
Madhuri jelas langsung secepat kilat melesat menuju ke apartemen tersebut tanpa berpikir dua tiga kali, dia tidak akan pernah mau menyia-nyiakan waktu sedikitpun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Yah dia harus mendapat kan gadis sialan itu bagaimana pun cara nya, dia sudah cukup muak berhadapan dengan Alessia. Jika biasa dia ingin sekali menghancurkan Alessia secepat nya seperti dia menghancurkan siapapun yang pernah menghalangi jalan nya.
Sayang nya terlalu sulit menghancurkan kehidupan gadis tersebut selama 2 tahun ini, inj terlalu tidak mudah untuk nya. Selama Alessia belum hancur dia akan kesulitan untuk melenyapkan Khadafi dari muka bumi ini.
Madhuri mengeram sambil menggenggam erat telapak tangan nya.
Yah.....jika Khadafi dalam masa kritisnya dan dia bisa menekan Alessia, maka kedua orang itu tidak akan saling berdekatan antara satu dengan yang lainnya dan bisa dia pastikan dia bisa menguasai Khadafi dan menyelesaikan laki-laki itu tepat pada waktunya tanpa hambatan dari Alicia sedikitpun.
Urusan Yash dia jelas bisa mengatur nya dengan baik secara perlahan.
Wanita itu melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke arah bagian Selatan bahkan dengan cepat tangannya langsung meraih handphonenya dan mencoba untuk menghubungi Diana.
__ADS_1
Dia berharap putrinya tersebut melesat lebih dulu ke sana dan menemukan keluarga Alessia.
"Kau ada di mana?"
Dia buru-buru Bertanya pada putri nya begitu panggilan nya tersambung pada Diana.
Bisa dia dengar jawaban dari seberang sana.
Madhuri bicara terlalu percaya diri, lebih tepatnya seperti maling berteriak maling, terlalu percaya diri dan nyaris kehilangan urat malunya.
"Bergerak lah menuju ke apartemen xxxxxxx, aku akan mengirimkan nomor apartemennya, pastikan kau menemukan keluarga gadis sialan itu di sana"
Lanjut Madhuri lagi kemudian dibalut api kemarahan dan ketidak sabaran nya. Bisa dia dengar kembali jawaban patuh putri nya di seberang sana setelah itu wanita tersebut buru-buru mematikan handphonenya.
__ADS_1
Wanita itu kembali fokus menuju ke arah depan memecah belah jalanan.
Entah berapa lama waktu berlalu saat ini dia tidak tahu, hingga pada akhirnya dia tiba di apartemen tersebut. Begitu dia tiba di area parkiran dengan cepat ia langsung memarkirkan mobilnya di sana kemudian mematikan mobilnya dan turun melesat masuk menuju ke apartemen yang ada di hadapannya itu.
Dia berlarian cepat tanpa berpikir dua tiga kali, bergerak menuju ke arah pintu elevator dan naik dengan cepat.
Dia pikir Diana pasti telah datang lebih dulu di sana, setidaknya putrinya pasti sudah berada tepat di depan pintu apartemen tersebut.
Dan benar saja begitu dia keluar dari pintu elevator kemudian bergerak menuju ke arah sisi kirinya, bisa dia lihat Diana telah berdiri di ujung sana tepat di antara dua pintu apartemen yang ada di hadapannya.
Madhuri tidak lagi menunda waktu, dia buru-buru bergerak mendekati putrinya, kemudian tanpa berpikir dua tiga kali ketika mereka sering berhadapan Madhuri langsung menganggukkan kepalanya dan memerintahkan Diana untuk segera mengetuk pintu kamar apartemen tersebut saat ini juga.
Cukup lama ketukan itu terjadi hingga pada akhirnya tidak lama kemudian dari dalamnya sana terdengar sebuah sahutan dan secara perlahan pintu itu terbuka dan menampilkan satu sosok seseorang yang menyembuhkan kepalanya dari dalam sana.
__ADS_1