Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Ada apa dengan dirinya


__ADS_3

Sherkan pada akhirnya mulai meletakkan tubuh Elvitania di atas kasur, secara perlahan dia memeriksa pergelangan kaki dan kaki Elvitania.


Hasna terlihat duduk sambil meletakkan kedua tangannya di depan kasur, duduk di samping Elvitania sambil menjongkok sedikit untuk mengintip uncle nya yang memeriksa kaki untie nya.


"Ahhhh"


Elvitania meringis.


"Dibagian ini?"


Sherkan bertanya pelan, berusaha menekan nya secara perlahan.


"Awwww"


Perempuan itu kembali meringis.


"Maaf, sebentar"


Sherkan secepat kilat mendekati lemari nakas, mencoba mencari sesuatu di sana.


Sebuah botol kecil terlihat sudah berada di genggaman nya, laki-laki itu buru-buru kembali mendekati Elvitania lantas mulai mengolesi kaki indah perempuan itu secara perlahan.


"Apa itu menyakitkan untie?"


Hasna bertanya sambil menatap dalam bola mata Elvitania.


Perempuan itu mengangguk pelan.


"Untie jangan khawatir, uncle pandai memberikan pijatan, bahkan uncle pandai menggosok belakang Hasna dengan sisir"


Ucap gadis kecil itu sambil mengembangkan senyuman nya.


"Hasna baru tidur jika uncle menggosok punggung Hasna dengan sisir, begini"


Hasna mencoba mempraktekkan nya ke tubuh bagian belakang Elvitania.


Seketika Elvitania tertawa geli karena gerakan tangan Hasna yang mencoba menggaruk punggung nya.


"Baiklah untie mengerti itu"


Jawab Elvitania cepat, dia tidak perduli saat Sherkan terus memijat-mijat kaki nya, dia lebih peduli saat Hasna mengajak nya untuk bercanda.


Paling dia hanya meringis untuk beberapa waktu sambil dia berusaha terus bermain dengan Hasna.


"Setelah memijat kaki untie, uncle boleh menggosok punggung untie dan Hasna"


Tiba-tiba Hasna bicara sambil memeluk Elvitania dari arah belakang, dia bergelayut di leher Perempuan Cantik itu.


"Oke uncle?"


Hasna bertanya lagi.


Alih-alih menjawab Sherkan hanya mengulum kan senyuman nya, dia masih memijat kaki Elvitania secara perlahan.


"Ahhhhh itu terlalu di tekan"

__ADS_1


Elvitania spontan berteriak, meringis sambil memegang kakinya.


"Maaf, sakit di bagian ini?"


Sherkan bertanya cepat sambil menatap bola mata sang istri.


"Uncle jangan kuat-kuat, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Untie?"


Hasna langsung bicara sambil memunyungkan bibirnya.


"Uncle tidak berniat menyakiti Untie sayang"


Seketika Sherkan merasa bersalah.


"Ini sedikit membiru, kita lihat apakah besok baik-baik saja, jika membengkak kita bisa memeriksa kedokter hmmm"


Ucap Sherkan lantas segera berdiri dari posisi duduk nya di hadapan Elvitania.


Perempuan itu terlihat diam, tidak menjawab sama sekali.


"Uncle mau kemana?"


Hasna mengerutkan keningnya saat melihat Sherkan bergerak menjauhi mereka.


"Uncle akan tidur di atas kursi sofa"


Jawab Sherkan pelan.


Mendengar jawaban uncle nya secepat kilat Hasna turun dari kasur dan Berlarian mengejar Sherkan.


"Kita akan tidur bertiga, Mama dan Papa juga seperti itu"


Jari tangan nya menunjuk ke arah kasur.


"Papa.... Hasna.... lalu Mama"


Dia mulai menunjukkan posisi dimana biasa nya dia dan orang tua nya tidur.


"Bukankah untie milik uncle dan uncle milik untie? kenapa harus tidur di sofa?"


Protes Hasna cepat.


Dia menarik tangan Sherkan Secepat kilat.


"Apa untie marah pada Uncle? apa uncle nakal? Mama dan Papa sering bicara berdua, tertawa berdua bahkan menggoda Hasna"


Gadis kecil itu mulai protes dengan keadaan.


"Sayang bukan seperti itu, hanya saja uncle...."


"Kalau begitu Hasna tidur di lantai saja"


Gadis kecil itu seketika langsung tidur dilantai, tidak peduli jika uncle dan untie nya marah, dia langsung merengut, tidak mau bicara.


"Sayang...."

__ADS_1


Elvitania langsung berusaha untuk melangkah maju, tapi problema kakinya benar-benar menyiksa dia.


Terkilir nya tidak main-main.


"Hasna, bangunlah. uncle tidak suka jika kamu seperti ini"


Sherkan langsung mencoba meraih tubuh Hasna, mengangkat nya dengan cepat ke atas kasur.


Sepersekian detik kemudian Hasna langsung menangis kencang.


"Ohhh sayang jangan lakukan ini pada Uncle"


Sherkan jelas gelagapan.


"Hwaaaaaaaaaa Hasna mau tidur di lantai kalau uncle dan untie tidur terpisah"


Gadis itu menangis sejadi-jadinya.


"Hasna please, jangan seperti ini"


Sherkan tidak tahu harus bagaimana.


Semakin dia membujuk nya semakin gadis kecil itu menangis kencang.


"Hasna..."


Laki-laki itu seketika meninggikan suaranya.


Elvitania jelas melotot ke arah Sherkan saat laki-laki itu menaikkan suaranya.


Bugggggg


"Ahhhh"


Sherkan seketika terkejut saat Elvitania melempar nya dengan bantal.


Alih-alih bicara Elvitania langsung meraih tubuh Hasna.


"Jangan menangis, uncle dan Untie akan tidur dengan Hasna, jangan menangis lagi, jika tidak akan ada hantu air mata yang datang dan menghisap air mata Hasna"


Elvitania mulai membujuk Hasna, bicara sambil membawa Hasna agar berguling ke kasur.


Gadis cantik itu menurut, langsung membaringkan tubuhnya di samping Elvitania, menghentikan tangisannya yang pecah.


Sherkan menatap kedua orang itu secara bergantian, seketika dia mencoba menahan tawanya, dia fikir belum pernah ada yang melempari nya dengan bantal selama ini.


Dan istrinya melakukan itu, setelah melakukan semua itu malah tidak bicara sama sekali, sekarang terlihat sibuk mengobrol dengan keponakan nya untuk mengalihkan keadaan


Itu benar-benar tidak bisa di maafkan bukan?!.


Laki-laki itu Seketikan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tapi itu kode keras bukan? dia bisa tidur di kasur yang sama bukan?.


Ekspresi Sherkan seketika terlihat aneh, dia mencoba tersenyum, membuang senyuman nya, mencoba tersenyum lagi lalu membuang senyuman nya.

__ADS_1


Aishhhh ada apa dengan diri ku?!.


Sherkan secepat kilat memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit.


__ADS_2