
Melihat Sherkan melotot tajam seolah-olah siap membunuh Arch, Elvitania mencoba menahan tubuh suaminya.
"Aku membiarkan kalian Tinggal bersama tapi bukan malakukan hal menjijikkan seperti itu bersama, kau.... bagaimana bisa?"
Dia tadi telah keluar dari kamar ini bersama Elvitania, tapi entahlah filling nya memaksa agar dia kembali lagi ke dalam untuk menunggu Rubi menyelesaikan mandinya.
Begitu dia mengetuk pintu, Hasna yang membuka nya, gadis kecil itu masih dengan kondisi mengantuk berusaha menatap dirinya.
Ketika dia bertanya dimana Rubi dan Arch, tangan Hasna terarah ke kamar mandi.
Dan bisa dibayangkan bagaimana fikiran tidak-tidak nya bermain di atas kepalanya.
Dia fikir apa yang dilakukan sepasang muda mudi saat berada didalam kamar mandi?!.
Sherkan jelas langsung melesat melangkah menuju ke kamar mandi tanpa berfikir dua atau tiga kali.
Dan begitu dia membuka pintu yang tidak terkunci.....!.
"Kalian bahkan ingin membuat sosok anak kecil Fikiran nya terkontaminasi"
Arch jelas gelagapan atas kesalahpahaman yang di fikirkan Sherkan.
"Bukan, ini kesalahpahaman.... kejadian nya bukan begitu"
Laki-laki itu bingung harus memulainya dari mana, berusaha untuk menjelaskan perkara yang sebenarnya.
Tapi realita nya laki-laki itu tidak mau mendengar kan penjelasan nya.
"Kau fikir kami bodoh?"
"Kak bukan begitu, aku tadi terjatuh dan punggung ku menjadi keram dan kaku"
Rubi berusaha membantu menjelaskan.
"Jatuh? keram? tapi tidak memanggil kami? bukankah kamu bisa minta Arch menelpon tadi atau saat kami masuk kamu bisa bilang butuh bantuan kak Elvitania mu?"
Jlebbbb
Kena Rubi kali ini.
__ADS_1
Iya kenapa dia tidak memikirkan nya tadi?!
"Tapi kamu aneh nya baik-baik saja?"
Dan Rubi baru sadar, saat seseorang dalam keadaan terjebak dan terdesak, rasa sakit benar-benar tiba-tiba saja menghilang.
Ada apa dengan punggung nya tadi dan kini?!.
Efek terkejut dan shock bisa membuat siapapun yang sakit menjadi sehat.
"Kau... menggunakan kesempatan untuk menggoda adik ku .."
"Sayang?"
"Kak"
Elvitania dan Rubi fikir Sherkan pasti melesat kan tinju nya ke arah wajah Arch karena keadaan.
Meskipun Sherkan menyukai sosok Arch, tapi melakukan hal buruk begitu jelas membuat saudara manapun tidak akan menyukai nya.
Tapi sosok Hasna yang tiba-tiba muncul meredam emosi Sherkan.
Bayangkan bagaimana Sherkan harus meredam kemarahan nya yang membuncah demi Hasna?!.
3 kelemahan nya di dunia ini sebagai seorang laki-laki, Mama nya, istri nya dan anak-anak.
"Sayang please...."
Elvitania menatap dalam bola mata laki-laki tersebut, berharap Sherkan merendam kemarahan nya, bisa mengontrol dirinya.
Itu yang selalu Elvitania tekankan pada suaminya, Sherkan selalu dikuasai kemarahan tiap kali sesuatu yang buruk terjadi.
Kelemahan Sherkan, laki-laki itu sulit mengontrol kemarahan nya.
Dan itu adalah salah satu PR besar yang dia dan Sherkan harus kerjakan sejak kemarin.
"Apakah untie Rubi sakit, uncle?"
Tanya Hasna dengan wajah polosnya.
__ADS_1
Jika sudah melihat bola mata Elvitania yang berkaca-kaca juga bola mata Hasna menatap nya dengan begitu polos, Mau tidak mau Sherkan berusaha meredam Amarah nya.
"Kau... kita akan urus semua nya besok pagi"
Laki-laki itu mengacungkan jari telunjuk nya ke arah Arch, setelah berkata begitu Sherkan langsung menyeret langkah.
Elvitania mencoba untuk membiarkan Rubi menggunakan pakaian nya dan meminta Arch memikirkan tindakan nya.
Bayangkan bagaimana ekspresi wajah Arch dan Rubi saat itu.
Dikala keesokan hari nya Sherkan memilih tidak bicara dengan mereka.
Dan dua hari kemudian hal yang tidak terduga terjadi.
Mama dan Papa Rubi juga orang tua Arch tahu-tahu sudah ada di Prancis.
Dan sebaris kalimat mengerikan terdengar dari bibir Sherkan.
"Kita akan menikahkan mereka secara ke'agamaan"
"Apa?"
Arch jelas terkejut setengah mati.
"What? tapi...kak...Ma...Pa...kami tidak melakukan itu"
Rubi seketika ingin menangis hari itu juga.
Dia fikir bagaimana bisa dia menikah dengan laki-laki yang tidak dia cinta.
"Ma... ini benar-benar kesalahpahaman besar"
Arch mati-matian berusaha untuk menjelaskan.
"Menikah atau Mama bunuh diri sekarang juga"
Ancaman Mama nya benar-benar mengerikan.
"Ma..."
__ADS_1