Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Sepupu yang berbahaya


__ADS_3

Begitu cahaya matahari melewati bagian kaca jendela yang menjulang di sisi kanan kamar dimana Elvitania terlelap masuk menyeruak di Antara bola bola matanya, seketika Elvitania terjaga.


Dia mencoba membuka perlahan bola matanya dan mencoba membiasakan diri atas cahaya matahari yang mulai menerpa kulit nya.


Sejenak Elvitania mengalihkan tatapannya kearah kursi sofa, dia fikir Sherkan masih disana tapi dia bersyukur dia tidak melihat laki-laki itu disana.


Perempuan itu pada akhirnya memilih untuk beranjak dari tempat nya, dia melesat menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


********


Ketika Elvitania tiba di meja makan, bisa dia lihat beberapa anggota keluarga telah berkumpul disana, Hasna yang melihat dirinya langsung menyambar tubuh nya dan memeluk erat dirinya.


Seketika Elvitania melebarkan senyumannya, dia langsung menggendong gadis kecil itu dengan cepat.


"Kamu suka makanan yang manis atau gurih elv?"


Tanya Mama mertua nya cepat ke arah dirinya.


"Kakak bilang kakak ipar suka makanan pedas Mom"


Adik Sherkan menjawab cepat.


Elvitania tampak diam, dia membawa Hasna sambil mencari tempat duduk Untuk mereka.


"Ah Sherkan selalu tahu lebih dulu soal selera orang lain"


Mama Sherkan tertawa kecil.


"Selera kalian cukup berbeda, Kamu tahu nak? Sherkan tidak bisa makan makanan pedas, jika dia melahap menu pedas percayalah dia langsung terkena serangan demam tiba-tiba"


Bibi tua Azzura bicara cepat.


"Kak kemarilah"

__ADS_1


Adik Sherkan menggeser sebuah kursi disamping dirinya.


Secara perlahan Elvitania duduk disana.


"Benarkah?"


Dia sebenarnya enggan menanyakan soal itu, tapi karena tidak tahu harus bicara apa, Elvitania fikir sedikit basa-basi juga bukan masalah.


"Wajah nya akan mengeluarkan ekspresi aneh, pura-pura berkata baik-baik saja padahal tubuh nya merespon lain"


Ucap bibi kedua Azzura lagi.


"Rubi bantu bibi ambilkan gelas nya"


Bibi muda Azzura bicara ke arah adik bungsu Sherkan.


"Sebentar"


Hasna terlihat turun dari pangkuan Elvitania, dia mulai mendekati sang Mama nya.


Ditengah obrolan dan Senda gurau yang terjadi, dari arah depan seseorang datang sambil bersiul santai, bola mata nya sejak awal terus menatap ke arah Elvitania.


"Haissss pengacau datang, nenek lampir juga pasti ikut datang"


Bisa Elvitania dengar gerutuhan adik ipar nya, Rubi.


Dia tanpa sengaja bertatap mata pada sosok laki-laki yang baru saja datang menyeruak masuk di antara mereka.


Laki-laki itu Duduk dengan cepat tepat dihadapan Elvitania, terus menatap Elvitania dengan pandangan memburu, seolah-olah dia baru saja melihat mangsa indah di hadapannya.


Elvitania merasa sedikit tidak nyaman, buru-buru dia membuang pandangannya.


"Dia sepupu yang cukup berbahaya, berhati-hati lah dengan rayuan nya"

__ADS_1


Rubi bicara pelan, mencoba mengingat kan Elvitania.


"Jadi ini istri Sherkan?"


Laki-laki itu tiba-tiba bertanya sambil meraih gelas kopi yang ada di hadapannya.


"Itu milik kak Sherkan"


Rubi bicara cepat, menaikkan ujung Alisnya. Perempuan itu menatap tidak suka ke arah laki-laki tersebut.


"BI bisa tuangkan untuk Sherkan nanti? aku fikir dia tidak keberatan jika aku meminum milik nya, bahkan bekas nya sekalipun, bukan kah dia type pengalah?"


Saat berkata begitu, bola mata laki-laki itu terus menatap Elvitania mulai dari ujung rambut nya hingga ke beberapa bagian tubuhnya.


"Apa?"


Bibi tua Azzura jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Kau bilang apa?"


Saat wanita itu bertanya dengan nada tidak suka, tiba-tiba seseorang masuk dari arah depan.


Berjalan berlenggak-lenggok menuju kearah mereka.


"Jangan terlalu di anggap serius ucapan Hairam, dia hanya bercanda"


Suara seorang wanita memenuhi ruangan makan tersebut.


"Aku harap kamu sedikit terbiasa dengan bibi ke dua Azzura, dia sering membuat tidak nyaman orang-orang disekitar nya"


Bisik Mama mertua nya cepat.


Elvitania langsung menoleh kearah wanita yang di maksud, sejenak Elvitania mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Dia fikir dia pernah melihat wanita itu sebelum nya, tapi dimana?!.


__ADS_2