terlalu lama Madhuri berkuasa di dalam rumah keluarga Khadafi"
Pada akhirnya Hana berusaha untuk mengingatkan Rich yang terjadi dalam keluarga mereka selama ini.
"Jangan lupa Alessia juga adalah adik mu Rich, dia butuh tempat di dalam keluarga Khadafi, seperti aku kamu dan anak-anak kita"
Lanjut Hana lagi.
"Aku menunggu jawabanmu Rich, aku tidak memaksamu untuk melakukannya sekarang, tapi kamu paling tahu bagaimana keadaanku dan berapa lama lagi waktuku bertahan, aku mohon pikirkan kembali dengan matang"
Pada akhirnya Hana memutuskan untuk tidak memaksa, menatap bola mata laki-laki yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, membiarkan Rich berpikir kembali selama beberapa hari ini.
Melihat ekspresi dan juga ucapan Hana seketika membuat laki-laki tersebut diam, dia sama sekali tidak menjawab hanya menelisik bola mata perempuan yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.
"Jika kau telah memutuskannya maka hubungi aku rich"
Ucap Hana lagi kemudian lantas perempuan itu membalikkan tubuhnya secara perlahan, bergerak menuju ke arah kursi rodanya di mana bibi Tory ternyata sejak tadi menunggu di pintu masuk ruangan kerja laki-laki tersebut, memilih sama sekali tidak bicara hanya menatap apa yang terjadi diantara kedua orang tersebut.
Begitu nyonya duduk di atas kursi roda, bibi Tory menundukkan kepalanya ke arah dokter Rich, kemudian secara perlahan dia memutar kursi roda tersebut dan mulai keluar dari dalam ruangan itu tanpa banyak bicara.
Saat mereka telah keluar dari sana baby Tori diam sejenak dan tidak beranjak dari sana, kemudian wanita itu membiarkan kedua tangannya berada di bahu kiri dan kanan Hana.
"Anda baik-baik saja, Nyonya?"
Dia bertanya cemas ke arah perempuan tersebut.
Hana sama sekali tidak menjawab, dia menundukkan kepalanya lantas tiba-tiba saja bisa wanita itu dengar Isakan tangis lirih dari bibir Hana.
Begitu lirik nyaris tidak terdengar dari sisi kiri kanan hingga depan mereka, seakan-akan ada jutaan beban yang menghantam nyonya nya saat ini.
__ADS_1
Wanita tersebut hanya bisa memijat-mijat
kedua bahu majikannya tersebut, seolah-olah berkata insyaAllah semua akan baik-baik saja.