
Ini Emirate Arab
Dubai
Elvitania dengan sabar menunggu Sherkan yang terlihat masih menghubungi seseorang dari handphone nya.
Entahlah siapa yang dihubungi laki-laki itu Elvitania tidak tahu, yang jelas laki-laki itu Sejak tadi cukup sibuk bicara dari balik handphone nya.
Perempuan itu lebih suka berdiri menatap langit cakrawala yang membentang luas, sesekali bola mata nya melirik ke arah jalanan dibawah sana, barisan mobil hilir mudik memecah keadaan ketimbang mendengar kan percakapan suami nya di ujung sana
Cukup lama hingga akhirnya Sherkan berjalan mendekati dirinya, masih bicara Lewat handphone nya sambil mencium lembut kening Elvitania.
"Morning"
Ucap laki-laki itu pelan kearah Elvitania Lantas melesat kan ciuman ke bibir Elvitania.
Perempuan itu jelas terkejut, seolah-olah itu sudah menjadi kebiasaan Sherkan belakangan ini, tapi bagi Elvitania dia masih belum terbiasa, tiap kali Sherkan melakukan nya wajahnya pasti langsung memerah karena malu.
"Tidak.. kami akan melewati liburan hari ini, aku hanya akan mengaktifkan khusus nomor keluarga, aku ingin waktu liburan istri ku tidak terganggu karena urusan bisnis yang datang tiba-tiba"
Ucap Sherkan sambil memeluk lembut tubuh Elvitania dari belakang.
Dia selalu selembut itu, membuat Elvitania terkadang merasa berdebar-debar, seolah-olah Aliran darah nya berdesir karena perlakuan sherkan yang selalu membuat nya kehilangan kata-kata.
Kini laki-laki itu masuk ke ceruk leher nya, mencium lembut leher bagian kanan nya, seolah-olah sang suami tidak peduli tengah menghubungi siapa.
Kadang ciuman-ciuman lembut Sherkan membuat dia merinding, kadang membuat tubuhnya mengeluarkan gelombang aneh yang mampu membuat dibeberapa bagian tubuhnya berkedut dan meremang tidak menentu.
"Baiklah"
__ADS_1
Setelah berkata begitu Sherkan langsung mematikan panggilan nya, dia kemudian meletakkan handphone nya kedalam kantung celana lantas memeluk erat tubuh Elvitania untuk beberapa waktu.
"Siap untuk pergi?"
Tanya laki-laki itu pelan sambil memutar perlahan tubuh Elvitania, kemudian dia menatap Elvitania Beberapa waktu.
"Dia terlihat memukau hari ini"
Satu pujian manis keluar dari bibir laki-laki tersebut.
Lagi wajah Elvitania memerah.
Lagi Sherkan mencium lembut pipi Elvitania kemudian memeluknya dengan hangat.
Entahlah, perempuan itu seolah-olah menjadi candu Bagi nya.
Setelah lama menunggu, bertahun-tahun bukan waktu yang sebentar, ketika perasaan nya di manipulasi, bahkan kisah cinta mereka menjadi begitu pelik setelah malam tragedi.
Jika dia tahu malam itu yang berada di bawah Kungkungan nya adalah Elvitania, dia bersumpah tidak akan melakukan nya.
Dia benar-benar tidak tahu itu Elvitania, karena yang dia tahu Elvitania telah lama menghilang ditelan bumi, desas-desus berkata setelah memutuskan Zahir gadis itu memilih menikah dengan laki-laki yang menjadi cinta pertama nya.
Dan kesalahan dia atau Zahir sama sekali tidak menaruh curiga soal menghilang nya Elvitania.
"Lalu kita akan kemana?"
Tanya Elvitania cepat ke arah Sherkan.
"Menghabiskan waktu bulan madu kita, berkeliling menyusuri Uni Emirate Arab, menciptakan moment berharga berdua"
__ADS_1
Jawab Sherkan sambil mengembang kan senyuman nya.
Dia masih membiarkan kedua tangan nya memeluk erat tubuh Elvitania.
"Sebelum kita memproses ulang baby Sherkan atau baby Elvitania nanti malam"
Goda Sherkan sambil menyatukan kening mereka.
Mendengar kata Baby seketika jantung Elvitania berdebar-debar.
"Ishhh"
Perempuan itu bicara kemudian mencoba membuang pandangannya karena malu, tapi buru-buru Sherkan meraih dagu Elvitania.
"Atau mau melakukan nya sekarang juga?"
Goda nya lagi sambil menaikkan ujung alisnya.
"Ya?"
Lagi wajah Elvitania memerah.
"Jangan menatap ku seperti itu, aku...aku... ayo pergi jalan-jalan sekarang"
Dia terlihat gugup, buru-buru memutar tubuhnya, dia langsung menyambar tas nya dengan cepat.
Sherkan seketika terkekeh, dia buru-buru ikut mengejar langkah Elvitania.
"Sayang aku tidak benar-benar bilang pagi ini, malam kita bisa melakukan nya, atau besok pagi? bukan kah Asmara pagi begitu indah?"
__ADS_1
Laki-laki itu bicara Sambil berusaha mengulum senyumannya.