
Ketika Sherkan tahu-tahu merapatkan bibir mereka, Elvitania jelas sedikit terkejut, dia mencoba berfikir sejenak soal apa yang telah terjadi.
Mencoba menyusun kata-kata Sherkan tadi.
"Apakah kamu akan marah jika aku meminta hak ku pagi ini?"
Aku fikir aku tidak dapat menahan nya.
Membuat Elvitania sejenak membeku.
Dia mulai paham maksud nya.
Sherkan menginginkan nya.
Bukankah cepat atau lamban semuanya pasti akan terjadi, tapi tidak pernah terfikir kan jika Sherkan menginginkan nya secepat ini bahkan di pagi ini.
Begitu ciuman Sherkan terasa semakin panas dan dalam seketika Elvitania memejamkan bola matanya.
Entah berapa lama ciuman itu berlangsung, yang jelas cukup lama, begitu lembut dan manis. Sangat lembut sekali hingga membuat Elvitania menggenggam erat lengan laki-laki tersebut.
Bahkan Sherkan telah membawanya menuju ke arah atas kasur mereka, meletakkan tubuh Elvitania secara perlahan di sana.
Ciuman di bibir itu sejenak terlepas, Sherkan mencoba untuk menatap dalam wajah Elvitania.
"Apa kamu keberatan Elv?"
Laki-laki itu bertanya dengan lembut, menyentuh bibir Elvitania untuk beberapa waktu.
Perempuan itu menelisik wajah sang suami, bola mata nya terus menatap laki-laki tersebut.
"Aku hanya sedikit khawatir"
Suara Elvitania terdengar sedikit cemas.
Perempuan itu takut ingatan soal malam kelam itu mengganggu moment mereka, masih cukup takut saat Sherkan menyentuh nya, seolah-olah dirinya akan di rudapaksa.
"Aku akan bergerak lembut, jika kamu pada akhirnya belum siap kita bisa berhenti di tengah jalan"
Sherkan bicara pelan, mencoba menyakinkan Elvitania, dia tidak akan berbuat di luar akal sehatnya, tidak akan bergerak gegabah dengan cara yang kasar.
Elvitania terlihat mengangguk kan kepala nya ragu-ragu, menatap wajah Sherkan untuk beberapa waktu.
Kemudian ketika Sherkan kembali menautkan bibir mereka secara perlahan, Elvitania membiarkan hal itu terjadi, dia mengizinkan laki-laki itu bergerak mendominasi dan menuntun nya dengan ciuman yang begitu lembut.
Awalnya Elvitania Mencoba mengencangkan genggaman nya pada lengan kameja Sherkan, cukup tegang melewati sesi ciuman tersebut hingga dia nyaris kehilangan Nafas nya.
Ketika Elvitania memukul pelan dada Sherkan, laki-laki itu menghentikan gerakan nya, dia fikir Elvitania mungkin tidak siap, tapi perempuan itu berkata.
"Aku kehilangan nafas ku"
Wajah sang istri terlihat memerah karena malu, dia tidak bisa menghirup nafas nya dengan baik, mencoba menarik nafasnya berkali-kali.
Sherkan seketika tertawa kecil, dengan perasaan gemas menggigit hidung Elvitania sejenak.
"Sherkan"
Elvitania meringis kecil.
"Cukup tidak merasa tegang, ikuti irama permainan nya hmmm"
Ucap laki-laki itu pelan.
"Kamu tidak akan kehilangan nafas"
Lanjut nya lagi, setelah itu secara perlahan Sherkan kembali menautkan bibir mereka.
Awal yang begitu manis, bibir bertemu bibir untuk beberapa waktu hingga akhirnya berubah menjadi sebuah ******* panjang yang bergerak begitu menuntun, dari bibir hingga ke rongga mulut nya.
Elvitania mencoba bersikap setenang mungkin, membuang perasaan takut dan cemas nya, menyakini diri ini bukan malam tragedi yang lalu, bukan karena paksaan tapi ini terjadi karena atas dasar suka sama suka.
