Istri Dingin Tuan Sherkan

Istri Dingin Tuan Sherkan
Sempat mencari tahu


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Sherkan terlihat begitu fokus pada layar laptop yang ada dihadapan nya, sejak tadi dia sama sekali belum beranjak dari ruang kerja nya sama sekali.


Saking fokusnya tanpa dia sadari seseorang masuk kedalam ruangan nya dengan gerakan perlahan.


Bergerak maju mendekati dirinya kemudian tahu-tahu sudah berada tepat dihadapan nya.


"Tuan?"


Terdengar suara seorang laki-laki yang memecah konsentrasi nya begitu saja.


Sherkan buru-buru menoleh ke arah depan.


"Anda memanggil saya, tuan?"


Laki-laki berusia sekitar 28 tahunan bertanya kearah Sherkan.


"Ah iya"


Sherkan buru-buru meraih sebuah memo kecil, dia kemudian menulis sebuah nama disana.


"Bantu Carikan informasi soal gadis ini di Hillatop company"


Ucap Sherkan sambil menyerahkan secarik memo ke arah laki-laki yang ada dihadapan nya itu.


"Aku hanya tahu nama nya, buta soal yang lainnya, pastikan aku mendapat kan informasi detail soal gadis tersebut"


Ucap Sherkan lagi.

__ADS_1


"Baik tuan"


Setelah menerima secarik memo dan mendengarkan perintah sang tuan nya, laki-laki itu secepat kilat membalik kan tubuhnya kemudian bergerak menjauhi Sherkan.


lagi... Sherkan mencoba kembali fokus pada pekerjaan nya, tapi tanpa dia sadari suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Kamu mengabaikan ku sejak tadi, Sherkan"


Suara seseorang kembali mengejutkan dirinya.


Sherkan menoleh dengan terburu-buru, sejenak laki-laki itu terdiam kemudian dia memijat pelipisnya untuk beberapa waktu.


Seorang perempuan berusia sekitar 22 tahunan tampak duduk sambil melipat kedua tangannya, gaya elegant dan glamor jelas terlihat jelas di diri Perempuan Tersebut, membuat usia muda nya terlihat lebih dewasa dari seharusnya.


"Oh shi..t"


Sherkan mengumpat pelan, kemudian dia membuang nafas nya sedikit kasar.


Ada rona Kecewa dibalik wajah perempuan tersebut, dia langsung berdiri dari duduknya di atas kursi sofa, meraih tas tangannya dengan gerakan kasar.


"Aku akan pergi bersama Mommy, aku harap kamu tidak mengecewakan Mommy sekali lagi, Sherkan"


Ucap Perempuan itu lantas langsung pergi meninggalkan Sherkan seorang Diri.


Laki-laki itu terlihat diam, dia memejamkan perlahan bola matanya.


Begitu perempuan itu keluar dari pintu tersebut dan menutup pintu ruang kerja Sherkan, buru-buru Perempuan muda itu meraih handphone nya, dia mencoba menghubungi seseorang.


Cukup lama hingga panggilan nya terhubung dengan seseorang.

__ADS_1


"Ini aku"


Ucap nya pelan sambil berlalu dari sana.


"Aku fikir dia tertarik pada seorang gadis, dia meminta Louise untuk mencari tahu soal seseorang, aku fikir itu seorang gadis, Untie"


Ucap Perempuan itu sambil mengeratkan rahangnya.


"Aku tidak suka barang milik ku di ganggu oleh orang lain, Untie tahu? jika itu terjadi, aku akan meminta Daddy mencabut semua investasi yang terjadi di perusahaan Untie"


Setelah berkata begitu Perempuan tersebut langsung mematikan handphone nya dengan cepat.


Dia langsung memasang kacamata hitam miliknya, berjalan berlenggak-lenggok menuju ke arah pintu Elevator dengan gaya pongah nya.


Disisi dalam Sherkan terus menatap sebuah buku diary yang dia tidak tahu milik siapa, awal nya dia Fikir itu milik Violet.


Lambang VEL cukup menipu dirinya, tapi gadis itu berkata buku itu bukan milik nya.



"Itu bukan milik ku, kak"


Violet bicara sambil memperhatikan lambang yang ada di buku diary tersebut.


"Bukan VLE yang berarti VioLEt tapi ini seperti berawalan kata E yang bisa berarti ELV atau EVL, kakak bisa memikirkan nama seseorang yang mungkin kakak kenal sebelumnya"


Ucap Violet kala itu.


Sejenak Sherkan menarik pelan nafasnya dia fikir apa mungkin gadis waktu itu?, dia meraih handphone nya secara perlahan kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang disana.

__ADS_1


"Teruskan pembangunan nya, buat sama persis seperti yang aku berikan konsep nya kemarin"


Ucap Sherkan pelan, lantas selang beberapa waktu dia menutup perlahan panggilan nya.


__ADS_2