
Bola mata Elvitania mulai meredup saat Celotehan Hasna mulai menghilang dan gadis kecil itu telah terlelap di samping kanannya, perempuan itu menepuk-nepuk lembut dada Hasna sambil bola matanya mulai terpejam secara perlahan.
Dia masih sempat mengeluarkan suara indahnya dalam menyanyikan lagu penghantar tidur untuk Hasna, lama-lama suara tersebut menghilang seiring berjalannya waktu.
Sherkan yang sejak tadi pura-pura terlelap disisi kanan Hasna secara perlahan mencoba membuka bola matanya secara perlahan, dia mengintip sedikit untuk memastikan Hasna benar-benar terlelap dan Elvitania ikut lelap didalam tidur nya.
Melihat Elvitania telah terlelap Cantik didalam tidur nya, laki-laki itu pada akhirnya mencoba menatap lekat-lekat wajah perempuan itu untuk beberapa waktu.
Dia mencoba membenahi posisi tidur nya untuk beberapa waktu, dimana bola mata Sherkan terus memperhatikan wajah Elvitania dimana tangan sang istri terus memeluk Hasna sejak tadi.
Secara perlahan Sherkan mencoba menyentuh rambut Elvitania yang tergerai indah, seulas senyuman mengembang di balik wajah nya.
Kau tahu sayang? aku fikir semua akan berakhir dengan aku memaksakan diri untuk menikahi Britania dengan mengabulkan keinginan sebelah pihak, tapi aku tidak pernah menduga bukan dia yang bersama ku kini melainkan kamu.
Malam itu jika aku tahu itu kamu, aku tidak mungkin menyakiti kamu.
Bukan kah aku pernah bertanya pada kamu saat di kediaman Ghanem dan Violet?!.
Siapa kamu?!.
Aku mulai meragukan sosok Britania, tapi kamu tidak memberikan aku jawaban sama sekali.
Sherkan terlihat menghela pelan nafasnya, dia mencoba menyentuh lembut wajah Elvitania.
__ADS_1
Mau dengar sebuah cerita?!.
Kamu tahu kisah Ali bin Abi Thalib? yang mencintai Fatimah putri Rasulullah?!.
Saat itu Ali belum terlalu siap untuk melamar Fatimah. Lagipula, apa yang bisa dia bawa kepada Rasul untuk meminang putri kesayangan nya itu? tidak memiliki harta yang cukup, tidak pula terlalu dekat dengan Sang Nabi. Di berfikir, lebih baik ia memendam perasaan nya di lubuk hatinya yang paling dalam.
Kamu tahu Elv? Memendam perasaan memang tak selamanya enak, begitu yang dialami Ali. Saat itu hatinya tersayat, pedih sekali. Fatimah, dilamar oleh orang lain. Pertama adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan kedua adalah Umar bin Khattab. Keduanya sama-sama istimewa di mata Nabi. Pemberani, jujur, dermawan, ibadahnya tak perlu diragukan lagi, dan lain sebagainya
Kamu tahu apa yang Ali Karan pada Allah?!
"Aku mengutamakan kebahagiaan Fatimah di atas cintaku."
Begitu Zahir berkata dia akan melamar kamu, saat aku melihat betapa bahagia nya kamu dengan lamaran laki-laki itu,kau tahu apa yang aku rasakan Elv?!.
"Jika orang berkata mencintai tidak harus memiliki, tapi bagi ku Tak semua cinta harus dirayakan dengan pernikahan”
"Tapi pernikahan tidak di mulai dengan sebuah kebohongan"
"Selama dia bahagia, aku pasti bahagia"
"Sehrkan"
Tapi aku tidak pernah tahu jika rencana Allah tidak pernah bakal kita duga, sekuat apapun aku mencoba pergi realita nya selalu ada hal yang membuat kita terhubung antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
Namun malam itu aku benar-benar tidak pernah berfikir untuk menyakiti kamu, aku tidak pernah berfikir akan menorehkan luka serta kebencian mendalam di hati kamu Elv.
Seketika bola mata Sherkan berkaca-kaca, secara perlahan dia bangun dari posisi tidur nya.
Laki-laki itu kemudian berjalan memutar menuju ke arah Elvitania.
"Maafkan aku Elv"
Sherkan berbisik pelan sambil membungkuk kan tubuhnya.
Tapi ketahuilah, aku benar-benar mencintai kamu, dari dulu hingga sekarang perasaan itu tidak pernah berubah Elv.
Gumam Sherkan pelan
Laki-laki itu kemudian secara perlahan mencium kening Elvitania dengan begitu lembut.
"I love you"
Bisik nya lagi secara perlahan.
Kemudian laki-laki itu secara perlahan beranjak dari sana menjauhi Elvitania dan Hasna.
__ADS_1