Pada akhirnya Li..dah Sherkan mulai menyeruak masuk ke dalam rongga mulutnya Secara perlahan, mengajarkan Elvitania bagaimana cara nya berbelit lidah.
Dia jelas begitu kaku, tidak paham soal yang seperti itu hingga bisikan lembut Sherkan mengajarkan diri nya untuk membalas dan bergerak mengikuti irama laki-laki itu.
"Bergerak lah bersama, kamu bisa membalas nya"
Ucap Sherkan Begitu lembut.
Kemudian bibir laki-laki itu kembali menyapu bibir nya, lantas lagi...lidah nya bergerak menerobos didalam sana.
Rasanya begitu aneh dan hangat.
__ADS_1
Elvitania mencoba mengikuti ritme laki-laki tersebut, awalnya jelas begitu kaku dan sulit hingga akhirnya mencoba untuk terbiasa.
Rasanya begitu aneh tapi cukup memabukkan, membuat dirinya terbuai seolah-olah dibawa entah kemana, bahkan tanpa dia sadari tangan Sherkan mulai menjelajahi tubuhnya secara perlahan.
Dikala ciumannya terlepas, laki-laki itu mulai naik ke bagian leher nya, menyapu halus dan lembut di beberapa bagian disana, hingga menciptakan satu sensasi aneh didalam diri Elvitania.
Bahkan tanpa sadar perempuan itu mengeluarkan de.. Sahan kecil nya.
"Ahhhh"
Rasanya begitu malu sekali, Elvitania ingin sekali menutup mulutnya karena malu tapi Sherkan seolah-olah tidak peduli tanpa protes, menikmati suara halus yang membuat dirinya semakin bersemangat untuk bergerak.
Dikala bibir dan lidah itu telah berpindah dan menyapu di bagian leher nya, Dibawah sana tangan Sherkan secara perlahan mulai membuang pakaian nya satu persatu.
Bagi Elvitania, laki-laki itu begitu pandai memainkan peran untuk membuat dirinya terbuai dalam perlakuan hangat dan lembut nya .
Bahkan ketika atasan nya telah menghilang, tahu-tahu bibir dan lidah itu telah berpindah ke dada nya.
Membuat Elvitania Meleng..huh kecil sambil memejamkan bola matanya secara tiba-tiba.
"Akhhh Sherkan"
Dia mencoba untuk meremas rambut laki-laki tersebut, menetralisir detak jantung nya yang tiba-tiba terpompa Dengan kencang.
Belum lagi ketika dia merasakan tangan laki-laki itu mulai bergerak dibawa sana, menyentuh kedua paha nya dan mencoba bergerak menyeruak masuk kedalam intinya.
"Ahhhhh"
Satu ******* lagi lolos ketika jemari itu menyeruak masuk kedalam intinya.
Kali ini jemari itu Bergerak secara perlahan membuat Elvitania menggeliat sempurna.
Seolah-olah dirinya di serang dari atas hingga ke bawah, Diaman bibir dan lidah Sherkan menyapu bibirnya, sedangkan satu tangan bermain didadanya dan satu tangan lagi bermain di inti nya.
Semua titik tubuhnya benar-benar dikuasai oleh laki-laki tersebut.
Ketika sapuan dan bibir itu berpindah ke ceruk leher nya, Elvitania pada akhirnya mengeluarkan suara nya.
"Sherkan aku.."
Elvitania Mencoba menahan gerakan tangan Sherkan yang dibawah, dia fikir itu benar-benar menyiksanya, seolah-olah ada jutaan kupu-kupu yang menghantam dirinya.
Dia tidak tahu harus bagaimana, ini terlalu menyiksanya.
Seolah-olah sesuatu yang aneh lainnya akan tumpah sekarang juga.
Tubuhnya bergetar hebat, Elvitania fikir dia ingin pergi ke toilet sekarang juga.
"Sherkan aku fikir sesuatu akan keluar"
Perempuan itu mencoba menahan gerakan tangan Sherkan, tapi semakin dia menahan nya semakin Jemari itu bergerak cepat menunggu dirinya menumpahkan sesuatu dibawah sana.
