
Sherkan secepat kilat membersihkan diri nya saat dia ingat dia memiliki janji pagi ini.
Sang asisten jelas terus menghubungi nya dari tadi, cukup panik saat tuan nya belum juga muncul sejak terakhir mereka saling menjalin informasi.
Pada akhirnya Sherkan dan Elvitania bergantian menggunakan kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dia fikir seharusnya mereka melewati mandi berdua sambil bercanda ria, saling menggoda bahkan bisa jadi melewati sesi selanjutnya.
Tapi realita nya mereka jelas tidak mungkin melewati nya pagi ini.
Begitu Sherkan selesai dengan penampilan nya dan Elvitania sudah mengganti pakaian nya juga, laki-laki itu mencium cepat keningnya.
"Jika makan di lantai bawah, langsung kembali ke kamar dan jangan pergi kemana-mana hmm"
Laki-laki itu bicara sambil menatap khawatir ke arah Elvitania.
Mereka terpaksa melewatkan makan pagi bersama, kolega kerja nya sudah menunggu sejak tadi dan ini jelas cukup terlambat.
Sesi panas yang mereka lewati benar-benar membuat Sherkan lupa segalanya.
Jika tidak ingat dia punya pekerjaan, bisa dia jamin mereka akan menghabiskan beberapa ronde pertempuran pagi ini.
Di kasur bahkan yah... di kamar mandi bisa jadi.
__ADS_1
Tapi saat dia sadar ini bukan di malam hari dan dia harus menuntaskan pekerjaan nya, dia terpaksa menunda semuanya.
Dia cukup khawatir meninggalkan Elvitania seorang diri, sebab di negara asing meninggal kan sang istri seorang diri cukup membuat diri nya khawatir.
Namun karena Elvitania berkata semua akan baik-baik saja, pada akhirnya Sherkan mau tidak mau meninggalkan sang istri sendirian.
"Jangan percaya pada siapapun hmmm, dan tidak bicara dengan laki-laki manapun"
Pesan laki-laki itu lagi kemudian.
Anggaplah dia seorang pecemburu, ucapan sang asisten soal kakak angkat Elvitania juga membuat khawatir diri nya.
Apalagi belakangan sang asisten berkata ada cukup banyak laki-laki yang menyukai Elvitania di masa lalu nya.
"Jangan kemana-mana"
Sherkan mengulangi ucapan nya.
"He em"
Elvitania menjawab seadanya, mengangguk kan kepalanya sambil melambaikan tangan nya pada Sherkan yang mulai bergerak menjauhi dirinya.
Begitu Sherkan pergi, perempuan itu sejenak menghela pelan nafasnya, dia merasa dibawah sana tidak nyaman dan sedikit nyeri.
__ADS_1
"Meskipun tidak sesakit dulu di malam pertama, tapi rasa perih saat mandi tadi persis seperti malam pertama mereka.
Elvitania kemudian mencoba menggunakan sandal nya, keluar dari hotel Mereka dan memilih turun ke lantai bawah, mencari menu makan pagi di restoran hotel yang terletak di bawah sana.
Dia Fikir hitung-hitung untuk menikmati pagi dengan suasana baru.
Ketika kaki nya melangkah turun, beberapa pegawai hotel menundukkan kepala mereka, terus tersenyum menatap kehadiran dirinya.
Meskipun agak bingung, Elvitania Mencoba membalas mereka, melebarkan senyuman nya sambil sesekali menundukkan sedikit kepala nya.
Seorang pelayan menunjukkan kepadanya dimana letak restoran hotel tersebut, mempersilahkan Elvitania untuk menikmati hidangan pagi nya.
Dia duduk di kursi sofa yang menghadap ke arah teras kaca yang langsung menembus ke arah luar, suasana angin pagi menyeruak masuk menerpa wajah nya.
Ditengah waktu nyaman Elvitania menikmati menu sarapan paginya sambil memperhatikan jalanan di luar sana, tiba-tiba seseorang berjalan mendekati dirinya.
Suara tapak sepatu ber hak tinggi itu memecah keheningan, berjalan melangkah ke arah Elvitania kemudian berhenti tepat di hadapan nya.
"Halo menantu"
Mendengar sapaan dari suara yang terdengar begitu tidak asing membuat Elvitania menghentikan kegiatan makan nya, perempuan itu mendongakkan kepalanya dan menatap sosok yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
Seketika bola mata mereka saling bertemu Antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Sosok itu menatap Elvitania dengan tatapan yang sangat tidak menyenangkan.