
Setelah kepergian Kallan seketika suasana mencekam, Alessia tampak mencoba memejamkan bola matanya, dia tahu Yash cukup terkejut mendengar ucapan putranya.
Laki-laki tersebut menatap kearah Alessia yang membalikkan tubuhnya dengan cepat, dimana bisa dia lihat Alessia mencoba membereskan semua barang-barang dan sisa makanan di atas meja, laki-laki tersebut mengeram sambil mengeratkan rahangnya, menatap tidak percaya atas apa yang dia dengar dari putranya.
'Mantan kekasih Kallan?, memutuskan Kallan demi untuk menikah dengan nya?' dia mengerutkan keningnya.
"Aku cukup terkejut mendengarnya" Yash bicara dengan nada begitu datar, menatap pergerakan tangan Alessia yang berusaha untuk membereskan sisa sarapan pagi yang rata-rata belum sepenuhnya disentuh oleh semua anggota keluarga rumah.
"Kau tidak ingin menjelaskan semuanya pada ku?" laki-laki itu kembali bertanya, menunggu Alessia membalikkan tubuhnya, menjelaskan semuanya kepada diri nya.
"Ini hanya kesalahpahaman" Ucap Alessia pelan.
Yash mendengus, menatap tidak percaya kearah Alessia, dia menarik paksa tubuh gadis tersebut agar menoleh kearah diri nya, membuat Alessia tersentak kaget atas cara kasar yang Yash berikan padanya.
"Aku paling benci dibohongi"
Tiba-tiba telapak tangan Yash mencengkeram lengan Alessia, dia menatap tajam bola mata Alessia dengan penuh kebencian.
Hampir 2 tahun pernikahan tidak mengubah sedikitpun hatinya untuk bisa mencintai Alessia, bagi nya Alessia tetaplah gadis yang mau menikahi nya demi uang, seharusnya dulu Alessia bisa menolak keinginan Hana dan pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi.
"Aku pikir kau hanya bermain intrik dalam pernikahan kita karena uang, tapi siapa sangka kau benar-benar picik dan menjijikkan, bagaimana bisa kau mengencani putra ku kemudian memilih untuk menikah dengan ku?"
__ADS_1
Yash bertanya sambil mendengus kasar, mengencangkan pegangan nya pada lengan Alessia.
Gadis tersebut meringis, sakit. Tapi berusaha untuk menahan nya, dia sudah cukup bebal dibuat oleh laki-laki tersebut.
"Setiap orang punya masa lalu dan cinta pertama, aku tidak tahu jika Kallan adalah putra mu Yash"
Alessia berusaha untuk menjelaskan, mencoba untuk melepaskan lengannya dari Yash.
Bisa dia Pastikan lengannya memerah karena perlakuan laki-laki tersebut.
"Karena uang?"
Yash mengejek.
Laki-laki tersebut menyimpulkan dengan cepat.
Alessia menatap dalam bola mata Yash, cukup terkejut dengan tuduhan tersebut.
"Pada akhirnya seorang pelacur akan tetap menampakkan sisi asli nya, aku pikir mungkin kau sedikit berbeda setelah bersama, rupanya ada banyak rahasia gelap dan menjijikkan dimasa lalu yang kamu sembunyikan, aku tadi percaya Hana bisa memilih mu untuk menikah dengan ku"
Terlalu menyakitkan ucapan Yash dibalik telinga Alessia, tapi gadis tersebut menahan seluruh rasa, dia sudah terlalu bebal dibuat nya, hinaan demi hinaan dan jiga makian dari seluruh sisi sudah terbiasa dia dengar kan.
__ADS_1
Alessia hanya butuh bertahan sejenak lagi, dia hanya butuh untuk membuka sebuah rahasia besar yang di ucapkan atas pesan terakhir Hana padanya.
"Ini seharusnya sejak awal menjadi milikmu, bergerak lah hati-hati, masuk ke keluarga Khadafi, musnahkan Madhuri (istri muda Khadafi) dan Diana (putri Khadafi)."
Itu yang di ucapkan oleh Hana pada masa itu.
"Buka satu persatu benang merah yang menghubungkan antara kita, kau akan menikmati semuanya saat mampu menyingkir kan mereka"
Alessia sejenak memejamkan bola matanya, dia kembali membuka bola matanya kemudian berkata pada Yash.
"Kamu bebas berasumsi Yash, apapun yang kamu pikirkan anggaplah benar, aku tidak akan memberikan pembelaan diri, karena manusia hina seperti ku memang tidak punya tempat untuk membela diri"
Ucap Alessia dengan cepat.
"Bukankah ini hanya pernikahan kontrak? kenapa kamu harus peduli soal masa lalu ku atau berapa banyak laki-laki yang menjamah ku? cukup fokus pada kesepakatan awal kita dan mari mengakhiri semuanya saat kontrak pernikahan kita selesai"
Lanjut Alessia lagi kemudian.
Hal tersebut sontak membuat Yash mengendurkan pegangan nya, dia membulatkan bola matanya dan menatap tidak percaya atas ucapan gadis dihadapannya itu.
"Kau..."
__ADS_1
Laki-laki tersebut mengeram kesal.