"Lakukan disini"
Bisik laki-laki itu dibalik leher nya.
Elvitania mengejang, dia melepaskan genggaman nya, mencoba meraih leher Sherkan, dia memeluk erat tubuh sang suami ketika dia merasa sesuatu benar-benar tumpah saat ini dibawah sana.
Seolah-olah ada satu kelegaan tersendiri ketika sesuatu baru saja terlepas dan tumpah dibawah sana.
Elvitania mencoba menarik nafasnya.
Tiba-tiba bisa dia rasakan Sherkan bergerak perlahan, membuang bawahan nya kemudian berkata.
"Apa kamu sudah siap Elv?"
Tanya laki-laki itu begitu pelan.
Elvitania terlihat menggigit bibir bawahnya, dia menatap bola mata Sherkan untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan dia mengganggukkan kepalanya.
Seulas senyuman mengembang di Balik wajah tampan yang telah di penuhi keringat tersebut.
Secara perlahan Sherkan menaikkan kedua kaki Elvitania, membiarkan nya dalam posisi sedikit ditekuk, kemudian laki-laki itu membiarkan kedua paha sang istri terbuka secara perlahan.
Kemudian secara perlahan laki-laki itu membiarkan senjata Milik nya yang telah mengacung dengan sempurna itu menyeruak masuk dengan gerakan yang begitu lembut.
Elvitania sedikit terkejut saat dia merasa sesuatu yang menyakitkan mulai mencoba menerobos kedalam inti nya, awalnya ada di ujung sana, kemudian menyeruak masuk perlahan hingga kedalam.
Semakin Sherkan menekan nya kedalam sana, semakin Elvitania merasakan tekanan menyakitkan yang menghantam dirinya hingga akhirnya begitu semua masuk dengan sempurna seketika Perempuan itu berteriak kecil, mencoba menggenggam erat Sprai kasur disisi kiri dan kanannya, rasa sakit dan perih menghantam nya seketika.
"Akhhhhhhhhh"
Sherkan bisa merasakan betapa masih sempit nya milik Elvitania, tidak dipungkiri dulu dia melakukan nya dengan cara memaksa, sejenak tidak lama, Begitu tahu Elvitania bukan Britania, begitu tahu Elvitania seorang perawan dia langsung menghentikan gerakan nya, menghentikan hasratnya yang bercampur sesal tiba-tiba.
__ADS_1
Kali ini semua berjalan tanpa paksaan, begitu baik dan manis, sejak awal dia bergerak dengan cara yang begitu lembut dan penuh cinta, tidak sedikit pun memaksa.
Memperlakukan Elvitania seperti sebuah bola kristal yang takut terjatuh dan pecah.
Memastikan Elvitania mendapat kan kenyamanan terlebih dahulu, memastikan tidak ada rasa tegang dan takut, memastikan Elvitania mendapat kan pelepasan nya terlebih dahulu.
Kini mereka berada pada permainan intinya, dia takut gerakan nya menyakiti Perempuan tersebut.
"Sakit?"
Sherkan mencoba menghentikan gerakan nya, menatap bola mata sang istri nya dengan penuh kekhawatiran.
Bisa dilihat Elvitania menarik pelan nafasnya, sejenak terlihat bola mata perempuan itu berkaca-kaca.
"Cukup sakit dan perih"
Elvitania menjawab pelan, Mencoba menahan rasa perih dan sakit dibawah sana.
Meskipun bukan kali pertama, tapi 1 tahun lebih tidak di jamah apalagi ini malam kedua mereka jelas saja Elvitania merasakan rasa perih dan sakit yang luar biasa.
Laki-laki itu menyentuh lembut wajah Elvitania, Sejenak Sherkan mencium lembut kening dan pelupuk mata istri nya, mencoba memberitahukan dengan bahasa isyarat jika dia akan bergerak dengan lembut dan perlahan.
Tidak akan menyakiti nya sedikit pun.
