Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Membuat nya khawatir


__ADS_3

Hotel xxxxxxx


Dubai


jelang makan malam


Elvitania terlihat sibuk mengganti pakaian nya setelah dia melewati sesi membersihkan dirinya.


Sherkan belum terlihat sejak sore tadi setelah mereka kembali dari berkeliling mengitari Dubai.


Laki-laki itu bilang dia punya sedikit pekerjaan mendadak diluaran sana dan laki-laki itu berjanji akan kembali sebelum jam makan malam.


Kemudian tiba-tiba Sherkan berkata agar Elvitania bersiap-siap sebab sang asisten nya yang akan menjemput Elvitania malam ini.


Meskipun tidak tahu mereka akan pergi kemana, Elvitania menurut dan langsung bersiap-siap membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya dengan pakaian yang terbaik yang dia punya.


Dia melirik ke arah jam yang ada di dinding di sisi kanan nya sambil membenahi kancing gaun nya.


Elvitania fikir mungkin Can sebentar lagi akan menjemput nya.


Karena itu setelah menggunakan anting-anting nya, Perempuan itu langsung meraih heels miliknya.


Dan sesuai dugaan nya, Sepersekian detik kemudian Sebuah ketukan Terdengar, dengan gerakan cepat Elvitania mengintip, memastikan jika dia tidak salah membukakan pintu kamar hotel untuk Can.


Laki-laki itu terlihat berdiri di depan kamar hotel, menunggu istri tuan nya keluar dari sana.

__ADS_1


*******


Elvitania fikir kemana Can membawanya, mereka menembus perjalanan cukup panjang menuju ke satu tempat yang tidak dia pahami.


"Can?"


Tanya Elvitania sambil menatap bingung ke arah Can yang tengah sibuk mengendarai mobil dan cukup fokus ke arah depan.


"Kita sebenarnya mau kemana?"


Ada raut sedikit cemas yang terselip di balik wajah nya, apalagi sejak tadi Elvitania mencoba menghubungi Sherkan namun gagal.


Nomor handphone laki-laki itu sama sekali tidak aktif.


Dia hanya khawatir sesuatu yang buruk terjadi, apalagi belakangan Sherkan berkata dia tengah menyelidiki soal bibi kedua dan suaminya.


Tidak dipungkiri jika wanita rubah berekor sembilan itu bisa berbuat sesuatu yang buruk lagi.


Sambil terus meremas tangan nya, Elvitania mencoba untuk bertanya ke arah Can.


"Aku juga kurang paham nona, hanya diperintah kan membawa nona ke tempat yang sesuai dengan apa yang di perintahkan"


Can menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


"Apa suami ku baik-baik saja? aku mencoba untuk menghubungi nya tapi gagal"

__ADS_1


Ucap Elvitania pelan.


"Tuan baik-baik saja, nona"


Mendengar jawaban Can, Elvitania terlihat diam, wanita itu mencoba bersandar ke belakang.


Sejenak bola mata nya menatap jalanan Dubai, dia fikir bukan kah tempat nya begitu indah?.


Dia memperhatikan lampu jalanan yang mengeluarkan warna-warna indah nya, diiringi pemandangan malam yang cantik dan luar biasa.


Cukup lama Perempuan itu berdiam diri, hingga akhirnya Can tahu-tahu membelokkan mobilnya ke sebuah tempat yang dia kurang paham apa dan dimana.


Setelah mematikan mesin mobil nya, Can langsung turun dan membukakan pintu mobil dimana Elvitania berada, laki-laki itu membiarkan Elvitania turun dari sana secara perlahan.


Setelah itu, laki-laki itu mulai membawa Elvitania menuju ke dalam bangunan mewah yang dipenuhi oleh kaca-kaca diseluruh bangunan nya.


Mereka melewati lantai bawah kemudian bergerak menuju ke atas menggunakan Elevator.


Hingga akhirnya Can membawa Elvitania ke arah sebuah pintu yang Perempuan itu tidak tahu ada apa di balik pintu tersebut.


"Anda bisa masuk sekarang, nona"


Ucap Can sambil perlahan membuka pintu tersebut.


Sejenak dengan langkah ragu-ragu perempuan itu melangkah masuk kedalam sana, hingga akhirnya Elvitania membulatkan bola matanya.

__ADS_1


Seketika perempuan itu tercekat, menatap pemandangan didepannya dengan pandangan tidak percaya.


__ADS_2