Dia membiarkan Elvitania membiasakan dulu milik nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya bisa dia rasakan perempuan itu mulai mendapatkan posisi ternyaman nya.
"Aku Bergerak sekarang"
Bisik Sherkan pelan.
Dia menyambar lembut bibir perempuan tersebut, menyesap nya dengan penuh kehangatan, mengulang momentum ciuman panas yang bisa membuat suasana menjadi seperti semula.
Suasana panas kembali tercipta, di ruangan yang dingin akan sapuan AC kini kembali berubah memanas, deru nafas mereka seketika saling berlomba antara satu dengan yang lainnya, keringat penuh gelora membakar tubuh masing-masing dari mereka.
Begitu sapuan lidah berubah menjadi belitan, dibawah sana Bergerak sempurna memompa dan membawa Elvitania menuju ke nirwana.
Rasa sakit dan perih kini berubah menjadi sesuatu yang baru dan begitu nikmat, membawa Perempuan itu pada pelayaran tanpa batas.
Sherkan begitu pandai memainkan ritme guncangan nya, memompa naik turun dan keluar masuk secara teratur.
Suara perpaduan didalam kamar tersebut terdengar begitu syahdu dan manis, diiringi de..Sahan demi de..Sahan dari bibir Elvitania yang semakin membuat suasana semakin memanas dan membuat tingkat hasrat kelelakian Sherkan semakin meningkat.
"Ahhh Sherkan"
Era..Ngan halus bercampur de..Sahan lembut terus keluar dari bibir indah itu, semakin cepat pompahan yang dipersembahkan Sherkan untuk dirinya, semakin kencang Elvitania mencari pegangan.
Tangannya kadang Secara spontan menggenggam rambut Bahkan berganti ke leher Sherkan, sesekali Perempuan itu mencoba mencari pegangan lainnya ketika dia kembali merasakan satu pelepasan akan datang.
Sherkan bisa merasakan sang istri akan masuk kembali pada pelepasan nya, semakin erat dan kuat milik istri nya menjepit milik nya, dia semakin mempercepat pompahan nya, membiarkan Elvitania mencapai pada puncak kenikmatan nya.
Laki-laki itu meraih telapak tangan Elvitania, membiarkan sang istri melepaskan pelepasan puncak nya.
Seiring waktu setelah merasakan sesuatu tumpah di bawah sana, Sherkan terus bergerak dengan cepat, memastikan dia ikut bergantian mendapatkan puncak kenik..matan nya.
Bisa di rasakan oleh Elvitania sesuatu yang hangat seketika menyembur di dinding rahim nya.
Setelah itu terdengar satu suara era..Ngan dari balik bibir suaminya, laki-laki itu mendapat kan puncak kenikmatan nya, seketika Sherkan mencium hidung dan bibir Elvitania sambil berkata.
"I love you Elv, I love you so much"
Setelah itu laki-laki itu langsung merebahkan tubuhnya di samping Perempuan itu, dia meraih tubuh Elvitania dan memeluk erat tubuh sang istri nya dengan penuh perasaan cinta.
Elvitania terlihat memasukkan wajah nya ke dalam dada Sherkan, dengan wajah memerah dia menahan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Dikala kelegaan menghampiri mereka, sebuah panggilan di handphone nya Terdengar.
Oh shi..t Sherkan mengumpat.
Dia lupa jika seorang kolega jelas telah menunggu nya sejak tadi untuk menandatangani proyek kerjasama mereka.
"Oh sayang, aku melupakan pekerjaan ku"
Sherkan terlihat memijat kepalanya untuk beberapa waktu, buru-buru mencium bibir Elvitania kemudian melesat masuk kekamar mandi sambil mengangkat panggilan nya.
"Sayang tunggu aku pulang, jangan pergi keluar kemana-mana"
Ucap Sherkan sambil mengabaikan ucapan sang asisten nya diseberang sana.
Elvitania terlihat mengangguk sambil mengembang kan senyuman nya, menatap geli kearah Sherkan yang cukup panik karena lupa pada urusan pekerjaan nya.
__ADS_1